Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

TKA Berbasis Komputer Lancar, Kesiapan Perangkat Belum Merata

TKA Berbasis Komputer Lancar, Kesiapan Perangkat Belum Merata
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Kelancaran ujian bergantung pada kesiapan sekolah

Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis komputer adalah ujian akademik yang dikerjakan siswa melalui perangkat digital, dengan sekolah menyiapkan sarana dan pengaturan sesi agar seluruh peserta dapat mengikuti tes. Pelaksanaan di sejumlah SMK memperlihatkan bahwa ujian online sekolah dapat berjalan lancar ketika komputer dan sistem tersedia, tetapi kesiapan itu belum merata. Di SMKN 9 Medan, TKA daring berlangsung selama dua minggu; gelombang pertama dijadwalkan 26–29 Oktober 2026 dalam tiga sesi setiap hari. Sebanyak 511 siswa mengikuti ujian dengan dukungan 19 komputer yang tersebar di 12 ruangan. Pihak sekolah menyatakan komputer mencukupi setelah gladi bersih, sehingga peserta tidak perlu membawa laptop. Pengalaman ini menunjukkan bahwa perencanaan sesi dapat membantu sekolah mengelola perangkat terbatas, tetapi kelancaran teknis saja belum cukup untuk menjamin siswa siap secara akademik.

Tantangan lain muncul karena sebagian siswa kelas XII SMKN 9 sedang menjalani praktik kerja lapangan selama satu semester. Mereka perlu meminta izin dari tempat PKL untuk mengikuti ujian, sementara pekerjaan dan waktu belajar juga harus dibagi. Sekolah mengandalkan sosialisasi dan komunikasi melalui grup percakapan, bukan pembekalan khusus tatap muka. Benturan jadwal TKA dan asesmen nasional dengan kegiatan PKL patut menjadi perhatian penyelenggara: ujian yang dimaksudkan untuk mengukur kemampuan siswa seharusnya tidak membuat mereka terjepit antara kewajiban akademik dan tanggung jawab praktik.

Ujian berjalan lancar, tetapi kesiapan tidak seragam

Di SMKN 3 Telukkuantan, 33 siswa kelas XII mengikuti TKA di laboratorium komputer sekolah. Pada hari ketiga, Rabu, 28 Oktober 2026, ujian berlangsung lancar tanpa gangguan jaringan maupun sistem; gelombang pertama dijadwalkan berakhir pada Kamis, 29 Oktober. Skala peserta yang lebih kecil memungkinkan sekolah menuntaskan ujian dalam satu gelombang. Namun, kelancaran pada satu sekolah tidak semestinya dianggap sebagai gambaran semua pelaksanaan TKA siswa SMK. Kondisi fasilitas berbeda-beda, dan hasil ujian juga dipengaruhi oleh kesempatan belajar serta waktu yang dimiliki siswa untuk bersiap. Harapan memperoleh nilai terbaik penting, tetapi evaluasi pelaksanaan perlu menilai bukan hanya hasil, melainkan juga apakah setiap peserta mendapat akses yang layak.

TKA Berbasis Komputer Lancar, Kesiapan Perangkat Belum Merata

Perangkat ujian TKA masih menjadi pekerjaan rumah

Keterbatasan sarana tampak lebih jelas di SMKN 2 Rantau. Pada Senin, 26 Oktober 2026, sekolah menghadapi kendala ketersediaan listrik sehingga komputer yang ada, tetapi belum dirakit, tidak dapat digunakan. Untuk menjaga ujian tetap berjalan, peserta memanfaatkan laptop pribadi dan akses internet melalui hotspot telepon seluler. Keadaan ini memperlihatkan bahwa perangkat ujian TKA bukan sekadar komputer yang tercatat dimiliki sekolah: listrik, perakitan, dan koneksi internet juga menentukan apakah perangkat itu benar-benar bisa dipakai. Ketergantungan pada fasilitas pribadi serta jaringan seluler dapat membuat pelaksanaan lebih rentan, sehingga dukungan infrastruktur dasar perlu menjadi bagian dari persiapan, bukan ditangani sebagai solusi darurat saat ujian berlangsung.

Peserta di SMKN 2 Rantau juga harus membagi tenaga antara persiapan TKA dan PKL. Sekolah meminta izin kepada tempat praktik dan membagikan tautan bimbingan daring karena siswa tidak seluruhnya dapat belajar langsung di sekolah. Situasi ini menegaskan dua pekerjaan rumah yang saling terkait: memastikan fasilitas ujian berfungsi dan memberi siswa waktu serta pendampingan yang memadai. Sekolah berharap evaluasi pelaksanaan menjadi masukan untuk memperbaiki sarana dan kesiapan peserta pada kesempatan berikutnya.

TKA Berbasis Komputer Lancar, Kesiapan Perangkat Belum Merata

Kelancaran harus diukur dari akses yang setara

Gambaran dari tiga SMK menunjukkan bahwa TKA berbasis komputer bisa berlangsung lancar, tetapi kelancaran tidak otomatis berarti kesiapan sudah merata. SMKN 9 Medan memiliki cukup komputer untuk mengatur tiga sesi, SMKN 3 Telukkuantan menyelenggarakan ujian bagi 33 siswa di laboratorium sekolah, sedangkan SMKN 2 Rantau harus mengandalkan laptop pribadi dan hotspot karena kendala listrik. Di semua kasus, jadwal PKL turut memengaruhi persiapan siswa. Evaluasi pemerintah dan sekolah perlu menempatkan listrik, perangkat siap pakai, koneksi, penjadwalan, serta pendampingan belajar sebagai satu rangkaian kebutuhan. Tanpa itu, ujian online sekolah berisiko menilai bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga keberuntungan peserta dalam memperoleh akses dan waktu belajar.

Kesimpulannya, pelaksanaan TKA di SMK telah menunjukkan bahwa ujian digital dapat dijalankan dengan pengaturan yang baik, tetapi pengalaman sekolah tidak seragam. Keberhasilan berikutnya seharusnya tidak hanya dinilai dari ujian yang selesai tanpa gangguan. Ukurannya juga harus mencakup kesiapan perangkat, dukungan infrastruktur, dan kesempatan yang adil bagi siswa yang sedang PKL. Perbaikan pada hal-hal itu akan membuat hasil TKA lebih bermakna sebagai cerminan kemampuan, bukan keterbatasan fasilitas.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!