Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Sabo Dam dan Normalisasi Sungai untuk Menekan Banjir Berulang

Sabo Dam dan Normalisasi Sungai untuk Menekan Banjir Berulang
Minat|Asia Tenggara

Banjir Menguji Ketahanan Permukiman

Pengendalian banjir berbasis sungai adalah upaya mengurangi luapan dengan memperbaiki aliran air, menahan sedimen, dan melindungi kawasan rawan melalui pekerjaan dari hulu hingga muara. Banjir di Aceh Tenggara menunjukkan mengapa pendekatan semacam ini mendesak: hujan berintensitas sedang hingga tinggi sejak dini hari menaikkan debit Sungai Lawe Kisam dan Lawe Kinga, menjebol tanggul, lalu menggenangi permukiman serta lahan pertanian. Dampaknya tercatat di tujuh kecamatan dan 13 desa, mencakup 52 keluarga atau 203 jiwa. Laporan terakhir menyebut tidak ada korban jiwa maupun pengungsi dan air mulai surut. Namun, surutnya air bukan ukuran bahwa masalah selesai. Angka warga terdampak dan tanggul yang jebol menegaskan bahwa respons darurat harus disusul perlindungan yang lebih tahan terhadap banjir berulang.

Sabo Dam dan Normalisasi Sungai untuk Menekan Banjir Berulang

Respons Darurat Penting, tetapi Sementara

Banjir mengancam dan merusak sekitar 50 hektare sawah, merobohkan pohon di jalan nasional Kutacane–Blangkejeren, serta mengganggu sejumlah akses antarkecamatan dan jembatan. Beberapa ruas jalan tidak dapat dilalui; oprit Jembatan Mbarung Datuk–Lawe Sikap ambles, sementara Jalan Pulonas Baru–Lawe Rutung mengalami abrasi sekitar 50 meter. Kementerian PU mengirim satu alat berat penggali dan karung pasir ke Desa Ketambe pada 26 Oktober 2026. Sehari kemudian, satu alat berat penggali dan dua truk angkut dikerahkan untuk menormalisasi Sungai Lawe Kihing di Desa Kuning. Langkah membuka alur dan menangani bagian yang menyempit, dangkal, atau terhambat dapat membantu memperlancar aliran saat itu. Tetapi normalisasi sungai Aceh sebagai tindakan darurat tidak akan cukup jika kerusakan di bagian hulu dan titik rawan lain dibiarkan.

Tiga Lapisan Penanganan Permanen

Rencana permanen BWS Sumatera I dijadwalkan mulai pada Oktober 2026 dan ditargetkan rampung seluruhnya pada Desember 2028

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!