Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

MBG sebagai Ruang Belajar Gizi Tanpa Memotong Pelajaran

MBG sebagai Ruang Belajar Gizi Tanpa Memotong Pelajaran
Minat|Memasak

Makanan bergizi perlu disertai pemahaman

Edukasi gizi siswa adalah pembelajaran praktis yang membantu anak mengenali kandungan makanan dan memahami perannya bagi pertumbuhan serta kesehatan tubuh. Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, mengusulkan pendidikan gizi menjadi bagian dari kurikulum sekolah melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyampaikan usulan itu melalui akun media sosial pada 27 Oktober 2026, lalu menjelaskannya kembali di Jakarta Selatan pada 29 Oktober 2026. Gagasan ini tepat sasaran: menyediakan makanan saja belum cukup jika anak tidak tahu mengapa menu mereka terdiri atas karbohidrat, protein hewani, dan sayuran. Pengetahuan tersebut dapat memberi konteks pada pilihan makan, bukan menjadikan makan sekadar rutinitas. Namun, memasukkan pendidikan gizi ke sekolah seharusnya berarti memperkaya pengalaman belajar yang sudah ada, bukan menambah mata pelajaran atau beban akademik baru.

MBG sebagai Ruang Belajar Gizi Tanpa Memotong Pelajaran

Waktu makan, bukan jam pelajaran

Usulan paling masuk akal adalah menyampaikan materi ketika siswa menyantap MBG. Dengan begitu, penjelasan langsung terkait dengan makanan di hadapan mereka, sementara pelajaran utama tidak perlu dipotong. Sudaryono menegaskan kegiatan itu perlu mendapat waktu khusus agar tidak mengganggu jam pelajaran. Ia memberi contoh siswa kelas 1 dan 2 SD yang pulang pagi dapat makan sekitar pukul 10.00, sedangkan siswa yang pulang siang memperoleh waktu makan pukul 12.00–13.00. Pengaturan tersebut layak menjadi prinsip, bukan jadwal seragam untuk semua sekolah. Setiap sekolah perlu menyesuaikan waktu makan dengan susunan kegiatan dan pembagian makanan setempat. Jika penjelasan berubah menjadi ceramah panjang yang menghabiskan waktu istirahat atau mengacaukan jadwal, tujuan edukasinya justru berisiko berbenturan dengan pembelajaran.

Dari isi piring ke pilihan di rumah

Nilai pendidikan gizi sekolah tidak berhenti pada kemampuan menyebut nama zat gizi. Anak perlu memahami fungsi karbohidrat, protein hewani, dan sayuran, lalu menghubungkan pengetahuan itu dengan kebutuhan tubuh. Pendekatan saat makan membuat konsep tersebut lebih mudah dibicarakan secara konkret: siswa dapat melihat menu dan bertanya mengapa unsur tertentu disertakan. Tujuan akhirnya juga melampaui lingkungan sekolah. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika memilih bahan makanan di rumah. Dengan demikian, MBG berpotensi membuka percakapan tentang kebiasaan makan di keluarga, bukan hanya menjadi jatah makanan selama hari sekolah. Agar gagasan itu berguna, penyampaian perlu sederhana dan sesuai usia; pemahaman harus dibangun melalui penjelasan yang bisa diikuti anak, bukan istilah yang membebani.

Pelaksanaan harus menjaga tujuan belajar

Ada alasan kuat mengapa usulan ini perlu dipertimbangkan: Sudaryono mengatakan ia melihat langsung masyarakat di daerah terpencil menghadapi kekurangan gizi dan keterbatasan pemenuhan kebutuhan pangan. Dalam situasi demikian, pemberian makanan dan pemahaman tentang manfaatnya semestinya berjalan beriringan. Namun, keberhasilan program MBG tidak cukup diukur dari tersalurkannya makanan atau tersedianya sesi penjelasan. Sekolah perlu memastikan edukasi benar-benar berlangsung pada waktu makan, sesuai jadwal, dan tidak mengambil waktu mata pelajaran. Ukurannya sederhana: siswa mendapat makanan, mengetahui alasan beberapa jenis makanan dibutuhkan tubuh, dan tetap mengikuti pembelajaran tanpa gangguan. Jika batas itu dijaga, MBG dapat menjadi sarana belajar yang dekat dengan keseharian anak. Pendidikan gizi pun hadir sebagai bagian bermakna dari pengalaman sekolah, bukan tambahan beban yang menggeser tujuan utama kelas.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!