Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Ekonomi Kreatif Jakarta Sumbang Rp410 Triliun: Jalan Menuju Hub Kreativitas Dunia

Ekonomi Kreatif Jakarta Sumbang Rp410 Triliun: Jalan Menuju Hub Kreativitas Dunia
Minat|Asia Tenggara

Ekonomi kreatif Jakarta: mesin baru PDRB yang tak boleh disia-siakan

Ekonomi kreatif Jakarta adalah himpunan aktivitas berbasis ide, talenta, dan konten—mulai dari musik, film, desain, festival hingga pameran dagang—yang menghasilkan nilai tambah ekonomi, menyerap tenaga kerja, dan membentuk identitas kota melalui kolaborasi pelaku usaha, komunitas, serta pemerintah. Di Jakarta, ekonomi kreatif bukan lagi pelengkap; ia telah menjadi salah satu mesin utama perekonomian daerah. Kontribusinya terhadap PDRB sektor kreatif mencapai sekitar Rp410 triliun atau hampir 11 persen dari total perekonomian Jakarta. Angka ini menandai bahwa ekonomi kreatif Jakarta sudah berada di liga besar, sejajar dengan sektor tradisional lain. Pertanyaannya bukan lagi apakah sektor ini penting, melainkan apakah pemerintah berani menjadikannya tulang punggung strategi pembangunan kota ke depan.

Event besar sebagai lokomotif: dari Pestapora hingga Jakarta Fair

Strategi ekonomi kreatif Jakarta saat ini bertumpu kuat pada event berskala besar sebagai lokomotif perputaran uang. Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa berbagai acara musik, festival, dan kegiatan perdagangan memberikan dampak ekonomi nyata bagi kota. Festival musik Pestapora dan konser The Weeknd saja disebut menghasilkan perputaran ekonomi hampir Rp250 miliar dalam satu akhir pekan. Jakarta Fair 2026 mencatat transaksi sekitar Rp8,2 triliun dengan 6,1 juta pengunjung, sementara Festival Jakarta Great Sale membukukan transaksi sekitar Rp26,8 triliun. "Ekonomi kreatif di Jakarta memberikan kontribusi cukup besar, hampir 11 persen, dengan nilai kurang lebih Rp410 triliun". Manfaatnya tidak berhenti di panitia acara; pelaku UMKM, sektor perhotelan, transportasi umum, hingga industri kuliner merasakan langsung lonjakan permintaan.

Ekosistem kreatif: insentif pajak, film, dan ruang kota sebagai infrastruktur ide

Kekuatan ekonomi kreatif Jakarta tidak akan bertahan jika hanya bertumpu pada kalender event. Kuncinya ada pada ekosistem kreatif yang dirawat secara konsisten. Pemerintah provinsi menyatakan terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif untuk mendorong pertumbuhan dan memperluas peluang usaha. Salah satu langkah paling konkret adalah potongan Pajak Barang dan Jasa Tertentu sebesar 50 persen untuk tontonan film nasional melalui Keputusan Gubernur Nomor 591 Tahun 2026. Ini sinyal bahwa PDRB sektor kreatif, khususnya perfilman, diperlakukan sebagai investasi, bukan sekadar hiburan. Di sisi lain, layanan Filming in Jakarta di bawah Jakarta Film Commission dipacu untuk mempermudah perizinan produksi, sementara Jakarta Creative Hub dijadikan ruang pelatihan dan kolaborasi. Penataan kawasan Blok M sebagai ruang kreatif yang terhubung dengan komunitas, usaha lokal, dan transportasi publik menunjukkan bahwa infrastruktur ide kini dianggap sama pentingnya dengan infrastruktur beton.

WCCE 2026 dan Jakarta Vision: ambisi global yang menuntut keberanian lokal

World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta menjadi panggung deklarasi ambisi: menjadikan kota ini hub ekonomi kreatif dunia. Dalam sesi bertema "Jakarta Global City: Home for the Creative", Gubernur Pramono menegaskan komitmen memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi kreatif skala internasional. Forum ini melibatkan lebih dari 6.100 peserta dari lebih 80 negara dan melahirkan dokumen Jakarta Vision yang merangkum aspirasi kreator global tentang pembagian hasil yang adil di platform digital, kehadiran AI, akses pendanaan, dan perluasan pasar. Dokumen ini akan dibawa ke PBB sebagai aspirasi bersama pelaku ekonomi kreatif. Di atas kertas, posisi Jakarta terlihat kuat: kota tuan rumah, kontribusi ekonomi kreatif Rp410 triliun, dan narasi global yang meyakinkan. Namun ambisi global ini hanya akan bermakna jika regulasi lokal berani berpihak pada kreator, bukan sekadar pada penyelenggara event besar.

Setiap pekan ada event besar: peluang emas atau jebakan ekonomi musiman?

Pernyataan Pramono bahwa "setiap minggunya Jakarta selalu ada event besar" adalah pisau bermata dua. Di satu sisi, ini mengukuhkan Jakarta sebagai episentrum acara besar dan pusat kreativitas dengan potensi pertumbuhan ekonomi signifikan. Di sisi lain, ada risiko ekonomi kreatif Jakarta terjebak dalam pola musiman: ramai saat festival, sepi setelahnya. Pemerintah menyebut aktivitas ekonomi kreatif harus didukung ekosistem yang melibatkan UMKM, pariwisata, perhotelan, kuliner, dan masyarakat luas. Artinya, strategi hub ekonomi kreatif tidak boleh berhenti pada kalender event, tetapi harus memastikan rantai nilai—dari ide, produksi, distribusi hingga konsumsi—berjalan sepanjang tahun. Melalui penguatan ekosistem lokal dan forum internasional, ekonomi kreatif diharapkan punya peluang lebih luas menjangkau pasar global. Jika Jakarta mampu menjaga keseimbangan antara gegap gempita event dan ketahanan ekosistem, status sebagai hub ekonomi kreatif bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan ekonomi yang terasa hingga ke pelaku terkecil.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!