Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Jalan Baru Cepat Rusak, Jalur Aceh Timur Bertahun Dikeluhkan

Jalan Baru Cepat Rusak, Jalur Aceh Timur Bertahun Dikeluhkan
Minat|Asia Tenggara

Kerusakan jalan daerah langsung dirasakan warga

Kerusakan jalan daerah adalah kondisi ketika ruas yang menjadi akses harian warga tidak lagi aman atau nyaman digunakan, sehingga perjalanan menuju sekolah, layanan kesehatan, pekerjaan, dan kegiatan ekonomi ikut terganggu. Keluhan dari Lombok Barat dan Aceh Timur memperlihatkan dua bentuk masalah yang sama-sama mendesak: jalan yang baru diperbaiki segera rusak dan jalur utama yang sudah lama berlubang tetap menyulitkan pengguna. Perbedaan usia kerusakan tidak mengurangi beban warga; keduanya menunjukkan bahwa mutu dan keberlanjutan akses harus dinilai dari pengalaman orang yang melintas setiap hari. Karena itu, persoalan ini tak cukup dipandang sebagai cacat permukaan atau gangguan perjalanan biasa. Keamanan, waktu tempuh, dan akses terhadap layanan dasar ikut dipertaruhkan.

Di Lombok, kerusakan muncul beberapa hari setelah pekerjaan

Jalan Gapuk-Kebon Ayu di Kecamatan Gerung, Lombok Barat, mulai rusak hanya beberapa hari setelah perbaikan dikerjakan pada 21 Oktober 2026. Warga melaporkan aspal terkelupas dan berlubang. Ruas sepanjang sekitar 800 meter itu merupakan proyek pemerintah kabupaten dengan anggaran Rp1,14 miliar. Kepala Desa Gapuk, Nurdin, mengatakan kontraktor menyebut gangguan alat berat sebagai penyebab, lalu menyampaikan rencana perbaikan bersama konsultan pengawas. Ini penjelasan yang perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan mutu, bukan alasan untuk menganggap tambalan sudah cukup. Ketua Komisi III DPRD Lombok Barat, Fauzi, melakukan inspeksi pada 29 Oktober dan meminta bagian yang tak sesuai spesifikasi dibongkar serta dikerjakan ulang. Sekitar 15.000 orang diperkirakan menggunakan akses ini, termasuk untuk menuju sekolah dan fasilitas kesehatan. Kerusakan jalan Lombok yang muncul sedini ini membuat pengawasan hasil pekerjaan tak boleh berhenti saat proyek selesai.

Di Aceh Timur, lubang dan genangan menghambat perjalanan

Berbeda dari ruas Lombok yang rusak segera setelah perbaikan, jalan Alue Ie Mirah-Kuta Binjei di Aceh Timur dikeluhkan warga karena kerusakan parah pada jalur sepanjang 18 kilometer. Pengamatan di lokasi pada 31 Oktober 2026 mendapati jalan berlubang dan bergelombang, dengan kendaraan besar keluar masuk kawasan. Saat kemarau, debu menyelimuti jalan; ketika hujan, permukaannya becek dan tergenang. Pengendara harus melambat dan ekstra waspada, terutama pengendara motor yang menghindari lubang serta genangan. Dampaknya merambat ke pekerjaan dan layanan sehari-hari: petani, pelajar, pedagang, dan pengantar barang menghadapi perjalanan lebih lambat dan berisiko. Geubrina, pengantar paket yang kerap melintasi jalur itu, mengatakan perjalanan terhambat dan banyak waktu terbuang. Keluhan jalan rusak Aceh Timur ini menunjukkan bahwa akses utama yang tak aman bukan sekadar persoalan kenyamanan, melainkan hambatan bagi mobilitas dan kegiatan ekonomi warga.

Jalan Baru Cepat Rusak, Jalur Aceh Timur Bertahun Dikeluhkan

Dua situasi, satu tuntutan: tindak lanjut yang terukur

Perbandingan kedua ruas menegaskan bahwa warga tidak semestinya menanggung akibat dari pekerjaan yang cepat rusak maupun kerusakan lama yang terus mengganggu. Di Lombok, kontraktor dan konsultan pengawas telah menyampaikan rencana perbaikan, sementara Komisi III DPRD mengagendakan pemanggilan Dinas PUPR, konsultan, dan kontraktor. Di Aceh Timur, warga berharap pemerintah mengambil langkah nyata dan meninjau langsung kondisi jalan. Rencana dan harapan itu penting, tetapi ukurannya harus hasil yang dirasakan: permukaan aman, perjalanan lebih lancar, serta akses sekolah, layanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi terlindungi. Bahan yang tersedia belum menjelaskan penyebab lengkap kerusakan di kedua lokasi ataupun hasil tindak lanjut pemerintah, sehingga kesimpulan tentang tanggung jawab lebih jauh belum dapat ditarik. Namun, satu hal jelas: jalan yang rusak tidak boleh dianggap gangguan kecil. Perbaikan bermakna harus menjawab kebutuhan warga, bukan sekadar meredakan keluhan sesaat.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!