Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Mesin Listrik Hemat Biaya: Dari Ladang ke Laut

Mesin Listrik Hemat Biaya: Dari Ladang ke Laut
Minat|Solusi Pintar

Mesin listrik hemat biaya sebagai wajah baru ekonomi rakyat

Mesin listrik hemat biaya adalah penggunaan perangkat bertenaga listrik dan baterai di sektor pertanian dan perikanan untuk menggantikan mesin berbahan bakar kayu atau BBM, sehingga biaya operasional turun drastis, proses kerja lebih efisien, dan pelaku usaha kecil memiliki peluang keuntungan yang lebih besar dalam jangka panjang. Di Lombok Timur, petani tembakau mulai beralih ke oven listrik pengeringan yang menekan kebutuhan kayu bakar dan tenaga manusia. Sementara di pesisir Bali, motor perahu listrik seperti MantaOne dipakai nelayan skala kecil untuk memangkas biaya operasional nelayan hingga 90% per perjalanan melaut. Ini bukan sekadar pergantian mesin, melainkan perubahan cara berpikir: energi terbarui dipandang sebagai strategi bertahan hidup ekonomi, bukan isu teknis semata.

Oven listrik pengeringan tembakau: ketika kayu bakar jadi beban

Kasus petani tembakau di Desa Rarang, Lombok Timur, menunjukkan betapa mahalnya bertahan dengan teknologi lama. Untuk mengeringkan tiga ton tembakau, oven listrik hanya menghabiskan sekitar Rp1 juta hingga Rp1,3 juta dalam bentuk token listrik. Bandingkan dengan oven konvensional yang bergantung pada kayu bakar: satu truk kayu tertentu dihargai Rp3,2 juta hingga Rp3,5 juta, dan kayu mintis bahkan bisa mencapai Rp8 juta per truk. Dalam kalimat yang layak dikutip, Mansur, Ketua Kelompok Tani Lingsir Bajang Empat, menegaskan, “Kalau menurut saya sebagai petani, oven listrik jauh lebih efisien. Baik dari segi biaya tenaga maupun bahan bakar”. Selain hemat, oven listrik pengeringan memberi kualitas tembakau lebih bersih dengan warna lebih tajam, sekaligus mengurangi ketergantungan pada kayu yang harganya terus menekan margin keuntungan.

Dari sisi kerja, teknologi pertanian hemat ini mengubah pola aktivitas petani. Oven manual memaksa mereka menjaga tungku dan menambah kayu atau cangkang kemiri setiap hari. Dengan oven listrik, suhu bisa dikontrol lewat aplikasi di HP, tanpa harus begadang di depan api. Sistem pengaturan suhu otomatis dan alarm yang memberi tanda jika pengovenan belum merata membuat proses lebih aman dan terukur. Namun, keterbatasan kapasitas—baru sekitar tiga ton sekali proses—menunjukkan bahwa modernisasi belum selesai. Harapan Mansur agar pemerintah dan investor mengembangkan oven berkapasitas lima hingga enam ton adalah sinyal jelas: petani siap memodernisasi, asalkan teknologi listrik terbarui dirancang sesuai skala usaha kecil dan tidak berhenti pada proyek percontohan mahal yang sulit diakses.

Motor perahu listrik: biaya operasional nelayan turun 90%

Di laut, cerita penghematan lebih ekstrem. Azura Indonesia mengembangkan motor perahu listrik MantaOne untuk nelayan skala kecil, dengan hasil yang mengguncang logika lama biaya operasional nelayan. Perhitungan mereka menunjukkan, satu perjalanan melaut dengan mesin konvensional berbahan bakar minyak menghabiskan sekitar Rp100.000, sementara MantaOne hanya membutuhkan Rp10.000 untuk tiga baterai dalam satu perjalanan. Artinya, potensi penghematan hingga 90% per trip, sebuah angka yang pantas dijadikan kutipan kebijakan: transisi energi di laut bisa langsung terasa di kantong nelayan. Mesin ini memakai baterai isi ulang yang diisi di stasiun berbasis PLTS, sehingga mengurangi ketergantungan pada BBM dan membuka ruang pemanfaatan energi terbarui di pesisir.

Dampaknya bukan hanya angka di kertas. Nengah Sudiarta, nelayan di Desa Kusamba, mengaku motor perahu listrik membantunya tetap melaut saat musim paceklik karena biaya operasional lebih terjangkau. Ketika hasil tangkapan turun, mesin boros BBM memaksa banyak nelayan menepi; MantaOne memberi opsi untuk tetap berlayar dengan risiko finansial lebih kecil. Suara mesin yang lebih rendah juga membuat aktivitas melaut lebih nyaman. Di balik itu, ada pesan penting: teknologi rendah emisi baru layak disebut solusi jika ia membuat usaha nelayan lebih tangguh, bukan sekadar mengganti sumber energi. Ambisi distribusi hingga 10.000 unit dalam jangka panjang menunjukkan bahwa motor perahu listrik sedang diposisikan sebagai tulang punggung baru ekonomi pesisir, bukan perangkat eksperimen sesaat.

Modernisasi akar rumput: peluang dan PR kebijakan

Jika oven listrik pengeringan di ladang dan motor perahu listrik di laut dilihat bersama, pola besarnya jelas: modernisasi datang dari akar rumput, didorong kebutuhan menekan biaya, bukan slogan teknologi. Petani tembakau di Lombok Timur mulai menguji coba oven listrik sejak awal Agustus 2026, memanfaatkan aplikasi HP untuk mengontrol suhu dan mengurangi beban kayu bakar. Nelayan Kusamba memakai mesin listrik berbaterai yang diisi lewat PLTS untuk mengurangi konsumsi BBM dan biaya melaut. Keduanya menunjukkan bahwa teknologi listrik terbarui menawarkan solusi penghematan biaya operasional yang signifikan di sektor pertanian dan perikanan, sekaligus menandai tren modernisasi di kalangan pelaku usaha kecil yang selama ini sering dianggap tertinggal.

Namun, keberhasilan awal ini membuka pekerjaan rumah besar. Mansur berharap pemerintah mengembangkan oven dengan kapasitas lima hingga enam ton dan mengkaji biaya pengadaan agar petani kecil mampu mengakses teknologi ini. Tanpa desain kebijakan yang berpihak, mesin listrik hemat biaya berisiko menjadi privilese segelintir kelompok, bukan standar baru produksi. Di sisi lain, rencana perluasan MantaOne ke berbagai wilayah perikanan dengan target distribusi 10.000 unit menuntut ekosistem pendukung: stasiun pengisian daya, skema pembiayaan, dan pelatihan nelayan. Kesimpulannya tegas: jika negara dan pelaku usaha berani memusatkan strategi pada teknologi pertanian hemat dan motor perahu listrik, penghematan 70–90% biaya operasional bukan utopia, melainkan fondasi baru ekonomi rakyat yang lebih tahan guncangan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!