Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Integritas dan Kinerja Menentukan Karier Pejabat Fungsional

Integritas dan Kinerja Menentukan Karier Pejabat Fungsional
Minat|Alat Produktivitas Kantor

Pelantikan sebagai awal pembuktian

Pengembangan karier pejabat fungsional adalah proses penempatan dan peningkatan tanggung jawab ASN berdasarkan kompetensi, kualifikasi, serta kinerja, dengan integritas sebagai syarat agar kewenangan jabatan memberi manfaat bagi masyarakat. Karena itu, pelantikan bukan garis akhir atau sekadar seremoni: ia menandai dimulainya pembuktian melalui hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan. Pada Senin, 26 Oktober 2026, BPSDM Hukum melantik empat pejabat fungsional di lingkungan Kementerian Hukum. Pengangkatan melalui perpindahan dari jabatan lain menjadi bagian dari penerapan sistem merit. Sekretaris BPSDM Hukum, Eem Nurmanah, menegaskan bahwa integritas, profesionalisme, dan kinerja terukur harus menjadi dasar pelaksanaan amanah. Pesan ini patut dibaca sebagai standar, bukan formalitas: sistem merit hanya bermakna jika kesempatan berkarier diikuti tuntutan hasil dan perilaku yang konsisten.

Tiga pejabat dilantik langsung di Guest House BPSDM Hukum: Deta Agung Rizky Yuliansyah dan Rizka Amalia Dalimunthe sebagai Analis Anggaran Ahli Pertama, serta Agoes Ary Prasetio sebagai Penyuluh Hukum Ahli Pertama. Yosua Berton Munthe, juga Analis Anggaran Ahli Pertama, mengikuti pelantikan secara virtual dari Balai Pelatihan Hukum Batam. Perbedaan lokasi tidak mengubah tuntutan yang sama. Integritas ASN berarti menjaga amanah, menaati ketentuan, dan mendahulukan kepentingan publik; kompetensi harus tampak dalam keputusan serta keluaran kerja, bukan hanya tercantum dalam jabatan.

Integritas dan Kinerja Menentukan Karier Pejabat Fungsional

Kinerja harus terasa dalam tugas sehari-hari

Penekanan pada kinerja terukur menjadi penting karena jabatan fungsional memiliki keluaran yang berhubungan langsung dengan mutu tata kelola dan pengetahuan hukum masyarakat. Analis Anggaran diharapkan menyusun analisis objektif dan akurat untuk membantu pengelolaan anggaran yang efektif, efisien, transparan, serta akuntabel. Penyuluh Hukum diharapkan memperluas edukasi agar kesadaran hukum dan budaya taat hukum tumbuh di masyarakat. Dampaknya bukan abstrak: analisis yang cermat mendukung penggunaan sumber daya yang bertanggung jawab, sementara penyuluhan yang jelas membantu warga memahami hukum. Dengan demikian, karier pejabat fungsional semestinya dinilai dari kompetensi dan kontribusi, bukan semata-mata perpindahan jabatan. Eem meminta pejabat yang baru dilantik beradaptasi, terus mengembangkan kemampuan, dan menunjukkan kinerja berorientasi hasil.

Arah tersebut juga menjelaskan mengapa profesionalisme ASN perlu dipahami sebagai perilaku kerja yang bisa dirasakan pengguna layanan. Ketepatan analisis, kepatuhan pada aturan, sikap bertanggung jawab, dan kemampuan menyampaikan informasi hukum dengan baik membentuk pengalaman masyarakat saat berurusan dengan pemerintah. Jika unsur-unsur itu lemah, tujuan peningkatan kualitas pelayanan hanya menjadi janji. Sebaliknya, ketika aparatur bekerja akuntabel dan terus memperbarui kompetensi, pelayanan publik hukum dapat menjadi lebih jelas dan dapat diandalkan. Pelantikan ini memberi mandat; kualitas pelaksanaannya akan menentukan apakah mandat tersebut menghasilkan manfaat nyata.

Integritas dan Kinerja Menentukan Karier Pejabat Fungsional

Disiplin menghubungkan aparatur dan layanan

Pelantikan itu mendapat konteks yang lebih luas dari apel pagi BPSDM Hukum, yang menyoroti profesionalisme, kedisiplinan, dan tanggung jawab ASN dalam tugas serta pelayanan publik. Apel diikuti jajaran BPSDM Hukum, BSK Hukum, Politeknik Pengayoman Indonesia, dan peserta magang; Pagar Butar Butar, Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pelayanan Hukum BSK Hukum, bertindak sebagai pembina. Ia mengingatkan tiga fungsi ASN: pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Pesan ini menegaskan bahwa disiplin bukan urusan kehadiran semata. Ia menjadi kebiasaan memenuhi tanggung jawab, bekerja proporsional, dan berkoordinasi agar kepentingan masyarakat tidak tersisih oleh kelalaian atau kerja yang terputus-putus.

Hubungan antara perilaku aparatur dan mutu pelayanan hukum tidak berhenti pada slogan. Kompetensi yang dikembangkan BPSDM Hukum perlu diterjemahkan menjadi kerja yang profesional, disiplin, dan selaras antarfungsi; koordinasi yang baik membantu memastikan tata kelola serta pelayanan berjalan lebih berkualitas. Karena itu, apel dan pelantikan menyampaikan tuntutan yang saling melengkapi: yang pertama mengingatkan seluruh jajaran pada tanggung jawab harian, sedangkan yang kedua menetapkan amanah khusus bagi pejabat yang baru dilantik. Masyarakat pada akhirnya menilai keduanya melalui layanan yang mereka terima, bukan melalui upacara atau pesan internal.

Integritas dan Kinerja Menentukan Karier Pejabat Fungsional

Ukur amanah dari hasil dan kepercayaan

Langkah berikutnya semestinya konkret: para pejabat baru menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, memperkuat kompetensi, dan menunjukkan hasil yang dapat dinilai. Seluruh jajaran juga diharapkan menjaga komitmen, memperkuat kerja sama, dan menjalankan amanah dengan tanggung jawab. Namun, ukuran keberhasilan tidak cukup berupa terpenuhinya prosedur. Organisasi perlu memastikan analisis anggaran benar-benar objektif dan edukasi hukum menjangkau kebutuhan masyarakat. Itulah cara menjadikan sistem merit lebih dari mekanisme administrasi dan memastikan profesionalisme ASN berujung pada pelayanan publik hukum yang lebih baik.

Pelantikan empat pejabat fungsional ini layak dipandang sebagai pengingat bahwa karier di pemerintahan adalah kepercayaan yang harus dibuktikan setiap hari. Integritas menjaga agar kewenangan digunakan dengan benar; kompetensi dan kinerja memastikan tugas menghasilkan manfaat; kedisiplinan membuat pelayanan tetap bertanggung jawab. Ketiganya tidak dapat dipisahkan. Kesimpulannya jelas: pengembangan karier ASN akan bernilai bagi publik hanya jika integritas dan profesionalisme tampak dalam hasil kerja serta mutu layanan hukum yang diterima masyarakat.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!