Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Puisi hingga Monolog, Festival Sastra Ajak Pelajar Berkarya

Dari Puisi hingga Monolog, Festival Sastra Ajak Pelajar Berkarya
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Festival literasi sebagai ruang berkarya

Festival literasi pelajar adalah kegiatan yang memberi peserta didik ruang untuk mengembangkan kreativitas, mengasah potensi, dan menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa serta sastra melalui lomba dan aktivitas literasi. Semangat itu tampak dalam Festival Adikarya Bintang Literasi 3 yang digelar SMAN 1 Manggar pada 21–23 Oktober 2026, sebagai bagian dari Bulan Bahasa dan Sastra. Festival ini menghadirkan tujuh perlombaan, dengan enam kategori untuk warga sekolah: cerpen, monolog, vokal grup, duta literasi, peragaan busana, dan pojok literasi. Satu lomba lainnya, vokal solo putra dan putri, terbuka bagi pelajar SMA atau sederajat se-Pulau Belitung. Ragam kegiatan tersebut lebih berarti daripada seremoni semata: siswa mendapat pilihan untuk menunjukkan kemampuan sesuai minat, sementara budaya literasi hadir dalam bentuk yang beragam dan dekat dengan keseharian sekolah.

Dampak festival semacam ini tidak seharusnya diukur hanya dari siapa yang menang. Ruang untuk mencoba menulis, tampil, atau merancang pojok literasi juga membantu pelajar melihat bahasa sebagai sarana berekspresi, bukan sekadar materi pelajaran. Karena itu, tujuh lomba Adikarya Bintang Literasi 3 menjadi pendekatan yang patut dicatat dalam perayaan Bulan Bahasa.

Puisi dan monolog menjangkau pelajar Kudus

Di Kudus, Oktober Bahasa Festival (OKBAFEST) 2026 memadukan kegiatan belajar dan kompetisi dalam satu rangkaian. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muria Kudus menggelarnya pada Rabu, 28 Oktober, di Aula Masjid Darul 'Ilmi UMK untuk memperingati Bulan Bahasa. Dua perlombaan menjadi panggung bagi pelajar se-Kabupaten Kudus: lomba baca puisi tingkat SMP dan lomba monolog pelajar tingkat SMA. Pembagian kategori berdasarkan jenjang membuat kesempatan tampil lebih terarah, sementara seleksi awal daring memungkinkan peserta mengirimkan video penampilan sebelum final. Panitia kemudian memilih tiga finalis dari tiap kategori untuk tampil pada hari festival. Format ini memberi kompetisi alur yang jelas sekaligus menempatkan penampilan langsung sebagai puncak proses, bukan satu-satunya kesempatan untuk dinilai.

Pilihan puisi dan monolog juga memperlihatkan dua sisi keterampilan sastra: menghidupkan karya melalui pembacaan dan membangun tokoh atau suasana melalui penampilan. Kehadiran lomba baca puisi dan lomba monolog pelajar dalam acara yang sama membuat OKBAFEST terasa lebih dari sekadar perayaan kalender. Festival ini memberi pelajar ruang untuk melatih suara, interpretasi, dan keberanian tampil.

Dari Puisi hingga Monolog, Festival Sastra Ajak Pelajar Berkarya

Workshop menambah sisi literasi OKBAFEST

OKBAFEST tidak hanya mengundang pelajar untuk berkompetisi. Rangkaian acara dibuka dengan workshop penulisan antologi puisi yang secara khusus ditujukan bagi mahasiswa baru semester satu PBSI UMK. Mengusung tema pelatihan menulis puisi dan penerbitan antologi, sesi ini menghadirkan Afif Khoiruddin sebagai narasumber. Peserta mendapat kesempatan mempelajari penulisan puisi sekaligus mengenal proses menerbitkan karya dalam bentuk antologi.

Pembedaan sasaran ini justru memperkaya festival: pelajar Kudus memperoleh ruang tampil melalui lomba, sedangkan mahasiswa baru belajar mengembangkan karya tulis hingga memahami jalur penerbitannya. Keduanya menunjukkan bahwa budaya literasi tidak berhenti pada membaca atau memenangkan kompetisi; proses mencipta dan membagikan karya juga penting. Dalam rangkaian Bulan Bahasa, gabungan workshop dan lomba menjadi model yang lebih hidup karena menyediakan pengalaman belajar sekaligus kesempatan unjuk kemampuan.

Perayaan bahasa yang memberi ruang nyata

Festival Adikarya Bintang Literasi 3 dan OKBAFEST 2026 menunjukkan bahwa perayaan sastra paling bermakna ketika menyediakan ruang partisipasi yang nyata. Yang satu menawarkan tujuh perlombaan dengan cakupan warga sekolah dan pelajar SMA atau sederajat se-Pulau Belitung; yang lain mempertemukan lomba baca puisi serta monolog bagi pelajar Kudus dengan workshop puisi untuk mahasiswa baru. Ragam sasaran dan bentuk kegiatan itu memperluas cara generasi muda terlibat dalam bahasa dan sastra.

Kesimpulannya, Bulan Bahasa akan lebih berkesan bila dirayakan lewat pengalaman yang bisa diikuti, bukan hanya slogan. Lomba memberi keberanian untuk tampil, sedangkan workshop membuka jalan dari gagasan menuju karya. Dengan terus menghadirkan ruang seperti ini, festival sastra dapat membantu kebiasaan literasi tumbuh sebagai praktik kreatif yang dekat dengan kehidupan pelajar.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!