Dua jalur untuk satu tujuan
Penanganan stunting daerah adalah rangkaian upaya pemerintah untuk mencegah gangguan tumbuh kembang anak dengan memperbaiki gizi, kesehatan, sanitasi, dan kondisi lingkungan keluarga. Kendari dan Solo memperlihatkan dua cara yang saling melengkapi: Kendari mengarahkan dana pada layanan air minum, sedangkan Solo memakai data untuk menentukan intervensi yang sesuai kebutuhan tiap wilayah. Perbedaan ini penting karena anggaran tanpa sasaran yang jelas berisiko kurang tepat guna, sementara pemetaan tanpa dukungan layanan nyata tak cukup mengubah keadaan. Strategi pemda stunting yang baik perlu menyatukan keduanya: sumber daya untuk menjawab kebutuhan dasar dan informasi untuk mengetahui siapa yang paling membutuhkan. Dalam kasus Kendari, dukungan pusat berupa DAK lebih dari Rp5 miliar dijadwalkan direalisasikan pada 2027 untuk peningkatan layanan air minum.
Kendari menempatkan air bersih sebagai intervensi kesehatan
Dana Alokasi Khusus itu akan dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kendari, dengan PDAM Tirta Anoa sebagai penerima manfaat dalam peningkatan distribusi air. Pemerintah kota dan PDAM sedang berkoordinasi menyiapkan pelaksanaan, sementara Dinas PUPR menunggu pembahasan program bersama Kementerian Pekerjaan Umum. Kepala Dinas PUPR Muhammad Jayadi menyebut, “Insyaallah tahun depan kita mendapatkan DAK lebih dari Rp5 miliar”.
Pilihan ini masuk akal: air yang memenuhi standar kebersihan berkaitan dengan kesehatan lingkungan serta tumbuh kembang anak. Namun, alokasi dana belum sama dengan dampak. Keberhasilan DAK penanganan stunting akan bergantung pada mutu air, jangkauan layanan, dan apakah keluarga yang membutuhkan benar-benar memperoleh akses yang lebih baik. Karena pelaksanaan direncanakan pada 2027, ukuran kemajuan semestinya bukan sekadar proyek selesai, melainkan layanan yang dirasakan warga.

Solo memakai peta kebutuhan, bukan satu resep untuk semua
Di Surakarta, Wakil Wali Kota sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Astrid Widayani memaparkan strategi kota saat kunjungan lapangan pemantauan Program Investing in Nutrition and Early Years Fase 2 di Pendopo Kecamatan Laweyan, 2 November 2026. Kegiatan itu menjadi bagian dari pendampingan dan evaluasi program. Instrumen utamanya, Solo Stunting Dashboard, memetakan kondisi di lima kecamatan agar intervensi disesuaikan dengan masalah dan kebutuhan setempat.
Dashboard data stunting memberi nilai lebih ketika informasi diterjemahkan menjadi layanan yang dekat dengan keluarga. Solo menjalankan Dapur Sehat Atasi Stunting dan Baby Cafe yang menyediakan MPASI bergizi setiap hari bagi bayi di bawah dua tahun. Kota ini juga memperkuat edukasi pola asuh melalui Sekolah Cegah Stunting dan Ndulang Bareng, serta mengembangkan Posyandu Plus untuk menggabungkan pemantauan, edukasi, deteksi dini, dan pendampingan. Pendekatan ini lebih meyakinkan daripada menganggap stunting semata-mata persoalan asupan gizi: sanitasi, pola asuh, kesehatan ibu dan anak, serta lingkungan keluarga turut menentukan hasil. Surakarta masuk 20 besar daerah dengan kinerja nasional terbaik, tetapi pemerintah kota menyatakan upaya menuju Surakarta Zero Stunting masih berlanjut.
Anggaran dan data harus bekerja beriringan
Kendari dan Solo menegaskan bahwa penanganan stunting tidak memiliki satu tuas tunggal. Dana Kendari menyasar kebutuhan dasar yang menopang kesehatan, sedangkan pemetaan Solo membantu memilah jenis intervensi menurut konteks wilayah dan keluarga. Keduanya menunjukkan peran anggaran dan data dalam strategi pemda stunting, tetapi juga memperlihatkan pekerjaan yang masih harus dilakukan: memastikan dana berubah menjadi layanan yang berfungsi dan temuan data memicu tindakan yang tepat.
Tahap berikutnya pun berbeda. Kendari perlu menuntaskan koordinasi dan menjalankan program air minum pada 2027; Solo berharap evaluasi bersama pemerintah pusat dan mitra program memperkuat koordinasi lintas sektor. Ukuran keberhasilan akhirnya bukan besarnya alokasi atau kecanggihan dashboard, melainkan apakah keluarga memperoleh layanan yang sesuai dan anak-anak tumbuh lebih sehat. Anggaran menyediakan kemampuan untuk bertindak; data membantu memastikan tindakan itu sampai ke tempat yang tepat.






