Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Pemberdayaan Keluarga hingga Penanganan Stunting: Praktik PKK Denpasar Dipelajari Magelang

Dari Pemberdayaan Keluarga hingga Penanganan Stunting: Praktik PKK Denpasar Dipelajari Magelang
Minat|Pengetahuan Parenting

Belajar dari praktik yang sudah berjalan

Pemberdayaan keluarga adalah upaya terarah untuk membantu keluarga meningkatkan kesehatan, kemandirian, dan kesejahteraan melalui layanan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kerangka ini menjadikan pencegahan stunting bukan tugas sektor kesehatan semata, melainkan bagian dari kerja bersama di tingkat keluarga dan masyarakat.

Pada Selasa, 3 November 2026, TP PKK Kabupaten Magelang mengunjungi Denpasar untuk mempelajari inovasi pemberdayaan keluarga dan penanganan stunting. Rombongan yang dipimpin Ny. Dian Ekawati Grengseng Pamuji diterima Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara di Ruang Mahotama, Graha Sewaka Dharma, bersama jajaran PKK dan perangkat daerah terkait. Kunjungan ini beralasan: Denpasar meraih penghargaan terbaik pertama kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 tingkat Regional Jawa-Bali, serta Mandaya Awards 2025. Namun, nilai studi tiru bukan pada menyalin penghargaan, melainkan mengurai praktik yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan keluarga di Magelang.

Kedua daerah bertukar pengalaman tentang program keluarga dan pendekatan yang dapat diterapkan di tempat masing-masing. Ini cara belajar yang lebih berguna daripada menganggap satu model cocok untuk semua: kondisi warga berbeda, sehingga praktik baik perlu dipilih dan disesuaikan.

Dari Pemberdayaan Keluarga hingga Penanganan Stunting: Praktik PKK Denpasar Dipelajari Magelang

Pencegahan stunting harus hadir dekat keluarga

Salah satu pelajaran penting bagi PKK cegah stunting adalah menghubungkan layanan dasar dengan perhatian langsung kepada anak yang berisiko. Denpasar mengoptimalkan posyandu terpadu dan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), lalu melengkapinya dengan gerakan Menyapa dan Berbagi yang memberi perhatian khusus kepada balita berisiko stunting melalui pemenuhan gizi berbasis pangan lokal. Kombinasi layanan rutin dan dukungan yang lebih terarah membuat upaya pencegahan berpeluang menjangkau kebutuhan nyata keluarga.

Pendekatan ini patut dipelajari bukan karena satu kegiatan dapat menyelesaikan persoalan stunting, tetapi karena ia menempatkan keluarga sebagai penerima manfaat sekaligus bagian dari upaya. Posyandu menjadi titik layanan, pangan lokal menjadi sumber pemenuhan gizi, sementara kader dapat membantu menghubungkan warga dengan dukungan yang tersedia. Agar berdampak, pelaksanaan perlu berkesinambungan dan terkoordinasi dengan perangkat daerah, bukan berhenti pada kegiatan seremonial.

Bagi Magelang, pertukaran ini membuka ruang untuk menilai unsur mana yang bisa diterapkan sesuai kondisi setempat. Inovasi penanganan stunting akan lebih bermakna jika keluarga berisiko dikenali, didampingi, dan memperoleh dukungan yang sesuai; bukan sekadar jika nama program baru diperkenalkan.

Kearifan lokal dan penguatan ekonomi keluarga

Program PKK daerah juga dapat tumbuh dari kekuatan sosial dan budaya yang telah dikenal masyarakat. Gerakan Kulkul PKK, sinergi dengan TP PKK Provinsi Bali, menggunakan kentongan sebagai sarana komunikasi, pengingat, dan penggerak partisipasi kader serta warga. Gagasan ini menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu memerlukan perangkat rumit: alat yang akrab dapat membantu menyampaikan pesan dan mengajak masyarakat terlibat.

Dimensi kesehatan berjalan berdampingan dengan pemberdayaan keluarga melalui pembinaan UMKM, pelatihan keterampilan, pengembangan kemasan, dan dukungan pemasaran. Rumah Desain Kota Denpasar membantu memperbaiki tampilan dan daya saing produk lokal. Dukungan seperti ini penting karena kesejahteraan keluarga juga dipengaruhi kemampuan memperoleh penghasilan dan mengembangkan usaha, bukan hanya akses pada layanan kesehatan.

Bagi daerah lain, pelajaran utamanya adalah merancang program yang saling menguatkan. Kader, layanan kesehatan, kegiatan ekonomi, dan komunikasi berbasis budaya dapat menjadi bagian dari pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian warga. Meski begitu, hasilnya bergantung pada kecocokan program dengan kebutuhan setempat dan dukungan pelaksanaan yang konsisten.

Kolaborasi harus berlanjut setelah kunjungan

Pertukaran pengalaman antardaerah paling bernilai ketika berubah menjadi kerja sama dan penerapan praktik baik, bukan sekadar agenda kunjungan. Ketua TP PKK Denpasar berharap hubungan ini berlanjut melalui kerja sama yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Harapan tersebut menempatkan kolaborasi sebagai proses: daerah berbagi cara kerja, menilai kecocokannya, lalu menyesuaikan pelaksanaan agar manfaatnya sampai kepada keluarga.

Sinergi TP PKK dengan pemerintah daerah memungkinkan program menyentuh kesehatan, pendidikan, ekonomi, kepedulian sosial, dan lingkungan. Untuk penanganan stunting, keterhubungan lintas bidang ini penting karena kebutuhan anak dan keluarga tidak selesai dengan satu layanan saja. Pengalaman Denpasar dapat menjadi referensi Magelang, sementara Magelang tetap perlu menentukan bentuk yang sesuai dengan kondisi warganya.

Kesimpulannya, kunjungan ini memperlihatkan bahwa PKK dapat menjadi penghubung antara kebijakan daerah dan kebutuhan keluarga. Keberhasilan pertukaran praktik akan diukur bukan dari banyaknya gagasan yang dibawa pulang, melainkan dari tindak lanjut yang konsisten: layanan yang lebih dekat, dukungan gizi yang tepat, serta keluarga yang semakin sehat dan mandiri.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!