Mengapa ikan asin berinsektisida harus diwaspadai
Ikan asin berinsektisida adalah ikan asin yang dalam proses pengolahan atau penjemurannya terkena cairan pembasmi serangga, bukan bahan pengawet pangan yang aman. Insektisida dirancang untuk merusak sistem saraf serangga; jika mencemari makanan, zat aktifnya dapat ikut tertelan dan memicu keracunan. Risiko ini menjadi perhatian setelah video ikan asin yang dinarasikan disemprot Baygon atau cairan pembasmi serangga beredar di media sosial. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, memperingatkan bahwa residu bahan kimia bisa tertinggal pada ikan meski penyemprotan membuat lalat pergi. Karena itu, jangan menyamakan ikan yang tampak bebas lalat dengan produk yang aman. Video tersebut tidak membuktikan bahwa semua produsen melakukan praktik serupa, tetapi cukup menjadi alasan untuk lebih cermat memilih dan tidak mengonsumsi produk yang dicurigai terpapar.

Mengusir lalat bukan alasan memakai racun
Ikan asin dibuat melalui proses pembersihan, penggaraman, dan penjemuran yang dapat berlangsung berhari-hari. Selama pengeringan, lalat bisa hinggap dan membawa mikroorganisme; pada ikan yang masih basah atau setengah kering, lalat juga dapat bertelur. Kekhawatiran terhadap lalat dan belatung mungkin mendorong sebagian orang menyemprot ikan, tetapi cara itu menukar satu masalah kebersihan dengan bahaya kimia. Insektisida bukan bahan pengawet makanan, dan penyemprotan pada permukaan ikan berpotensi meninggalkan residu racun serangga yang ikut tertelan. Cara yang benar ialah menjaga kebersihan dan melindungi ikan selama penjemuran, bukan menggunakan produk pembasmi serangga pada pangan. Produsen dapat menerapkan penggaraman dengan tepat serta memakai penutup atau pelindung berjaring agar lalat tidak hinggap.

Dampak kesehatan dan peringatan BPOM
Bahaya ikan asin yang terpapar insektisida tidak berhenti pada rasa atau penampilan. Senyawa aktif dalam insektisida dibuat untuk mengganggu sistem saraf serangga, sedangkan paparan melalui makanan dapat menyebabkan keracunan. Gejala yang disebut dalam sumber mencakup mual, diare, dan rasa seperti terbakar di tenggorokan, terutama bila senyawa aktif tertelan dalam jumlah banyak. Tingkat risiko bergantung pada paparan; jangan menganggap produk aman hanya karena sudah dicuci atau dimasak, sebab sumber yang tersedia tidak menyatakan bahwa langkah tersebut menghilangkan residu. Menanggapi video viral, BPOM meminta edukasi kepada nelayan dan pelaku usaha agar bahan pembasmi serangga tidak digunakan pada pangan serta berharap produk yang menggunakannya tidak diedarkan. Peringatan BPOM patut diperlakukan sebagai alasan untuk tidak mengambil risiko dengan produk yang asal-usul atau prosesnya meragukan.

Cara memilih dan menyikapi ikan asin yang mencurigakan
Pembeli tidak selalu dapat mengetahui bahan yang digunakan saat ikan dijemur. Karena itu, utamakan ikan asin dari produsen atau penjual tepercaya yang dapat menjelaskan sumber dan cara pengolahannya. Pilih produk yang tampak bersih dan disimpan dengan baik, tetapi ingat bahwa penampilan saja tidak dapat memastikan bebas dari residu racun serangga. Jika Anda mengetahui atau menduga ikan asin terkena insektisida, jangan mencicipi ataupun mengonsumsinya; pisahkan dari makanan lain dan tanyakan kepada penjual mengenai asal produk. Jangan pula menganggap bau, pencucian, atau pemasakan sebagai jaminan keamanan karena sumber tidak menyediakan dasar untuk klaim tersebut. BPOM mengimbau masyarakat memilih pangan yang aman dan terjamin kualitasnya. Sikap paling masuk akal ialah menolak produk yang dicurigai terpapar, bukan berharap racunnya sudah hilang.
- Pilih ikan asin dari sumber tepercaya dan tanyakan proses pengolahannya bila informasinya tidak jelas.
- Hindari produk yang diketahui atau diduga disemprot cairan pembasmi serangga; jangan mengonsumsinya.
- Untuk produsen, gunakan penggaraman yang tepat dan pelindung berjaring selama penjemuran, bukan insektisida.
Intinya, pengendalian lalat tidak boleh dilakukan dengan menyemprotkan racun pada ikan. Residu dapat tertinggal, sementara konsumen tidak bisa menilai keamanannya hanya dari rupa produk. Pilih sumber tepercaya dan tinggalkan ikan asin yang dicurigai tercemar.






