Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari HPP hingga Investasi, Siswa SMK Belajar Mengelola Uang

Dari HPP hingga Investasi, Siswa SMK Belajar Mengelola Uang
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Keterampilan uang harus dipraktikkan, bukan berhenti di teori

Literasi keuangan adalah kemampuan memahami dan mengelola uang, mulai dari mencatat transaksi hingga menimbang risiko, agar keputusan sehari-hari lebih terarah. Bagi siswa SMK, bekal ini seharusnya tidak hanya hidup di buku pelajaran: mereka perlu menggunakannya untuk usaha kecil, uang saku, tabungan, dan rencana masa depan. Dua kegiatan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) di Tegal menunjukkan bagaimana pelajaran finansial dapat dibuat dekat dengan kehidupan pelajar vokasi. Pada 16 Oktober 2026, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Akuntansi mengadakan pelatihan akuntansi dasar untuk 38 siswa kelas 10 dan 11 Akuntansi SMK Al-Irsyad. Sehari kemudian, mahasiswa UBSI menggelar edukasi literasi keuangan dan investasi untuk 31 siswa kelas X AKL 2 SMK Ihsaniyah. Perbedaan materi keduanya justru memperlihatkan bahwa mengelola uang mencakup urusan usaha sekaligus keputusan pribadi.

Pelatihan di Al-Irsyad menjawab kebutuhan yang jelas: siswa selama ini lebih banyak belajar akuntansi secara teoritis dan belum memiliki media praktik pembukuan digital. Karena itu, sesi yang berlangsung dua jam tersebut tidak berhenti pada definisi. Siswa mempelajari alur transaksi, pendapatan, beban, keuntungan, dan harga pokok penjualan (HPP), lalu berlatih mencatat transaksi dengan templat Microsoft Excel. Pendekatan ini lebih berguna daripada menambah istilah yang mudah terlupakan, sebab siswa dapat melihat bagaimana pencatatan keuangan usaha membantu pemilik usaha memahami kondisi bisnisnya.

Dari HPP hingga Investasi, Siswa SMK Belajar Mengelola Uang

Dari memisahkan kas hingga menghitung HPP

Inti praktik di SMK Al-Irsyad adalah kebiasaan sederhana yang punya dampak besar: memisahkan uang pribadi dari uang usaha. Tanpa batas itu, pemilik usaha sulit mengetahui apakah bisnis menghasilkan keuntungan atau kasnya hanya bercampur dengan pengeluaran pribadi. Siswa juga belajar menghitung HPP usaha dan mencatat pendapatan serta beban, keterampilan dasar untuk menentukan hasil usaha secara lebih tertib. Dalam simulasi studi kasus, mereka memasukkan transaksi ke templat Excel dengan pendampingan mahasiswa. Kuis awal dan sesi tanya jawab membantu mengukur pemahaman sekaligus menjaga suasana belajar tetap aktif. Evaluasi kegiatan menunjukkan siswa mampu memahami perhitungan keuntungan dan HPP serta mempraktikkan pencatatan transaksi di Excel dengan pendampingan.

Manfaatnya bukan semata-mata kemampuan menggunakan lembar kerja digital. Pencatatan keuangan usaha mendorong disiplin, memberi gambaran yang lebih nyata tentang arus uang, dan dapat membantu mengurangi pemborosan. Siswa pun bisa membawa pola tersebut ke usaha kecil mereka, bukan menunggu sampai kelak bekerja atau menjalankan bisnis yang lebih besar. HPP juga bukan sekadar rumus kelas: memahami biaya yang melekat pada barang atau jasa membantu pelajar menilai apakah hasil penjualan benar-benar memberi keuntungan. Karena itu, latihan praktis seperti ini melengkapi teori akuntansi dengan kebiasaan yang bisa langsung diterapkan.

Investasi untuk pelajar perlu disertai sikap kritis

Di SMK Ihsaniyah, perhatian bergeser dari pembukuan usaha ke keputusan keuangan pribadi. Edukasi bertema mengenali investasi sejak sekolah mengajak siswa kelas X AKL 2 membangun kebiasaan menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengatur uang saku dengan bijak. Materinya juga memperkenalkan konsep dan bentuk investasi yang sesuai dengan pengetahuan dan usia pelajar. Ini pendekatan yang tepat: investasi untuk pelajar sebaiknya dimulai dengan pemahaman, bukan dorongan untuk segera menaruh uang pada suatu produk. Mengetahui tujuan keuangan dan kebiasaan menyisihkan uang merupakan dasar yang lebih masuk akal daripada mengejar imbal hasil tanpa memahami risikonya.

Bagian yang paling penting dari edukasi tersebut adalah ajakan untuk mengenali risiko dan bersikap kritis terhadap tawaran investasi. Siswa diingatkan agar menghindari investasi ilegal yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal. Pesan ini membuat literasi keuangan siswa lebih utuh: bukan hanya belajar bahwa investasi dapat membantu menyiapkan masa depan, tetapi juga menyadari bahwa keputusan keuangan memerlukan kehati-hatian. Kegiatan yang diikuti 31 siswa itu diharapkan mendorong mereka menerapkan kebiasaan mengelola uang secara bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Bekal vokasi yang relevan untuk hari ini dan nanti

Dua kegiatan ini menegaskan bahwa pendidikan finansial untuk pelajar vokasi tidak perlu dibatasi pada satu tema. Di Al-Irsyad, siswa berlatih mencatat transaksi, menghitung keuntungan dan HPP, serta memisahkan kas pribadi dari kas usaha. Di Ihsaniyah, siswa diajak merencanakan keuangan, menabung, dan memahami risiko investasi. Satu bekal membantu mereka mengelola kegiatan usaha; yang lain membantu mereka mengambil keputusan dengan uang pribadi. Keduanya relevan bagi siswa yang sedang mempelajari akuntansi, sekaligus bermanfaat di luar kelas. Pembelajaran finansial terasa lebih kuat ketika konsep dijelaskan melalui tindakan yang bisa dicoba dan keputusan yang mungkin dihadapi pelajar.

Langkah berikutnya bukan sekadar mengadakan satu sesi edukasi, melainkan memberi ruang agar kebiasaan itu terus dilatih. UBSI Kampus Kota Tegal berharap siswa menerapkan pencatatan pada usaha kecil dan kegiatan serupa berlanjut, sementara edukasi investasi ditujukan untuk menumbuhkan kesadaran mengelola uang sejak bangku sekolah. Harapan itu penting karena pengetahuan mudah memudar tanpa praktik. Kesimpulannya, siswa SMK perlu dibekali lebih dari rumus dan istilah: mereka perlu kebiasaan mencatat, memisahkan, merencanakan, dan memeriksa risiko. Dengan bekal tersebut, keterampilan vokasi menjadi lebih lengkap karena siswa belajar bukan hanya mencari penghasilan, tetapi juga mengelolanya dengan bertanggung jawab.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!