Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dua Sekolah Dibobol, Peralatan Belajar dan Dapur Raib

Dua Sekolah Dibobol, Peralatan Belajar dan Dapur Raib
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Pencurian sekolah mengganggu lebih dari sekadar inventaris

Pencurian sekolah adalah tindakan mengambil atau merusak barang di lingkungan pendidikan, yang dapat mengurangi keamanan sekolah sekaligus menghambat akses murid dan guru terhadap fasilitas belajar. Dua pembobolan yang diketahui pada Senin, 2 November, di SDN 48 Bengkulu Tengah dan SDN Cipayung 4 Depok memperlihatkan bahwa ruang sekolah tetap rentan ketika kosong di luar jam kegiatan. Insiden di Bengkulu Tengah diperkirakan terjadi pada Minggu malam atau dini hari, setelah penjaga masih berpatroli pada Minggu sore. Di Depok, kepala sekolah menemukan kerusakan saat tiba sekitar pukul 06.00. Kedua kasus ini bukan sekadar kehilangan barang: perlengkapan yang dibeli untuk menunjang kegiatan belajar dan kebutuhan sekolah kini menjadi sasaran. Keamanan sekolah karena itu perlu dipandang sebagai bagian dari perlindungan proses belajar, bukan urusan administratif yang bisa ditunda.

Di Bengkulu Tengah, barang dapur raib dan PID rusak

Di SDN 48 Bengkulu Tengah, Desa Linggar Galing, Kecamatan Pondok Kubang, pelaku diduga merusak grendel gembok dan masuk ke ruang guru. Sejumlah perlengkapan yang tertinggal di sekolah, termasuk tabung gas 3 kilogram, magic com, dan speaker, dilaporkan hilang. Kerusakan juga menyasar CCTV dan lemari kaca, sementara Papan Interaktif Digital (PID) berukuran 75 inci—bantuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah—diduga dipukul hingga rusak. Kerugian bukan hanya soal barang yang lenyap; perangkat digital yang seharusnya mendukung pembelajaran ikut kehilangan fungsinya. Pihak sekolah menyatakan peristiwa itu tidak sampai mengganggu kegiatan belajar mengajar, tetapi berharap pelaku segera ditangkap dan kejadian tidak terulang. Sekolah telah melapor ke Polsek Talang Empat, yang melakukan olah tempat kejadian perkara. Insiden ini mengingatkan bahwa fasilitas belajar bernilai tinggi perlu diamankan, sementara barang lain yang ditinggalkan juga patut masuk dalam pengawasan.

Delapan infokus hilang di Depok, pengamanan perlu ditinjau

Di SDN Cipayung 4, Depok, pelaku masuk dengan cara melewati tembok, lalu mencongkel pintu ruang kepala sekolah, tata usaha, dan guru. Loker, lemari, serta laci meja juga dibuka paksa. Delapan infokus Epson dan sebuah laptop Acer dilaporkan hilang, bersama ampli mixer dan uang tunai Rp800.000; total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp60 juta. Hilangnya delapan perangkat proyeksi berpotensi membatasi pilihan guru dalam menyampaikan materi, sementara laptop juga merupakan peralatan sekolah yang mendukung pekerjaan harian. Polisi dari Polsek Pancoran Mas, Tim Inafis Polres Metro Depok, dan Unit K9 Satwa Kelapa Dua melakukan olah tempat kejadian perkara. Cara pelaku masuk menunjukkan bahwa perhatian pada pintu saja tidak cukup: tembok, akses samping, dan penyimpanan inventaris perlu diperiksa. Barang yang ditinggalkan di sekolah semalaman mudah menjadi sasaran jika perlindungannya tidak sepadan dengan risikonya.

Dua Sekolah Dibobol, Peralatan Belajar dan Dapur Raib

Perlindungan inventaris adalah bagian dari mutu belajar

Dua kejadian ini memperlihatkan pola yang patut ditanggapi serius: barang yang menetap di sekolah setelah jam belajar—dari perlengkapan dapur sampai perangkat presentasi—berisiko dicuri atau dirusak. Menambah pengawasan tidak harus berhenti pada kamera; kasus Bengkulu Tengah justru menunjukkan CCTV sekolah ikut dirusak. Sekolah perlu menilai titik masuk, memperkuat penyimpanan, mencatat inventaris, serta mengatur agar perangkat yang mudah dipindahkan tidak dibiarkan tanpa perlindungan. Pemeriksaan rutin oleh penjaga dan pelaporan cepat tetap penting, tetapi perlu disertai langkah yang menyulitkan pelaku masuk dan membawa barang. Dampaknya melampaui nilai inventaris: saat infokus, laptop, atau PID tidak tersedia, guru kehilangan alat bantu dan murid kehilangan sebagian dukungan pembelajaran. Kesimpulannya, keamanan sekolah bukan pelengkap fasilitas belajar. Perlindungan yang terencana menjaga peralatan sekolah tetap dapat digunakan dan membantu mencegah pencurian serupa terulang.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!