Dua jalur pencegahan di tingkat komunitas
Pencegahan stunting adalah upaya melindungi pertumbuhan anak melalui pemenuhan gizi, layanan kesehatan, pola asuh yang tepat, dan dukungan lingkungan keluarga sejak dini. Program cegah stunting akan lebih berarti ketika menjangkau keluarga secara konsisten, bukan berhenti pada peluncuran atau pembagian bantuan.
Pada Selasa, 3 November 2026, Ketua TP PKK Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina Sudirman, menghadiri peluncuran Aksi Stop Stunting di Makassar. Program ini menargetkan 3.060 desa dan kelurahan di 24 kabupaten/kota, sementara prevalensi stunting provinsi itu tercatat 23,3 persen berdasarkan SSGI 2024, peringkat ke-16 secara nasional. Skala tersebut menjadikan pencegahan stunting desa sebagai pekerjaan koordinasi besar: kader, pemerintah daerah, dan layanan kesehatan harus mampu mengubah sasaran luas menjadi pendampingan yang benar-benar sampai ke rumah.
Di Manado, Ketua TP PKK Irene Angouw-Pinontoan turun menyalurkan pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil. Pada hari kedua kegiatan, Selasa, 3 November, distribusi berlangsung di Mapanget, Bunaken, Tuminting, dan Singkil. Perbedaan kedua program bukan soal mana yang lebih penting, melainkan jangkauan gerakan dan bentuk dukungan yang diterima keluarga.

Sulawesi Selatan: jangkauan luas harus berujung pada pendampingan
Aksi Stop Stunting menawarkan pendekatan berbasis jejaring: targetnya mencakup ribuan desa dan kelurahan, dengan TP PKK di berbagai tingkatan, kader Posyandu, pemerintah, dan pemangku kepentingan lain diminta bekerja bersama. Pilihan ini masuk akal untuk persoalan yang tidak bisa diselesaikan dengan satu jenis intervensi. Namun, angka sasaran yang besar hanya menjadi kekuatan bila koordinasi, dukungan operasional, dan pemantauan berjalan hingga tingkat keluarga.
Pelaksanaan yang direncanakan mencakup kunjungan rumah rutin, edukasi dan konseling gizi, serta penguatan pola asuh dan kesehatan lingkungan. Dengan demikian, pencegahan stunting desa bukan sekadar pendataan anak, tetapi juga upaya membantu keluarga memahami kebutuhan gizi balita dan memantau tumbuh kembangnya. Kader perlu mendapat pelatihan teknis untuk pengukuran, pencatatan, dan penggunaan aplikasi; jika jaringan internet terbatas, data dapat dihimpun secara manual sebelum dimasukkan oleh petugas.
Keunggulan pendekatan ini adalah peluang menjangkau banyak komunitas dan mengenali kebutuhan rumah tangga secara berkelanjutan. Tantangannya terletak pada mutu pelaksanaan: kunjungan yang jarang, data yang tidak akurat, atau koordinasi yang lemah dapat membuat target luas kehilangan dampak. Komitmen mengajak pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat karena itu perlu diterjemahkan menjadi pendampingan yang teratur, bukan hanya pembagian tanggung jawab.
Manado: bantuan langsung menjawab kebutuhan gizi
Penyaluran PMT di Manado mengambil jalur yang lebih terlihat dan segera dirasakan penerima: paket makanan bergizi diberikan kepada balita dan ibu hamil. Irene meninjau langsung distribusi yang digelar di empat kecamatan, sementara TP PKK menyatakan komitmen untuk memperluasnya ke seluruh wilayah kota. Bagi keluarga, bantuan langsung dapat menjadi dukungan konkret bagi pemenuhan gizi balita, terutama ketika disertai pemantauan dan arahan dari kader.
Tetapi makanan tambahan bukan pengganti layanan kesehatan, pola makan seimbang sehari-hari, atau pendampingan keluarga. Nilainya bergantung pada kesesuaian bantuan dengan kebutuhan penerima dan keberlanjutan intervensi. Karena itu, rencana menjangkau seluruh kecamatan akan lebih kuat jika disambungkan dengan Posyandu, edukasi gizi, dan pemantauan pertumbuhan, bukan diperlakukan sebagai kegiatan distribusi yang berdiri sendiri.
Dua model ini saling melengkapi, bukan bersaing. Gerakan Sulawesi Selatan membangun jangkauan dan pendampingan komunitas dalam skala luas; Manado menunjukkan bagaimana dukungan gizi dapat hadir langsung di tengah warga. Ukuran keberhasilan keduanya semestinya bukan banyaknya desa yang tercantum atau paket yang dibagikan, melainkan keluarga sasaran yang terlayani dan anak yang tumbuh sehat.






