Biaya Perawatan Mobil Listrik vs Bensin: Mana Lebih Hemat?

Biaya Perawatan Mobil Listrik vs Bensin: Mana Lebih Hemat?
Minat|Perawatan Mobil Bensin

Inti Perdebatan: Total Cost Ownership Kendaraan, Bukan Hanya Harga Beli

Biaya perawatan mobil listrik adalah seluruh pengeluaran rutin untuk menjaga kendaraan listrik tetap aman dan berfungsi optimal, termasuk servis berkala, penggantian suku cadang yang aus, dan kewajiban pajak tahunan, yang kemudian dihitung bersama biaya energi dan asuransi untuk memperoleh total cost ownership kendaraan dalam jangka panjang. Perspektif inilah yang seharusnya digunakan saat membandingkan mobil listrik dan mobil bensin: bukan sekadar membandingkan label harga di brosur, tetapi melihat keseluruhan arus kas selama masa kepemilikan. Mobil bensin sering tampak lebih murah saat dibeli, namun ketika biaya servis, pajak, dan konsumsi bahan bakar ditumpuk, gambaran keuangan jangka panjang tidak lagi sesederhana pilihan antara “listrik” dan “bensin”.

Mobil Listrik Hemat Operasional: Komponen Lebih Sedikit, Servis Lebih Murah

Keunggulan utama mobil listrik hemat operasional berasal dari desain mekanis yang jauh lebih sederhana. Mobil listrik, seperti Changan Deepal S07, dikenal memiliki biaya perawatan yang lebih rendah dibandingkan kendaraan bermesin bensin atau diesel. Dengan komponen yang lebih sedikit, kendaraan listrik memungkinkan kebutuhan servis yang lebih sederhana dan hemat. Artinya, lebih sedikit bagian yang berpotensi rusak dan perlu diservis. Contoh nyata bisa dilihat pada Changan Deepal S07: estimasi total biaya perawatan mobil listrik ini mencapai Rp 16.474.620 untuk jarak tempuh hingga 105.000 kilometer. Jika dirata-rata, biaya servis Changan Deepal S07 hanya sekitar Rp 2,35 juta per tahun, atau kurang lebih Rp 196.000 per bulan. Untuk sebuah SUV listrik yang dipakai harian, angka ini menunjukkan bahwa biaya perawatan mobil listrik bukan sekadar lebih rendah di atas kertas, tetapi terasa langsung di dompet pemilik.

Biaya Perawatan Mobil Listrik vs Bensin: Mana Lebih Hemat?

Perbandingan Kasar dengan Mobil Bensin dan Dampak Pajak Mobil Listrik 2026

Jika dibandingkan secara kualitatif, perbandingan biaya bensin listrik jelas berpihak pada listrik di sisi perawatan: mesin bensin membutuhkan banyak komponen bergerak, cairan, dan sistem pendukung, sementara motor listrik bekerja dengan jauh lebih sedikit bagian. Namun, permainan angka berubah ketika pajak mobil listrik 2026 mulai berlaku. Melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026, era bebas Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk kendaraan listrik resmi berakhir. Dalam regulasi terbaru ini, mobil listrik tidak lagi otomatis bebas pajak dan diperlakukan setara dengan kendaraan konvensional. Dasar pengenaan PKB ditentukan dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor dikali bobot koefisien, tanpa perbedaan antara mobil listrik dan bensin. Untuk beberapa model populer, estimasi pajak tahunan (PKB + SWDKLLJ) mencapai Rp 3,78 juta untuk Wuling Air EV Lite Standard, Rp 3,99 juta untuk Wuling Air EV Lite Long Range, Rp 4,95 juta untuk BYD Atto 1 Standar, Rp 4,32 juta untuk Jaecoo J5 EV Long Range, dan Rp 19,70 juta untuk BYD Denza D9 Premium. Sebagai catatan, komponen SWDKLLJ sendiri berada di kisaran Rp 143.000–Rp 150.000 per tahun.

Harga Beli, Pajak, dan Contoh Konkret: Menghitung Total Cost Ownership

Untuk menilai apakah mobil listrik hemat operasional benar-benar mengalahkan mobil bensin, kita harus menyatukan biaya perawatan mobil listrik, pajak, dan harga beli ke dalam satu simulasi total cost ownership kendaraan. Di segmen entry-level, tersedia Wuling Air EV mulai Rp 155 juta, VinFast VF 3 mulai Rp 156 juta (skema sewa baterai), dan BYD Atto 1 mulai Rp 199 juta, sementara di segmen premium BYD Denza D9 dibanderol Rp 950 juta. Perubahan aturan ini membuat calon pembeli perlu lebih cermat menghitung total biaya kepemilikan, termasuk komponen SWDKLLJ (sekitar Rp 143.000-Rp 150.000 per tahun). Changan Deepal S07 memberikan gambaran menarik: "estimasi total biaya perawatan mobil listrik ini mencapai Rp 16.474.620 untuk jarak tempuh hingga 105.000 kilometer". Angka tersebut, jika dibandingkan dengan pola servis mobil bensin yang umumnya lebih sering dan lebih mahal, menguatkan argumen bahwa investasi awal lebih tinggi tapi penghematan operasional jangka panjang lebih menguntungkan.

Kesimpulan: Mobil Listrik Layak Dipilih Bila Fokus pada Jangka Panjang

Dari sudut pandang finansial jangka panjang, mobil listrik unggul bukan karena bebas pajak—fase itu sudah berakhir—butuh perhitungan lebih matang. Keunggulan datang dari struktur teknis yang membuat biaya perawatan mobil listrik lebih rendah dan lebih mudah diprediksi daripada mobil bensin. Pajak mobil listrik 2026 memang menambah beban tahunan, tetapi bahkan dengan PKB yang kini setara dengan kendaraan konvensional, efisiensi servis dan penghematan operasional tetap memberi ruang lebih lega pada anggaran. Kuncinya adalah disiplin menghitung total cost ownership kendaraan: biaya beli, pajak, perawatan, hingga energi. Jika tujuan Anda adalah kepemilikan 5–7 tahun atau lebih, mobil listrik seperti Changan Deepal S07 yang menawarkan biaya perawatan praktis dan hemat menjadi pilihan rasional, bukan sekadar tren gaya hidup.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!