Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Sekolah Dibobol Saat PJJ, Fasilitas Belajar Jadi Sasaran

Sekolah Dibobol Saat PJJ, Fasilitas Belajar Jadi Sasaran
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Sekolah kosong bukan berarti aman

Pencurian sekolah adalah pengambilan barang dari lingkungan pendidikan tanpa izin, yang dapat menghilangkan perlengkapan belajar sekaligus merusak fasilitas yang dibutuhkan murid dan guru. Rentetan pembobolan SD saat kegiatan belajar berlangsung dari jarak jauh menunjukkan bahwa sekolah yang sepi tetap memerlukan penjagaan dan perlindungan berlapis. Di Banjarmasin, dua SD negeri di Kecamatan Banjarmasin Utara—SDN Sungai Andai 3 dan SDN Percontohan Surgi Mufti 5—menjadi sasaran pencurian ketika PJJ diterapkan akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan. Kondisi ini seharusnya menjadi peringatan: pengurangan aktivitas di sekolah tidak boleh berarti pengawasan ikut mengendur. Ketika ruang kelas dan kantor jarang didatangi, barang berharga yang tertinggal di dalamnya menjadi lebih rentan. Keamanan fasilitas sekolah perlu diperlakukan sebagai bagian dari kesiapan belajar, bukan urusan tambahan yang baru diperhatikan setelah kehilangan terjadi.

Sekolah Dibobol Saat PJJ, Fasilitas Belajar Jadi Sasaran

Uang dan perangkat raib di Banjarmasin

Di SDN Sungai Andai 3, kehilangan baru diketahui pada Jumat, 23 Oktober, sementara rekaman CCTV menunjukkan pelaku diduga masuk pada Rabu siang, 21 Oktober, ketika sekolah menjalankan PJJ dan guru bekerja dari rumah. Uang kas yang disimpan di lemari kantor raib, begitu pula uang seorang guru sebesar Rp80 ribu yang tertinggal di kelas. Rekaman memperlihatkan pelaku melompati pagar dan mencongkel jendela dari luar; wajahnya terekam kamera. Tiga proyektor sempat diduga dibawa, tetapi kemudian ditemukan di tempat lain di lingkungan sekolah. Di SDN Percontohan Surgi Mufti 5, pencurian diduga terjadi pada 20 Oktober saat kawasan mengalami pemadaman listrik. Sekolah melaporkan tiga proyektor, satu laptop, dan satu hard disk hilang, dengan perkiraan kerugian sekitar Rp30 juta. CCTV di sekolah itu juga ditemukan rusak, dan kasusnya dilaporkan ke Polsek Banjarmasin Utara. Ketika kamera pengawas bisa dirusak, keberadaan CCTV saja jelas belum cukup.

Sekolah Dibobol Saat PJJ, Fasilitas Belajar Jadi Sasaran

Perangkat belajar menjadi target di Depok

Pembobolan SDN Cipayung 4 di Depok diketahui pada Senin, 2 November, ketika kepala sekolah tiba sekitar pukul 06.00. Pintu ruang kepala sekolah, tata usaha, dan guru ditemukan rusak akibat congkelan; loker, lemari, dan laci pun dibuka paksa. Delapan infokus, satu laptop, ampli mixer, serta uang tunai Rp800 ribu dilaporkan hilang. Total kerugian ditaksir Rp60 juta. Hilangnya delapan infokus dan laptop bukan sekadar daftar inventaris: perangkat itu menopang penyampaian materi dan pekerjaan sekolah. Setiap barang yang raib berpotensi menambah hambatan bagi guru dan murid, terutama ketika sekolah harus mengganti atau mengamankan kembali perlengkapan. Aparat Polsek Pancoran Mas bersama Tim Inafis Polres Metro Depok dan Unit K9 melakukan olah tempat kejadian perkara. Penyelidikan penting, tetapi pencegahan harus berjalan bersamaan: pemeriksaan akses, penguncian ruang penyimpanan, dan pemantauan berkala perlu dipastikan, khususnya saat gedung lama tidak berpenghuni.

Kerusakan fasilitas memperpanjang dampak

Di SDN 48 Bengkulu Tengah, pembobolan yang diketahui pada Senin pagi, 2 November, tidak berhenti pada barang yang diambil. Pintu ruang guru dan grendel gembok dirusak; tabung gas 3 kilogram, magic com, serta speaker turut hilang. CCTV dirusak dan lemari kaca pecah, sementara Papan Interaktif Digital (PID) berukuran 75 inci, bantuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, ditemukan rusak. Pencurian diperkirakan terjadi pada Minggu malam atau dini hari setelah penjaga sekolah berpatroli pada sore sebelumnya. Sekolah melaporkan kejadian itu ke Polsek Talang Empat, yang melakukan olah tempat kejadian perkara. Pihak sekolah menyebut kegiatan belajar tidak sampai terganggu, tetapi berharap kejadian serupa tidak terulang. Harapan itu menuntut langkah nyata: fasilitas publik yang rusak atau hilang perlu segera diamankan dan ditangani, sementara penjagaan sekolah harus disesuaikan dengan jam kosong dan titik masuk yang rawan. Tanpa itu, perlengkapan sekolah hilang akan terus mengurangi sumber daya yang semestinya digunakan untuk belajar.

Sekolah Dibobol Saat PJJ, Fasilitas Belajar Jadi Sasaran

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!