Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Ketika Relokasi Sekolah Tertunda, Ruang Belajar Siswa Terdesak

Ketika Relokasi Sekolah Tertunda, Ruang Belajar Siswa Terdesak
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Penundaan mengubah jam belajar dan ruang kelas

Relokasi sekolah adalah pemindahan kegiatan belajar ke lokasi atau gedung lain agar siswa dapat memperoleh ruang belajar yang aman dan memadai selama atau setelah pembangunan. Namun, tanpa jadwal yang pasti dan tempat pengganti yang layak, relokasi dapat mengganggu rutinitas sekolah alih-alih menyelesaikan masalahnya. Ratusan siswa SDN Baru 05 Pagi di Pasar Rebo, Jakarta Timur, kini menumpang belajar di SDN Baru 06 setelah gedung sekolah mereka dirobohkan pada 2024, sementara revitalisasi yang direncanakan sejak 2023 belum berjalan. Dampaknya terasa setiap hari: karena harus menunggu sekolah tuan rumah selesai, kegiatan belajar SDN Baru 05 Pagi yang semula berlangsung pagi baru dimulai pukul 12.00 WIB dan berakhir pukul 17.00 WIB. Bagi siswa kelas 5, perubahan itu bukan sekadar soal alamat sekolah. Jam belajar siang berpotensi melelahkan dan menyita waktu sore, sementara sekolah juga harus berbagi ruang serta menjadwalkan kegiatan mengikuti ketersediaan gedung.

Ironisnya, gedung lama yang kondisinya rusak dan tidak layak telah lama mendorong orang tua mendukung pembangunan. Sebelum gedung dibongkar, ruang kelas pun tidak sebanding dengan jumlah murid; sebagian siswa kadang belajar di musala atau taman. Artinya, kebutuhan perbaikan sudah jelas, tetapi pembongkaran tanpa kepastian dimulainya pembangunan menciptakan masalah baru sebelum masalah lama teratasi. Orang tua menerima informasi bahwa pekerjaan direncanakan mulai November 2026, tetapi hingga laporan tersebut belum ada tanda pembangunan dimulai. Pengumuman target di atas kertas tidak cukup bagi keluarga yang setiap hari harus menyesuaikan jadwal anak. Pemerintah perlu menyampaikan tenggat yang dapat dipantau dan memastikan ruang belajar sementara mampu menopang kegiatan sekolah, bukan hanya menampung siswa.

Ketika Relokasi Sekolah Tertunda, Ruang Belajar Siswa Terdesak

Kendala lahan membuat relokasi Mantingan menunggu

Di SMPN 1 Mantingan, Kabupaten Ngawi, persoalannya bukan gedung yang sudah dibongkar, melainkan relokasi yang tertahan sebelum pembangunan dimulai. Rencana pemindahan dan pembangunan gedung sekolah baru belum terealisasi sejak 2017 karena lahan seluas 9.894 meter persegi di Desa Sambirejo masih berstatus lahan sawah dilindungi (LSD). Pemerintah daerah harus menunggu persetujuan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional sebelum pekerjaan fisik dapat berjalan. Pemkab Ngawi menargetkan urusan administrasi selesai pada akhir 2026 agar pembangunan bisa dimulai pada 2027. Target itu memberi arah, tetapi belum menghapus risiko penundaan: permulaan konstruksi tetap bergantung pada perubahan status lahan dan persetujuan kementerian.

Kasus Mantingan memperlihatkan mengapa kepastian administrasi harus hadir sebelum jadwal pembangunan diumumkan sebagai kepastian. Penantian hampir satu dekade dapat membuat sekolah dan keluarga sulit merencanakan masa depan, terutama bila kondisi tempat belajar saat ini juga membutuhkan perhatian. Berbeda dari SDN Baru 05 Pagi, sumber yang tersedia tidak menyebut bahwa siswa Mantingan sudah menumpang atau menjelaskan perubahan jam belajar; karena itu, dampaknya tidak patut disamakan. Namun, penundaan panjang tetap menuntut penjelasan terbuka tentang tahapan izin, hambatan yang tersisa, dan kapan warga dapat memeriksa kemajuan. Target mulai pada 2027 akan bermakna hanya jika proses akhir 2026 benar-benar dituntaskan dan informasi perkembangannya rutin disampaikan.

Ketika Relokasi Sekolah Tertunda, Ruang Belajar Siswa Terdesak

SDN Kokap menunjukkan manfaat gedung yang siap digunakan

Perbandingan yang lebih menggembirakan datang dari SDN Kokap di Hargorejo, Kulon Progo. Setelah pembangunan gedung baru sebagian besar rampung, kegiatan belajar resmi pindah ke sana pada Senin, 2 November 2026. Pemindahan ini dilakukan setelah barang sekolah dipindahkan bersama wali murid, dan gedung baru dinilai siap dipakai. Langkah tersebut juga terkait kebutuhan memperbaiki talud di gedung lama yang ambrol akibat hujan deras pada awal 2026. Kontrasnya jelas: ketika ruang baru tersedia dan keputusan pindah memiliki alasan keselamatan, siswa dapat kembali belajar di gedung sekolah baru tanpa harus menunggu seluruh fasilitas tambahan selesai.

Kepindahan itu bukan berarti semua pekerjaan beres. Meja, kursi, papan tulis, dan lemari sudah tersedia di setiap kelas, tetapi sebagian barang masih perlu ditata; dapur, area parkir, dan halaman utama juga masih dalam pengerjaan. Sekolah masih perlu mengenalkan lingkungan baru kepada murid dan menilai kebutuhan pagar di tepi jalan menurun. Meski ada penyesuaian, ketersediaan ruang kelas memungkinkan pembelajaran berlangsung di lokasi baru. Gedung lama pun direncanakan menjadi aula setelah perbaikan talud selesai, dengan pemanfaatan diperkirakan mulai Desember 2026. Pengalaman Kokap menunjukkan bahwa sekolah tidak harus menunggu setiap sudut sempurna untuk pindah, asalkan ruang belajar inti aman, siap, dan fasilitas yang belum selesai ditangani dengan rencana jelas.

Jadwal yang dapat dipercaya adalah bagian dari layanan pendidikan

Ketiga sekolah ini menggambarkan tiga tahap yang berbeda: SDN Baru 05 Pagi menanggung akibat gedung dibongkar sebelum pembangunan berjalan, SMPN 1 Mantingan menunggu persoalan status lahan, sedangkan SDN Kokap sudah menggunakan gedung baru meski sejumlah fasilitas masih dikerjakan. Perbedaannya bukan semata-mata cepat atau lambatnya proyek. Yang paling menentukan bagi siswa adalah apakah tersedia ruang yang layak dan apakah sekolah serta keluarga tahu kapan perubahan akan terjadi. Di Baru 05 Pagi, kepastian yang lemah berujung pada jam belajar siang dan ketergantungan pada gedung sekolah lain. Di Kokap, ruang kelas yang siap memungkinkan pembelajaran berpindah meski proses penataan belum selesai.

Pembangunan gedung sekolah harus dinilai dari manfaat yang benar-benar sampai ke murid, bukan hanya dari rencana, pembongkaran, atau target proyek. Pemerintah perlu memasangkan setiap relokasi dengan tempat belajar sementara yang cukup, jadwal yang realistis, dan pembaruan kemajuan yang terbuka. Untuk SDN Baru 05 Pagi, rencana mulai pada November 2026 harus segera diperjelas menjadi tahapan kerja yang dapat dipantau; untuk Mantingan, target 2027 bergantung pada penyelesaian izin lahan. Kesimpulannya, gedung baru penting, tetapi kepastian waktu dan ruang belajar yang tersedia tidak boleh menjadi urusan belakangan. Tanpa keduanya, siswa yang membayar harga penundaan lewat hari sekolah yang berubah dan kegiatan belajar yang terganggu.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!