Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pemerintah Daerah Gencar Cegah Perundungan di Sekolah

Pemerintah Daerah Gencar Cegah Perundungan di Sekolah
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Bullying sebagai Ancaman Serius, Bukan Sekadar Canda

Pencegahan perundungan sekolah adalah upaya terencana untuk menghentikan segala bentuk intimidasi, kekerasan fisik maupun nonfisik, seperti ejekan, pengucilan, dan penghinaan di lingkungan pendidikan, demi menjaga rasa aman, martabat, serta kesehatan psikologis semua peserta didik sekaligus menumbuhkan budaya saling menghormati dan menghargai perbedaan. Bullying di sekolah tidak hanya berupa tindakan memukul atau kekerasan terang-terangan; mengejek, mengucilkan teman, hingga mempermalukan seseorang melalui media sosial juga bagian dari perundungan yang sering diremehkan padahal sangat menyakitkan. Selama ini banyak orang tua dan guru menganggap bully sebagai canda antarteman, padahal perilaku ini dapat menggerogoti kepercayaan diri, mengganggu kondisi psikologis, dan mematikan semangat belajar siswa. Karena itu, perundungan harus diperlakukan sebagai masalah serius yang menuntut respon sistematis, bukan sekadar dinasehati lalu dilupakan.

Pemerintah Daerah Gencar Cegah Perundungan di Sekolah

Tri Adhianto: Kejujuran dan Kepedulian sebagai Benteng Ruang Aman

Di Bekasi, Wali Kota Tri Adhianto memilih turun langsung menggerakkan pelajar melalui kampanye gerakan ruang aman dan bebas perundungan di Plaza Patriot Candrabhaga pada Minggu, 11 Oktober 2026. Ini bukan seremoni biasa: Tri secara tegas mengajak pelajar berani menyuarakan kebenaran dan menolak segala bentuk perundungan sebagai komitmen karakter, bukan hanya slogan. Ia menekankan kejujuran, kepedulian, dan penghormatan terhadap perbedaan sebagai fondasi lingkungan belajar aman bagi semua siswa. Sikap ini penting karena perundungan dapat meninggalkan dampak psikologis mendalam sehingga rasa aman anak di sekolah hilang dan kesempatan berkembang jadi timpang. Pesan "jaga diri sendiri, jaga teman, dan jaga lingkungan sekitar" bukan sekadar nasihat moral, tetapi ajakan agar siswa menjadi garda terdepan kesadaran anti-bullying dalam keseharian mereka, bukan hanya saat ada pejabat datang.

Musriadi: Pencegahan Perundungan adalah Tugas Bersama

Di Banda Aceh, Wakil Ketua DPRK Musriadi menyampaikan pesan kuat saat menjadi pembina upacara di SD Negeri 44 pada Senin, 12 Oktober 2026. Ia menolak pandangan yang menyederhanakan pencegahan perundungan sekolah sebagai urusan internal guru dan kepala sekolah saja, dan menegaskan bahwa orang tua, masyarakat, pemerintah, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan wajib terlibat aktif. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan ramah bagi setiap anak untuk belajar dan mengembangkan potensi diri. Sikap diam terhadap kekerasan, termasuk ejekan, penghinaan, pengucilan, atau perlakuan kasar teman, hanya akan membuat masalah berlarut dan merugikan korban. Di sini terlihat jelas: kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga bukan pelengkap, melainkan kunci mewujudkan lingkungan sekolah aman. Tanpa sinergi, kebijakan anti-bullying akan berhenti sebagai poster di dinding kelas.

Kapolda Metro Jaya: Mengurai Bentuk Perundungan yang Sering Diabaikan

Kunjungan Kapolda Metro Jaya, Komjen Dadang Hartanto, ke SDN Gunung 01, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin, 12 Oktober 2026 menambah dimensi baru pencegahan perundungan sekolah. Melalui sesi tanya jawab dengan siswa, ia tidak sekadar mengimbau, tetapi mengedukasi anak tentang berbagai bentuk perundungan dan cara menyikapinya. Penekanan bahwa bullying di sekolah tidak hanya memukul, tetapi juga mengejek, mengucilkan teman, serta mempermalukan lewat media sosial, menunjukkan betapa pentingnya edukasi preventif terhadap bentuk-bentuk perundungan yang sering dianggap sepele. Siswa diingatkan agar tidak ikut menertawakan korban dan didorong membantu dengan cara aman serta melaporkan kepada guru karena "bercerita bukan mengadu, tetapi mencari pertolongan". Pendekatan ini menggeser budaya bungkam menjadi budaya lapor dan peduli, inti dari kesadaran anti-bullying yang dibangun sejak kelas rendah.

Dari Kesadaran ke Aksi Kolektif: Jalan Panjang Menuju Sekolah Aman

Tiga inisiatif di Bekasi, Banda Aceh, dan Jakarta menunjukkan pola yang patut dicatat: pemerintah daerah dan aparat tidak lagi puas dengan pidato normatif, tetapi masuk ke ruang anak dan mengajak mereka menjadi pelaku perubahan. Tri Adhianto menegaskan pembentukan karakter anak butuh dukungan keluarga, tenaga pendidik, hingga masyarakat, sementara Musriadi mengingatkan bahwa pencegahan perundungan tidak boleh hanya dibebankan kepada pihak sekolah. Komjen Dadang Hartanto melengkapi dengan edukasi detail tentang ejekan, pengucilan, dan perilaku menertawakan korban sebagai bentuk bullying yang harus diwaspadai. Namun kesadaran tidak berarti apa-apa jika tidak diikuti mekanisme nyata: budaya sekolah yang tegas menolak kekerasan, kanal pelaporan yang aman, respon yang adil, dan pembiasaan saling menghargai sejak dini. Tanpa itu, slogan lingkungan sekolah aman akan ulang tahun tiap upacara, tetapi korban perundungan tetap pulang dengan luka yang sama.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!