Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Taman Kota Jadi Prioritas: Ruang Hijau yang Mengubah Kualitas Hidup

Taman Kota Jadi Prioritas: Ruang Hijau yang Mengubah Kualitas Hidup
Minat|Asia Tenggara

Penataan Taman Kota: Definisi, Arah, dan Pesan Politik Ruang

Penataan taman kota adalah upaya terencana untuk merancang, membangun, dan merawat ruang hijau perkotaan di jalan, permukiman, dan pusat aktivitas warga, dengan tujuan meningkatkan kualitas lingkungan, kenyamanan, dan kesehatan fisik maupun psikologis masyarakat yang hidup di dalamnya. Di Palembang, upaya ini tampak jelas ketika Wali Kota Ratu Dewa turun langsung meninjau penataan taman di sejumlah ruas jalan pada Senin pagi, 19 Oktober 2026. Sekitar pukul 07.30 WIB, ia menghentikan mobil di median Jalan Wahid Hasyim–Rasyid Siddiq, tepat di depan Kantor Camat Seberang Ulu I, untuk melihat dari dekat bagaimana taman-taman baru ditata di median jalan tersebut. Pilihan “ngantor di jalan” alih-alih di balik meja menunjukkan bahwa percantikan wajah kota bukan sekadar proyek estetika, tetapi pesan politik ruang: kota ini harus terasa milik bersama, bukan hanya latar foto.

Estetika Jalan, Ruang Hijau, dan Kesehatan Psikologis Warga

Penataan taman di median dan koridor jalan utama seperti Jalan A. Yani hingga Jalan Panjaitan di wilayah Plaju bukan sekadar menambah warna hijau di tengah beton. Taman-taman ini dirancang untuk memperindah lingkungan perkotaan dan mempercantik wajah kota, sekaligus memberi kenyamanan bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya. Di sini, estetika visual kota bertemu dengan kesejahteraan psikologis: warga yang melintas tidak lagi hanya berhadapan dengan deretan kendaraan dan papan reklame, tetapi juga hamparan tanaman yang terawat. Ratu Dewa merangkumnya dengan kalimat sederhana namun kuat: “Kalau tamannya cantik, hati warga yang lewat juga senang. Kota ini wajah kita”. Pernyataan ini penting, karena menegaskan bahwa ruang hijau perkotaan bukan pelengkap, melainkan bagian dari kesehatan mental kolektif.

Dari Paru-Paru Kota ke Paru-Paru Manusia: Ruang Aman Asap dan Koordinasi Lintas Sektor

Menariknya, agenda penataan taman kota di Palembang langsung disambung dengan isu yang lebih mendesak: kualitas udara dan kesehatan warga. Setelah urusan mempercantik wajah kota, Ratu Dewa bergerak menuju Ruang Aman Asap di Kantor Camat Sematang Borang dan Kantor Lurah Talang Jambe, dua lokasi hasil kolaborasi dengan relawan. Di tengah ancaman asap yang kembali menyelimuti sebagian wilayah, 42 puskesmas di seluruh Palembang disiagakan sebagai Ruang Aman Asap dengan ruangan ber-AC dan air purifier, lengkap dengan kursi untuk balita dan lansia. Di sini, ia menyebut taman sebagai “paru-paru kota”, sementara Ruang Aman Asap melindungi “paru-paru manusianya”. Ini contoh konkret bagaimana program percantikan kota melibatkan inspeksi langsung dan koordinasi lintas sektor: dari dinas pertamanan, kesehatan, hingga jaringan relawan.

Infrastruktur Hijau Urban: Taman, Drainase, dan Keadilan Akses Pendidikan

Infrastruktur hijau urban tidak berhenti pada taman dan ruang aman. Hari yang sama, Wali Kota bergerak ke Lorong Garuda 1 dan KM 12 untuk memastikan drainase, kolam retensi, dan anak sungai yang mulai dangkal oleh lumpur berfungsi baik menjelang musim hujan. “Persiapan pra-musim penghujan tidak bisa ditunda,” tegasnya, menghubungkan langsung antara air, banjir, dan aktivitas warga. Dari udara, air, hingga pendidikan, benang merahnya adalah kualitas hidup. Di gang sempit belakang Kantor Lurah 1 Ulu dan Jalan Panca Usaha, puluhan anak dari keluarga sangat miskin menerima laptop pinjaman dan kuota internet: 2.500 bantuan dari CSR Telkomsel dan 1.500 dari Dinas Pendidikan, sehingga total 4.000 anak bisa kembali belajar hari itu. Ia menegaskan bahwa dari 11 ribu anak Desil 1 yang membutuhkan, 7 ribu lagi akan dianggarkan dalam APBD 2026, dengan janji tidak ada anak yang tertinggal belajar karena tidak punya laptop.

Menjadikan Penataan Taman Kota sebagai Agenda Pembangunan Berkelanjutan

Rangkaian langkah ini menunjukkan bahwa penataan taman kota dan ruang hijau perkotaan bisa menjadi pintu masuk menuju pembangunan berkelanjutan yang nyata, bukan slogan. Taman di median jalan yang tertata rapi memperkuat percantikan wajah kota, sementara Ruang Aman Asap, drainase yang diperiksa langsung, dan dukungan pendidikan digital membentuk satu paket kebijakan yang menyentuh kehidupan sehari-hari warga. Investasi pada infrastruktur hijau urban—dari “paru-paru kota” berupa taman hingga sistem air yang siap menghadapi musim hujan—adalah investasi pada ketahanan kota jangka panjang. Tantangannya, tentu, menjaga konsistensi: ruang hijau yang terawat hari ini bisa cepat kembali kusam jika tidak ada perawatan dan partisipasi warga. Namun pesan utamanya jelas: ketika kota menaruh taman dan ruang hijau sebagai prioritas, ia sedang memilih untuk memuliakan warganya, bukan hanya mempercantik foto di brosur.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!