Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Jalan Rusak di Manggarai Timur dan Jayapura Membahayakan Warga

Jalan Rusak di Manggarai Timur dan Jayapura Membahayakan Warga
Minat|Asia Tenggara

Kerusakan jalan bukan sekadar gangguan perjalanan

Jalan rusak adalah kerusakan pada permukaan atau badan jalan yang menghambat perjalanan dan dapat membahayakan pengguna, terutama ketika lubang, permukaan licin, atau genangan memaksa kendaraan mengubah laju dan arah. Keluhan dari Manggarai Timur dan Kota Jayapura memperlihatkan masalah yang sama dengan bentuk berbeda: kerusakan yang dibiarkan membuat perjalanan harian semakin berisiko. Di ruas Warat–Panleleng, kerusakan berat terpantau pada Selasa, 27 Oktober 2026, dari Kampung Warat hingga Sungai Wae Kotong. Di Jayapura, lubang di depan SPBU APO dilaporkan terus melebar karena genangan air. Pemerintah perlu melihat kedua keluhan ini sebagai tuntutan keselamatan, bukan sekadar permintaan memperhalus jalan. Menunggu sampai kendaraan rusak atau seseorang celaka berarti membiarkan warga menanggung akibat dari infrastruktur yang semestinya dijaga.

Warat–Panleleng: jalur strategis dengan titik berbahaya

Kerusakan jalan rusak Manggarai paling parah dilaporkan sebelum dan sesudah Kampung Warat, serta di Lemus sebelum memasuki Wae Kotong. Aspal terkelupas hingga badan jalan menyisakan tanah, batu, dan material lepas. Saat kemarau, permukaan berdebu dan licin; ketika hujan, lumpur menyulitkan kendaraan melintas. Bahaya meningkat karena jalurnya memiliki tikungan tajam, tanjakan, dan turunan terjal. Di sekitar Golo Dadok, Kampung Perang, hingga Desa Balus Permai, bahkan kendaraan beroda tinggi pun dilaporkan kesulitan melewati jalan. Warga mulai memperbaiki sebagian titik Lemus secara swadaya, tetapi kerja mandiri tak seharusnya menggantikan tanggung jawab pemerintah. Anton dan warga meminta pemerintah kabupaten maupun pusat segera turun tangan, sebab jalur ini menghubungkan warga dari Balus Permai, Ngampang Mas, dan Poco Rii dengan Kota Borong untuk menjual hasil pertanian seperti kakao, cengkeh, dan kopi.

Jalan Rusak di Manggarai Timur dan Jayapura Membahayakan Warga

Lubang di Jayapura membesar, keluhan warga belum dijawab

Di depan SPBU APO, Kota Jayapura, lubang besar berada di jalur yang mengharuskan kendaraan melambat karena arus berputar. Lubang jalan Jayapura itu awalnya kecil, tetapi genangan yang berulang membuatnya kian lebar. Irawati, yang setiap hari melewati lokasi untuk bekerja, mengeluhkan jalan becek dan risiko terkena cipratan kendaraan yang melaju kencang. Ini bukan gangguan remeh: lubang yang terus membesar dapat menyulitkan pengendara menjaga kendali, sementara genangan menyamarkan kedalaman kerusakan. Sunarto menilai aliran air yang terus terjadi turut menyebabkan jalan rusak dan berharap pemerintah segera menanganinya. Dibandingkan ruas Warat–Panleleng yang rusak pada bentang panjang dengan medan ekstrem, masalah di APO tampak terpusat pada satu titik. Namun, titik yang ramai dilalui kendaraan pun membutuhkan tindakan cepat sebelum kerusakannya meluas.

Perbaikan harus jelas, bukan sekadar dijanjikan

Ada kabar rencana perbaikan untuk Manggarai Timur: seorang anggota Komisi V DPRD NTT mengatakan pemerintah kabupaten menganggarkan penanganan sepanjang 2 kilometer pada 2027, tetapi segmen yang akan dikerjakan belum diketahui. Ketidakjelasan lokasi membuat warga belum bisa memastikan apakah bagian paling parah akan masuk prioritas. Keterbatasan anggaran daerah akibat efisiensi pemerintah pusat disebut sebagai kendala, tetapi alasan itu tidak boleh menghapus kebutuhan akan penanganan yang terukur. Di Jayapura, warga meminta lubang di depan SPBU APO segera diperbaiki, tanpa rencana waktu yang disebutkan dalam laporan. Pemerintah di kedua wilayah perlu menjelaskan jadwal, titik pekerjaan, dan langkah sementara untuk mengurangi bahaya. Perbaikan jalan rusak akan berarti jika benar-benar menyasar lokasi rawan dan dilakukan sebelum kondisi kian parah, bukan berhenti pada janji atau tambalan swadaya.

Kesimpulannya, kerusakan di Warat–Panleleng dan lubang di APO berbeda skala, tetapi sama-sama membebani warga dan meningkatkan risiko perjalanan. Pemerintah perlu memprioritaskan titik berbahaya, memberi kepastian tentang jadwal penanganan, dan memastikan perbaikan bertahan menghadapi air serta kondisi jalan. Warga sudah menyampaikan keluhan dengan jelas; kini yang dibutuhkan adalah tindakan yang terlihat.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!