Maybank Marathon Integrasikan Pemberdayaan Perempuan dan Keberlanjutan di Bali

Maybank Marathon Integrasikan Pemberdayaan Perempuan dan Keberlanjutan di Bali
Minat|Lari

Maraton sebagai Ruang Publik Baru untuk Keberlanjutan

Maybank Marathon 2026 adalah ajang lari berlabel Elite World Athletics yang bertransformasi menjadi platform kolaboratif untuk pemberdayaan perempuan, pelestarian budaya lokal, dan event keberlanjutan lingkungan yang menyatukan komunitas, korporasi, dan masyarakat luas dalam satu rangkaian aksi nyata.

Menjelang puncak Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa, Maybank Indonesia menggelar Maybank Marathon Sustainability Day 2026 di Sustainability Pavilion, Bali United Training Center, Gianyar, dengan agenda utama pada Sabtu 22 Agustus. Ini bukan sekadar pemanasan jelang lomba, melainkan pernyataan sikap: olahraga massal bisa dan harus menjadi etalase nilai sosial dan ekologis. Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2012, Maybank Marathon memang sengaja digeser dari sekadar adu cepat menjadi wadah integratif yang menyatukan komunitas, mitra, dan masyarakat untuk menggerakkan aksi nyata bagi lingkungan serta pemberdayaan sosial. Jika banyak event lari berhenti di garis finis, maraton ini dengan sadar memperluas dampaknya jauh melampaui lintasan.

Maybank Marathon Integrasikan Pemberdayaan Perempuan dan Keberlanjutan di Bali

Satu Dekade Women Eco-Weavers: Tenun sebagai Bahasa Pemberdayaan

Pusat narasi Maybank Marathon Sustainability Day 2026 adalah perayaan satu dekade Maybank Women Eco-Weavers (MWEW), program unggulan yang membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan bisa berangkat dari tenun tradisional. Sesi ini dikemas bukan seperti seremoni formal, tetapi rangkaian apresiasi, gelar wicara, dan lokakarya menenun yang menghidupkan kembali relasi antara tangan perempuan penenun dan lingkungan sekitarnya. Inilah jawaban konkret bagi mereka yang skeptis bahwa program sosial korporat tak lebih dari kampanye citra.

MWEW dirancang untuk melestarikan warisan tenun ASEAN, mempromosikan tekstil tradisional ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan inklusi keuangan perempuan. Sejak diluncurkan di Lombok pada 2016, program ini berkembang menjadi ekosistem regional yang menghubungkan perempuan penenun, petani serat alami, dan mitra program di lima negara, dari budidaya serat hingga akses pasar. Data konkret memperkuat klaim itu: hingga 30 Juni 2026, MWEW telah memberdayakan 2.617 penenun perempuan dan 3.024 petani, menanam 813.500 pohon murbei, 55.300 tanaman kapas, dan 18.700 pohon abaka, serta membangun 13 pusat pelatihan tenun, satu galeri, dan satu laboratorium pewarna alami. "Satu dekade perjalanan MWEW menunjukkan bagaimana pelestarian warisan budaya dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi," tegas Datuk Shahril Azuar Jimin.

Pelestarian Budaya Lokal, dari Lintasan ke Desa

Di Bali, konsep keberlanjutan tanpa budaya hanyalah slogan kosong. Di sinilah Maybank Marathon 2026 mengambil posisi berani: menjadikan pelestarian budaya lokal sebagai inti, bukan tempelan eksotis. MWEW yang berfokus pada warisan tenun dan tekstil tradisional ramah lingkungan menunjukkan bahwa budaya bukan sekadar dekorasi panggung, melainkan sumber mata pencaharian berkelanjutan bagi perempuan dan komunitas desa. Tenun yang dipamerkan dan diajarkan dalam lokakarya bukan souvenir, tetapi simbol kemandirian ekonomi dan identitas.

Integrasi budaya dan lingkungan terlihat jelas dalam cara program ini memperkuat ekosistem lokal: dari budidaya serat alami, serikultur, pewarnaan alami, hingga inovasi produk dan akses pasar. Pendekatan berbasis rantai nilai ini mengurangi ketergantungan pada bahan sintetis dan proses produksi yang merusak, sekaligus menghidupkan kembali praktik tradisional yang lebih ramah lingkungan. Hasilnya, pelestarian budaya tidak lagi bertumpu pada festival seremonial, melainkan pada struktur ekonomi nyata yang menguntungkan perempuan penenun. Di konteks Bali, hal ini sejalan dengan upaya menjaga wajah budaya di tengah tekanan pariwisata massal; marathon menjadi jembatan, bukan ancaman.

Jejak Hijau dan Ambisi Maraton Netral Karbon

Di luar tenun dan pemberdayaan perempuan, Maybank Marathon Sustainability Day 2026 menegaskan pilar lingkungan sebagai pondasi, bukan cat tambahan hijau. Inisiatif “Jejak Hijau Desa Sanding” diluncurkan untuk mendorong transformasi Desa Sanding menjadi desa berkelanjutan. Alih-alih menanam pohon simbolis lalu berhenti, program ini diarahkan sebagai proses panjang yang menghubungkan komunitas desa dengan agenda maraton netral karbon. Target yang dipasang pun jelas: aspirasi menjadikan Maybank Marathon sebagai ajang maraton netral karbon pada 2030.

Pilar lingkungan ini diperkuat dengan penghitungan jejak emisi secara terukur sebagai dasar merancang langkah pengurangan dan kompensasi. Pendekatan berbasis data ini penting; terlalu banyak event olah raga yang mengklaim hijau tanpa angka. Selain Jejak Hijau, ada Piduh Charity Program yang menyasar pemberdayaan 100 generasi muda, penyandang disabilitas, dan anak yatim di Bali. Ini memperluas definisi keberlanjutan: bukan hanya soal pohon dan angka karbon, tetapi juga akses dan keadilan sosial. Marathon di sini menjadi laboratorium hidup untuk membuktikan bahwa event keberlanjutan lingkungan dapat berjalan seiring dengan perlindungan kelompok rentan.

Kolaborasi Korporat: Visa, BMW, dan Masa Depan Event Olahraga

Salah satu pelajaran penting dari Maybank Marathon 2026 adalah peran sponsor yang tidak lagi cukup hanya menempelkan logo. Sustainability Day 2026 mengangkat tema “Impact Society Positively through Partnership” dan menghadirkan Visa sebagai title sponsor serta BMW Group sebagai Sustainable Mobility Partner. Ini menandai pergeseran: kemitraan korporat diposisikan sebagai mitra agenda, bukan sekadar penyandang dana. Kolaborasi lintas sektor ini memberi sinyal kuat bahwa dunia korporasi mulai melihat event olahraga sebagai kanal serius untuk agenda keberlanjutan dan pemberdayaan.

Presiden Direktur Maybank Indonesia menegaskan bahwa dampak berkelanjutan membutuhkan kolaborasi yang menyatukan beragam kekuatan untuk tujuan bersama. Pernyataan ini penting karena mematahkan anggapan bahwa bank dan sponsor hanya mengejar eksposur merek. Melalui Maybank Women Eco-Weavers, Jejak Hijau Desa Sanding, dan Piduh Charity Program, Maybank Marathon 2026 menunjukkan model yang bisa ditiru: event olahraga berskala besar sebagai platform yang mampu menciptakan dampak sosial dan lingkungan positif, selama sponsor siap terlibat pada level program, bukan promosi. Pada akhirnya, jika maraton ini berhasil mencapai target netral karbon 2030, itu akan menjadi preseden kuat bagi standar baru event olahraga global.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!