Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Jalan Berlubang di Sibolga dan Ruas Rusak di Manggarai Timur Menuntut Tindakan Cepat

Jalan Berlubang di Sibolga dan Ruas Rusak di Manggarai Timur Menuntut Tindakan Cepat
Minat|Asia Tenggara

Kerusakan jalan adalah ancaman keselamatan dan akses warga

Jalan rusak adalah kondisi ketika permukaan jalan berlubang, terkelupas, atau bergelombang sehingga perjalanan menjadi lebih sulit dan risiko kecelakaan meningkat bagi pengguna jalan. Di Sibolga dan Manggarai Timur, kerusakan yang dilaporkan bukan sekadar gangguan kenyamanan: keselamatan pengendara dan kelancaran akses warga sama-sama dipertaruhkan.

Di Jalan Horas, Kota Sibolga, lubang dan permukaan bergelombang mengganggu jalur vital menuju Pelabuhan Penyeberangan Pelindo. Di Manggarai Timur, kerusakan berat Jalan Warat-Panleleng menyulitkan perjalanan warga menuju Kota Borong. Kedua kasus ini menunjukkan bahwa perbaikan jalan bukan pekerjaan kosmetik yang bisa ditunda; jalan yang tak aman ikut membatasi mobilitas, kegiatan ekonomi, dan akses menuju layanan penting.

Di Jalan Horas, pengerukan tanpa penambalan menambah risiko

Jalan Horas sudah lama dilaporkan berlubang dan bergelombang, meski menjadi akses penting menuju Pelabuhan Penyeberangan Pelindo. Beberapa waktu lalu, petugas Kementerian Pekerjaan Umum mengeruk dan membersihkan lubang sebagai persiapan penambalan. Namun, lubang yang telah dibentuk dibiarkan terbuka tanpa aspal, sehingga pekerjaan awal itu justru menyisakan bahaya baru bagi pengendara.

Dampaknya terasa di jalur padat yang dilintasi ribuan kendaraan setiap hari, termasuk sepeda motor, mobil, truk logistik, dan kendaraan berat. Pengendara terpaksa bermanuver menghindari lubang, meningkatkan risiko tabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan. Seorang pengemudi minibus, Hendri, mengeluhkan bahwa lubang yang kini berbentuk kotak dan lebih dalam sulit terlihat pada malam hari. Desakan warga agar Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara segera menuntaskan penambalan layak dijawab dengan jadwal kerja yang jelas. Hingga laporan terbit, belum ada kepastian resmi mengenai kapan perbaikan itu selesai.

Warat-Panleleng rusak berat, akses tiga desa ikut terhambat

Pemantauan pada 27 Oktober 2026 mendapati kerusakan berat di ruas Warat-Panleleng, mulai dari Kampung Warat hingga Sungai Wae Kotong. Kerusakan paling parah berada sebelum dan sesudah Kampung Warat serta di kawasan Lemus sebelum Wae Kotong. Aspal terkelupas hingga menyisakan tanah, batu, dan material lepas. Saat kemarau jalan berdebu dan licin; ketika hujan, lumpur menyulitkan kendaraan melintas. Tikungan tajam, tanjakan, dan turunan terjal membuat kondisi tersebut makin berbahaya.

Warga di tiga desa—Balus Permai, Ngampang Mas, dan Poco Rii—bergantung pada jalan ini untuk mencapai Kota Borong dan menjual hasil pertanian, termasuk kakao, cengkeh, serta kopi. Anton, pengguna jalan, mendesak pemerintah segera memperbaiki ruas tersebut karena kerusakan menghambat transportasi dan pertumbuhan ekonomi warga. Sebagian warga bahkan mulai memperbaiki titik Lemus secara swadaya. Ketika kendaraan beroda tinggi pun kesulitan melintas, mengandalkan upaya warga bukanlah pengganti tanggung jawab pemerintah.

Rencana perbaikan harus disertai kejelasan dan tindakan segera

Seorang anggota Komisi V DPRD Nusa Tenggara Timur menyebut informasi bahwa pemerintah kabupaten menganggarkan perbaikan sepanjang 2 kilometer pada 2027, tetapi segmen yang akan ditangani belum diketahui. Rencana itu memberi harapan, namun tidak menjawab kebutuhan warga atas kepastian lokasi dan waktu pekerjaan. Kerusakan yang membahayakan perjalanan perlu ditangani berdasarkan tingkat risikonya, bukan dibiarkan menunggu tanpa penjelasan.

Kedua daerah menghadapi kebutuhan yang berbeda, tetapi ukuran respons yang baik sama: penanganan yang nyata, tepat waktu, dan terbuka. Di Jalan Horas, lubang yang sudah dikeruk harus segera ditambal agar persiapan perbaikan tidak memperbesar bahaya. Di Warat-Panleleng, pemerintah perlu menjelaskan cakupan pekerjaan dan memastikan ruas yang paling parah masuk prioritas. Tanpa tindak lanjut yang dapat dipantau, janji perbaikan hanya menunda risiko yang terus ditanggung warga.

Kesimpulannya, perbaikan jalan di Sibolga dan Manggarai Timur mendesak demi keselamatan pengendara serta akses harian masyarakat. Pemerintah perlu menutup lubang Jalan Horas tanpa penundaan dan memberi kepastian tentang rencana perbaikan Warat-Panleleng. Jalan aman bukan kemewahan; bagi warga, itu syarat dasar untuk bergerak, bekerja, dan membawa hasil usaha ke pasar.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!