Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Narkoba hingga Tawuran, Polisi Sampaikan Pesan untuk Siswa

Dari Narkoba hingga Tawuran, Polisi Sampaikan Pesan untuk Siswa
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Pencegahan dimulai dari pilihan sehari-hari

Pesan polisi kepada siswa adalah edukasi langsung tentang cara menghindari narkoba, kekerasan, pergaulan berisiko, dan tindakan lain yang dapat membahayakan masa depan maupun keselamatan mereka. Pesan semacam ini penting, tetapi dampaknya bergantung pada apakah nasihat di upacara diteruskan menjadi kebiasaan nyata di sekolah, rumah, dan lingkungan pertemanan. Pada Senin (26/10/2026) pagi, Kapolres Kebumen AKBP Rachmad C. Yusuf menjadi inspektur upacara bendera di SMK Negeri 2 Kebumen. Upacara mulai pukul 07.00 WIB dan diikuti kepala sekolah, guru, staf, serta para siswa. Ia mengingatkan pelajar agar menjauhi narkoba, tawuran, aksi gengster, dan berkendara ugal-ugalan. Narkoba, ujarnya, menjadi perhatian serius kepolisian karena dapat merusak masa depan generasi muda.

Peringatan itu patut dibaca sebagai ajakan mengambil keputusan sebelum tekanan teman sebaya atau rasa ingin tahu berubah menjadi pelanggaran. Kapolres meminta siswa menjaga diri, memilih lingkungan pergaulan yang positif, dan tidak mengikuti ajakan yang dapat menjerumuskan mereka ke masalah hukum. Inilah inti pencegahan tawuran pelajar: bukan hanya melarang perkelahian, melainkan membangun keberanian untuk menjauh dari kelompok dan situasi yang mendorong kekerasan.

Keselamatan dan kecakapan digital juga bagian dari edukasi

Narkoba dan tawuran bukan satu-satunya risiko yang disorot. Kapolres juga mengingatkan siswa agar tidak berkendara ugal-ugalan, sebab tindakan itu membahayakan pengendara sendiri maupun pengguna jalan lain. Harapannya, pelajar menaati aturan lalu lintas dan menjadi pelopor keselamatan, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.

Ia turut meminta siswa lebih cermat menghadapi hoaks di media sosial: periksa sumber dan kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Kebiasaan itu sederhana, tetapi dapat mencegah kabar menyesatkan meluas melalui akun para pelajar. Kehadiran polisi di sekolah karena itu sebaiknya tidak berhenti sebagai seremoni. Edukasi polisi sekolah akan lebih bermakna jika siswa memahami tugas kepolisian sekaligus mampu menerapkan kepatuhan hukum, keselamatan, dan tanggung jawab digital dalam keseharian.

Pesan serupa hadir dalam kegiatan Pramuka

Sehari sebelumnya, Minggu (25/10/2026), Kapolsek Gununghalu AKP Maulana Yusup memimpin upacara penutupan Lomba Tingkat II Pramuka Penggalang Kwartir Rongga di Lapangan Loa, Desa Bojong, Kabupaten Bandung Barat. Ratusan anggota Pramuka mengikuti kegiatan tersebut. Dalam amanatnya, ia menekankan disiplin, semangat belajar, dan keberanian menolak penyalahgunaan narkoba. Ia juga mengajak peserta menjadikan nilai kepramukaan sebagai pedoman di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Pesan kepada anggota Pramuka memperluas jangkauan pencegahan: siswa jauhi narkoba bukan hanya saat berada di kelas, tetapi juga dalam kegiatan dan pergaulan di luar sekolah. Disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan solidaritas yang dilatih dalam Pramuka dapat menjadi penyangga terhadap pilihan merugikan. Namun, nasihat orang dewasa perlu ditopang lingkungan yang memberi ruang bagi anak muda untuk bertanya, meminta bantuan, dan menolak ajakan berbahaya tanpa takut dikucilkan.

Nasihat harus berlanjut menjadi pendampingan

Dua kegiatan itu menunjukkan polisi memilih sekolah dan Pramuka sebagai ruang untuk mendekati generasi muda, bukan hanya sebagai tempat menyampaikan larangan. Pendekatan tersebut berguna karena membawa pembicaraan tentang hukum, narkoba, kekerasan, lalu lintas, dan informasi palsu ke lingkungan yang dekat dengan keseharian pelajar. Akan tetapi, pesan satu kali dalam upacara tidak cukup untuk menghadapi tekanan pergaulan yang berlangsung setiap hari. Guru, keluarga, pembina, dan polisi perlu membuat nasihat itu terasa relevan melalui komunikasi yang konsisten dan contoh perilaku yang baik.

Pada akhirnya, pesan polisi siswa akan bernilai jika pelajar mampu menerjemahkannya menjadi pilihan: menjauhi narkoba dan tawuran, tidak bergabung dengan gengster, berkendara tertib, serta menyaring informasi sebelum membagikannya. Upacara dapat membuka percakapan, tetapi karakter dibentuk melalui keputusan kecil yang diulang dan dukungan orang-orang di sekitar mereka. Pencegahan kenakalan remaja karena itu bukan tugas polisi semata; sekolah, keluarga, dan komunitas harus sama-sama menjaga agar pilihan sehat lebih mudah diambil.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!