Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Korpasgat Angkat Lima Pejabat sebagai Warga Kehormatan

Korpasgat Angkat Lima Pejabat sebagai Warga Kehormatan
Minat|Fotografi Udara Drone

Penghormatan yang membawa pesan sinergi

Warga kehormatan Korpasgat adalah gelar penghargaan yang diberikan korps kepada pejabat di luar satuan sebagai tanda penghormatan dan kedekatan antarlembaga. Korps Pasukan Gerak Cepat mengangkat lima pejabat TNI Polri sebagai warga kehormatan dalam prosesi di Markas Komando Korpasgat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Senin. Piagam penghargaan menjadi penanda resmi pengangkatan tersebut. Para penerima ialah Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali. Nilai acara ini bukan semata-mata pada gelar seremonial. Penghormatan tersebut menyampaikan harapan agar koordinasi dan sinergi TNI-Polri semakin terjaga dalam menjalankan tugas bagi bangsa dan negara. Namun, simbol kedekatan baru bermakna apabila tercermin dalam kerja sama nyata.

Operasi khusus sebagai panggung kemampuan

Rangkaian acara di Bandung juga memuat demonstrasi operasi khusus yang memperlihatkan keterampilan prajurit, bukan sekadar melengkapi upacara. Simulasi Airborne Raid menampilkan infiltrasi dengan wingsuit dan terjun bebas, disusul penggunaan paramotor dan paratrike serta drone pengintai dan drone kamikaze. Prajurit kemudian memperagakan serbuan menggunakan kendaraan taktis dan eksfiltrasi melalui Airborne Tactical Extraction Platform dengan helikopter NAS-332 Super Puma. Rangkaian ini memberi gambaran tentang cara pasukan memadukan mobilitas, teknologi, dan taktik dalam skenario operasi. Demonstrasi tersebut juga membuat pemberian gelar lebih berbobot: para pejabat menyaksikan langsung kemampuan yang menjadi bagian dari identitas Korpasgat. Meski begitu, pertunjukan kemampuan tetap merupakan gambaran operasi, bukan bukti tersendiri tentang hasil misi nyata.

Lambang korps dan makna di balik seremoni

Setelah demonstrasi, kelima pejabat menerima Baret Korpasgat, Brevet Komando, Brevet Terjun Bebas Tempur, Brevet Anti Teror Lawan Bajak Udara, serta Pisau Komando Korpasgat sebagai bagian dari prosesi. Mereka juga menuliskan pesan dan kesan bagi prajurit Baret Jingga, dengan dorongan untuk menjaga semangat pengabdian, meningkatkan profesionalisme, dan memelihara kehormatan satuan. Rangkaian simbol dan pesan itu memperkuat kesan bahwa pengangkatan warga kehormatan dimaksudkan sebagai ikatan kelembagaan, bukan sekadar pemberian atribut. Tetapi ukuran keberhasilan upacara ini pada akhirnya bukan banyaknya perlengkapan yang diserahkan atau manuver yang ditampilkan. Ukurannya adalah apakah penghormatan tersebut membantu membangun koordinasi dan kepercayaan yang berkelanjutan di antara institusi.

Kesimpulannya, pengangkatan lima pejabat sebagai warga kehormatan Korpasgat menggabungkan penghargaan resmi dengan demonstrasi kemampuan prajurit. Prosesi itu membawa pesan yang tepat tentang soliditas TNI-Polri, tetapi pesan tersebut perlu dibuktikan melalui kerja sama dalam pelaksanaan tugas. Piagam dan pertunjukan menjadi awal simbolis; komitmen antarlembaga adalah bagian yang akan menentukan maknanya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!