Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Nilai Pancasila hingga Rantai Kemanusiaan, Mahasiswa Ajak Siswa Cegah Perundungan

Dari Nilai Pancasila hingga Rantai Kemanusiaan, Mahasiswa Ajak Siswa Cegah Perundungan
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Empati sebagai dasar sekolah yang aman

Edukasi anti-perundungan adalah pembelajaran yang membantu anak mengenali tindakan menyakiti, memahami dampaknya, dan memilih cara memperlakukan teman dengan hormat. Upaya ini paling bermakna ketika tidak berhenti pada larangan, tetapi menghubungkan empati dengan tindakan sehari-hari di lingkungan sekolah. Pada 21 Oktober 2026, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Rantai Kemanusiaan: Merangkul Teman, Melawan Perundungan!” bagi siswa kelas 5 SD Negeri Paseban 01 Pagi, Senen, Jakarta Pusat. Program tersebut mengaitkan nilai Pancasila siswa dengan cita-cita membangun sekolah ramah anak. Hubungan ini penting: prinsip kemanusiaan baru terasa nyata jika siswa tahu cara menghargai teman, menolak pengucilan, dan meminta bantuan saat melihat perundungan.

Dari mengenali perundungan ke membangun kebersamaan

Untuk siswa sekolah dasar, pesan moral perlu disertai pemahaman tentang bentuk perundungan yang mungkin mereka jumpai. Dalam kegiatan di SD Negeri Paseban 01 Pagi, mahasiswa mengajak siswa mengenali perundungan fisik dan verbal, pengucilan, serta bahaya perundungan siber di media sosial dan dampaknya bagi korban. Materi ini membuat ajakan untuk “berbuat baik” lebih konkret: anak dapat belajar membedakan konflik biasa dari tindakan yang merendahkan atau menyakiti. Kegiatan juga memakai permainan kelompok untuk melatih kerja sama dan rasa saling menghargai. Siswa menempelkan pesan positif di Pohon Harapan Anti-Perundungan sebagai tanda komitmen bersama. Pilihan aktivitas ini tepat untuk usia sekolah dasar karena memberi ruang bagi siswa untuk membicarakan masalah, berlatih berinteraksi, dan menyuarakan sikap mereka sendiri.

Sila kedua dikenalkan sejak usia dini

Pendekatan untuk anak TK perlu lebih sederhana, berulang, dan menyenangkan. Pada 29 Oktober 2026, mahasiswa UBSI Margonda mengadakan kegiatan pencegahan perundungan melalui penanaman sila kedua di TKIT Khairul Ummah, Desa Waringin Jaya, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Gagasan utamanya tetap sama—menghormati dan menyayangi teman—tetapi cara menyampaikannya disesuaikan dengan usia peserta. Anak-anak diajak menyanyikan lagu bertema Stop Bullying, mengikuti permainan sederhana, menonton video animasi, dan mendengarkan cerita “Si Lalat Hitam”. Mereka kemudian bermain “Boleh atau Tidak Boleh” untuk membedakan tindakan seperti menghina teman dan mengajaknya bermain. Dibandingkan diskusi tentang ragam perundungan untuk siswa kelas 5, kegiatan ini mengandalkan cerita, lagu, dan contoh langsung. Perbedaan itu bukan soal mana yang lebih baik, melainkan soal memberi anak bahasa dan pengalaman yang sesuai tahap perkembangannya.

Dari Nilai Pancasila hingga Rantai Kemanusiaan, Mahasiswa Ajak Siswa Cegah Perundungan

Nilai Pancasila harus tampak dalam perilaku

Kedua kegiatan menjadikan sila kedua Pancasila—“Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”—sebagai pedoman dalam pertemanan, bukan sekadar materi hafalan. Pada program untuk anak TK, mahasiswa berharap peserta belajar menjauhi perundungan serta membiasakan sikap saling menghargai, peduli, dan menyayangi teman. Harapan tersebut mengingatkan bahwa pendidikan karakter perlu diterjemahkan menjadi tindakan yang bisa dilihat dan dipraktikkan. Permainan, cerita, dan pesan tertulis dapat membuka percakapan, tetapi sekolah ramah anak terbentuk melalui kebiasaan bersama: tidak menertawakan korban, tidak ikut mengucilkan, dan berani menyampaikan ketika ada teman yang disakiti. Karena itu, edukasi anti-perundungan akan lebih kuat bila nilai Pancasila hadir dalam hubungan sehari-hari, bukan hanya dalam satu kegiatan. Rantai kemanusiaan tumbuh ketika setiap anak belajar bahwa sikap mereka ikut menentukan rasa aman teman-temannya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!