Maybank Marathon Menjadikan Keberlanjutan Sebagai Detak Jantung Event Lari

Maybank Marathon Menjadikan Keberlanjutan Sebagai Detak Jantung Event Lari
Minat|Lari

Marathon Berkelanjutan Bali: Dari Lomba Lari Menjadi Gerakan Hijau

Marathon berkelanjutan Bali adalah konsep penyelenggaraan event lari yang mengintegrasikan inklusivitas sosial, edukasi keuangan, dan aksi dekarbonisasi lingkungan ke dalam setiap tahap kegiatan, sehingga bukan hanya mencetak catatan waktu di garis finish, tetapi juga mengurangi jejak karbon dan memperkuat kesejahteraan komunitas lokal secara jangka panjang. Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa mengadopsi visi ini melalui rangkaian program yang menempatkan keberlanjutan sebagai inti, bukan aksesori promosi semata. Menjelang puncak ajang lari berpredikat Elite Label Road Race dari World Athletics, penyelenggara menggelar Maybank Marathon Sustainability Day selama dua hari di Gianyar sebagai panggung utama gerakan “Meningkatkan Jejak Hijau”. Keputusan ini jelas: marathon berkelanjutan bukan wacana, melainkan praktek yang terlihat, terukur, dan bisa ditiru kota lain.

Gerakan ‘Meningkatkan Jejak Hijau’: Jalan Menuju Netral Karbon Event Lari

Ambisi menjadikan Maybank Marathon sebagai netral karbon event lari pada 2030 bukan slogan hijau, tetapi target yang ditopang strategi konkret. Melalui gerakan “Meningkatkan Jejak Hijau”, penyelenggara membagi upaya keberlanjutan dalam tiga pilar: pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan lingkungan-dekarbonisasi. Pada pilar pendidikan, ribuan siswa dan guru di Gianyar mendapat literasi keuangan berkelanjutan, mengaitkan olahraga dengan kecakapan finansial yang relevan bagi kehidupan sehari-hari. Pilar lingkungan mengarah ke penanaman mangrove, pengelolaan sampah organik, serta penggunaan transportasi ramah lingkungan yang melibatkan pelari, sponsor, dan warga lokal. “Ketiga pilar ini kami arahkan untuk saling memperkuat dan membawa Maybank Marathon menuju target netralitas karbon 2030,” kata Head of Sustainability Maybank Indonesia, Maria Trifanny Fransiska. Ini contoh bagaimana event lari dapat menjadi platform serius aksi iklim, bukan sekadar dekorasi hijau.

Maybank Marathon Menjadikan Keberlanjutan Sebagai Detak Jantung Event Lari

Inklusivitas sebagai Fondasi Sport Tourism Berkelanjutan

Keberlanjutan tanpa inklusivitas mudah jatuh menjadi proyek elitis. Maybank Marathon memilih arah berbeda dengan menjadikan Piduh Charity Café, ruang pemberdayaan bagi anak dan pemuda berkebutuhan khusus di bawah Yayasan Widya Guna, sebagai pusat Sustainability Day. Di sini, penyandang disabilitas mempersiapkan dan menyajikan hidangan untuk tamu, bukan ditempatkan sebagai objek belas kasihan. Kategori Wheelchair, program Run for Charity, dan dukungan untuk pelatihan kemandirian di Piduh Charity Café mengirim pesan tegas: marathon berkelanjutan Bali berarti semua tubuh punya hak berada di lintasan sport tourism berkelanjutan. Budhi Dyah Sitawati menegaskan, “Maybank Marathon bukan sekadar mengejar catatan waktu di garis finish, tetapi menghadirkan perjalanan yang nyaman, inspiratif, dan penuh makna”. Ketika inklusivitas ditempatkan sebagai inti, nilai ekonomi dan pariwisata tumbuh bersama martabat manusia.

Maybank Marathon Menjadikan Keberlanjutan Sebagai Detak Jantung Event Lari

Dampak Nyata bagi Masyarakat dan Masa Depan Sport Tourism

Bagi warga Gianyar, Maybank Marathon bukan sekadar keramaian tahunan yang memenuhi hotel dan jalanan. Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra menilai, ajang ini mendorong perputaran ekonomi dan pariwisata sekaligus menghasilkan dampak sosial dan lingkungan yang terasa di akar rumput. Kolaborasi dengan World Resources Institute melalui program Desa Sanding Bebas Emisi menjadikan desa adat sebagai laboratorium dekarbonisasi berbasis data dan komunitas. Warga dilatih memetakan emisi sendiri dan mengelola sampah organik, menjadikan aksi iklim bagian dari rutinitas, bukan ritual seremonial. Kemitraan dengan Yayasan Widya Guna memperkuat pesan bahwa kemandirian finansial dan ruang berkarya layak diakses setiap individu, termasuk penyandang disabilitas. Jika sport tourism berkelanjutan ingin menjadi standar baru, pola semacam ini—mengikat ekonomi lokal, inklusivitas, dan iklim dalam satu ekosistem—seharusnya bukan pengecualian, melainkan keharusan.

Kesimpulan: Marathon sebagai Blueprint Kota Hijau Inklusif

Maybank Marathon menunjukkan bahwa netral karbon event lari bukan ambisi muluk, tetapi target yang dapat diurai menjadi program pendidikan, pemberdayaan, dan dekarbonisasi yang terus berjalan. Di Bali, marathon berkelanjutan Bali ini menjelma menjadi blueprint bagaimana sebuah kota wisata bisa merangkai sport tourism berkelanjutan yang menguntungkan pelari, pelaku usaha, komunitas rentan, dan lingkungan sekaligus. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah event olahraga perlu menjadi hijau, tetapi seberapa cepat penyelenggara lain berani mengikuti standar baru ini. Jika maraton dapat menata ulang relasi antara olahraga, ekonomi lokal, dan aksi iklim, tidak ada alasan festival musik, pameran bisnis, atau kompetisi olahraga lain bertahan pada pola lama yang boros energi dan abai pada inklusivitas. Masa depan event besar ada di lintasan yang sudah mulai dibangun Maybank Marathon—lebih hijau, lebih adil, dan lebih berpihak pada bumi serta manusia.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!