Literasi keuangan siswa: dari seremoni ke latihan nyata mengelola uang
Literasi keuangan siswa adalah upaya sistematis menjadikan pengelolaan uang sebagai bagian dari proses belajar di sekolah, melalui kombinasi edukasi teori, pembukaan rekening, dan praktik menabung rutin agar anak terbiasa membedakan kebutuhan dan keinginan, memahami risiko keuangan, serta mengenal layanan perbankan sejak dini. Penghargaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada BRK Syariah, BRI, dan bank bjb pada momentum Hari Indonesia Menabung membuktikan bahwa program edukasi keuangan bank di sekolah bukan lagi agenda seremonial, melainkan strategi terarah membangun inklusi keuangan sekolah dan menyiapkan generasi muda yang cakap mengelola uang. BRK Syariah menerima dua penghargaan atas capaian pembukaan rekening pelajar dan kegiatan edukasi terbanyak dalam Program KEJAR, memperlihatkan bahwa keberhasilan diukur dengan aksi nyata, bukan sekadar sosialisasi singkat di satu dua kelas.
220 siswa di Maluku Utara: laboratorium hidup inklusi keuangan sekolah
Jika ingin melihat bagaimana inklusi keuangan sekolah bekerja di lapangan, lihat apa yang terjadi di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Maluku Utara: 220 pelajar mengikuti edukasi literasi dan inklusi keuangan di Rioribati, Halmahera Barat. Di sini, literasi keuangan siswa tidak berhenti pada penjelasan di papan tulis. Empat narasumber membahas mulai dari menjadi pelajar cerdas keuangan dan waspada kejahatan digital, peran bank sentral, hingga mengenalkan APBN sebagai uang negara untuk masa depan. Program ini bukan kegiatan tunggal; OJK Maluku Utara sudah menggelar lebih dari 31 kegiatan edukasi keuangan di 10 kabupaten dan kota, menjangkau wilayah kepulauan yang ditempuh berjam-jam. Sebagai tindak lanjut, para pelajar difasilitasi membuka rekening tabungan pelajar, sehingga inklusi keuangan sekolah diwujudkan dalam akses nyata pada rekening resmi, bukan hanya slogan di spanduk.
BRI dan BRK Syariah: budaya menabung dibangun lewat praktik, bukan ceramah
Kunci program edukasi keuangan bank yang efektif adalah konsistensi turun ke sekolah, dan di sini BRI dan BRK Syariah memberi contoh. BRK Syariah meraih dua penghargaan pada Hari Indonesia Menabung dan Puncak Bulan Literasi Keuangan atas capaian pembukaan rekening pelajar dan intensitas edukasi, yang diakui OJK sebagai kontribusi nyata pada literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar. Menurut pimpinan BRK Syariah, mereka akan terus memperluas edukasi dan akses layanan perbankan bagi pelajar di Riau dan Kepulauan Riau. Di Jawa Barat, BRI BO Sukabumi menjalankan program “BRI Goes to School” di tiga sekolah sebagai bagian dari aksi serentak di 77 sekolah se-Jawa Barat. Materi mereka tidak muluk: membedakan kebutuhan dan keinginan, mengenalkan tabungan pelajar, dan memberi peringatan soal penipuan keuangan—tepat menyentuh ruang hidup siswa, bukan sekadar istilah teknis perbankan.

bank bjb: penghargaan OJK 2026 dan skala nasional program edukasi
Penghargaan OJK 2026 kepada bank bjb seharusnya dibaca sebagai sinyal bahwa pendekatan masif dan konsisten terhadap literasi keuangan siswa memberi dampak yang diakui regulator. Pada Puncak Hari Indonesia Menabung Nasional di sebuah sekolah di Bekasi, bank bjb menerima dua penghargaan OJK: Bank Teraktif Pelaksanaan Bank Goes to School (BGTS) dan Pembentukan Program OJK PEDULI Termasif. Keduanya mengafirmasi strategi turun langsung ke ruang kelas sebagai cara utama program edukasi keuangan bank. Kegiatan edukasi keuangan pelajar oleh bank bjb juga dilakukan serentak di 81 sekolah di seluruh Indonesia, termasuk di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Sumedang yang diikuti 150 peserta siswa dan guru. Menurut direksi bank bjb, literasi dan inklusi keuangan adalah fondasi menyiapkan generasi muda menghadapi masa depan, sekaligus membentuk budaya menabung dan kemampuan menentukan prioritas pengeluaran.
Mengapa penghargaan OJK ini penting untuk masa depan siswa
Penghargaan OJK 2026 kepada BRK Syariah dan bank bjb, serta dukungan langsung terhadap program BRI di sekolah, mengirim pesan jelas: literasi keuangan siswa bukan pelengkap kurikulum, melainkan pilar inklusi finansial nasional untuk generasi muda. Kepala OJK di berbagai daerah menegaskan bahwa edukasi keuangan adalah bagian dari upaya membentuk generasi yang cakap, bijak, aman, dan inklusif dalam mengelola keuangan. Di satu sisi, pemerintah mengakui tidak mungkin bekerja sendiri memperluas akses keuangan; kolaborasi dengan bank, regulator, dan sekolah menjadi “energi bersama” yang wajib dijaga. Di sisi lain, bank-bank yang aktif turun ke sekolah mendapatkan validasi publik melalui penghargaan. Jalan ke depan sudah digariskan: BRK Syariah akan memperluas edukasi di Riau, bank bjb ingin memperkuat sinergi dengan OJK dan satuan pendidikan, sementara OJK daerah terus merencanakan rangkaian kegiatan lintas kabupaten sebagai kelanjutan program.






