Inklusi keuangan dimulai dari keterampilan sehari-hari
Literasi keuangan inklusif adalah pembelajaran yang membantu setiap anak memahami uang dan membuat pilihan finansial sesuai kebutuhan serta cara belajarnya, tanpa mengecualikan siswa penyandang disabilitas. Karena itu, literasi keuangan inklusi seharusnya tidak berhenti pada penyampaian teori, tetapi memberi kesempatan untuk berlatih. Pada 26 Oktober 2026, Manulife Indonesia, Manulife Syariah Indonesia, dan Yayasan Manulife Peduli mengadakan Inclusion for All di SLBN 3 Jakarta sebagai bagian dari Bulan Inklusi Keuangan yang dicanangkan OJK. Lebih dari 400 orang—termasuk siswa, guru, orang tua, relawan karyawan, dan tenaga pemasar—terlibat untuk memperkuat pemahaman dasar dan kemandirian finansial sejak dini. Cakupan pesertanya penting: keterampilan anak akan lebih mudah tumbuh bila sekolah dan keluarga ikut mendukung. Namun, ukuran keberhasilan tetaplah apakah pelajaran bisa dipakai dalam kehidupan sehari-hari.
Belajar lewat praktik, bukan sekadar penjelasan
Program edukasi finansial Manulife menyesuaikan kegiatan dengan kebutuhan belajar siswa: mereka mengenali mata uang, berlatih menabung dengan celengan, lalu mencoba simulasi jual beli melalui bazar vokasional. Urutan ini masuk akal karena konsep abstrak menjadi lebih nyata saat anak dapat memegang, menyimpan, dan menggunakan uang dalam kegiatan terarah. Bazar yang menampilkan produk kuliner, kerajinan, dan karya siswa juga memberi konteks praktis pada transaksi. Guru dan orang tua memperoleh pembekalan tentang pengelolaan keuangan rumah tangga serta cara mendukung pembelajaran anak di sekolah dan rumah. Kolaborasi Manulife dengan Yayasan Manulife Peduli dan Yayasan Kitaoneus Asia Inklusi memperluas akses pendidikan dan literasi keuangan bagi penyandang disabilitas. Ini contoh CSR yang lebih bermakna daripada kegiatan sesaat bila keterampilan yang dipelajari terus dipraktikkan bersama anak.
Keuangan, perlindungan, dan tanggung jawab lingkungan
Contoh lain datang dari BCA Life, Duitin, dan BCA KCU Kebayoran Baru, yang mengadakan edukasi keuangan dan asuransi bagi ratusan siswa SMA Hang Tuah 1 Jakarta dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan, yang berlangsung setiap Oktober. Berbeda dari kegiatan Manulife di SLBN 3, sumber program ini tidak menyebut peserta sebagai siswa berkebutuhan khusus; keduanya lebih tepat dilihat sebagai contoh edukasi dengan sasaran yang berbeda. BCA Life juga mengajak siswa memilah sampah lewat Aksi Siswa Rawat Bumi (ASRI). Menurut data SIPSN yang dikutip dalam laporan kegiatan, Jakarta menghasilkan sekitar 9.180 ton sampah per hari pada 2025. Edukasi asuransi memberi ruang untuk membahas perlindungan, tetapi istilah asuransi siswa sekolah tidak berarti peserta otomatis memperoleh polis. Kesimpulannya, inisiatif semacam ini bernilai ketika pembelajaran inklusif, praktik finansial, dan tanggung jawab sosial hadir bersama—serta tidak menjanjikan perlindungan yang tidak dinyatakan.






