Dari kontroversi menuju hal sehari-hari
Met Gala adalah acara penggalangan dana tahunan bagi Costume Institute di Museum Metropolitan, sekaligus panggung mode yang menghubungkan pameran museum dengan penampilan para tamu di karpet merah. Kini, tema Met Gala beralih dari rencana yang berpusat pada seorang desainer ke pakaian yang akrab di lemari banyak orang.
Metropolitan Museum of Art Costume Institute mengumumkan tema baru pameran musim semi 2027 dan Met Gala setelah John Galliano mundur dari rencana pameran tunggal yang sebelumnya menuai kontroversi. Pergeseran ini terasa lebih dari sekadar pergantian judul: institusi memilih pokok bahasan yang bisa berbicara luas tanpa melepaskan ambisi artistiknya. Menurut laporan yang mengutip The New York Times, Anna Wintour tidak terlibat dalam pemilihan tema baru setelah rencana awal dibatalkan.

Keindahan yang tersembunyi dalam jeans dan kaus
Pameran Costume Institute bertajuk “extraORDINARY: Fashion and the Poetics of the Everyday” mengajak pengunjung memperhatikan busana sehari-hari yang kerap dianggap biasa. Jeans, kaus, jas hujan, sweatshirt, dan jaket puffer menjadi bahan untuk melihat bagaimana desainer mengubah bentuk, teknik, serta makna pakaian yang akrab.
Gagasan ini tidak berarti pakaian kasual sekadar dipindahkan ke ruang museum. Pameran akan menelusuri keterampilan yang mengubah busana klasik menjadi kreasi bernilai tinggi, sekaligus menunjukkan bagaimana bahan sederhana seperti kertas, aluminium, dan plastik dapat menjadi karya yang bisa dikenakan. Contohnya termasuk denim trompe-l’oeil Matthieu Blazy untuk Bottega Veneta dan desain yang menafsirkan ulang pakaian sehari-hari. Sudut pandang itu lebih menarik daripada anggapan bahwa mode hanya berarti kemewahan: ia meminta kita melihat kecermatan yang tersembunyi di depan mata.
Karpet merah tetap menjadi ujian
Menjadikan jeans dan kaus pusat perhatian adalah langkah kuratorial yang segar, tetapi penerapannya di karpet merah belum tentu mudah. Sebagian penonton khawatir tema kasual akan mengurangi busana dramatis yang membuat Met Gala menjadi tontonan. Kekhawatiran itu masuk akal, tetapi menyamakan pakaian sehari-hari dengan kurangnya kreativitas justru mengabaikan tantangan desain: membuat benda familiar terasa baru.
Kurator utama Andrew Bolton berharap pengunjung nyaman memakai jeans dan kaus favorit mereka, meski kode berpakaian untuk tamu belum diumumkan. Pilihan model Bhavitha Mandava mengenakan celana Chanel yang tampak seperti jeans pada Met Gala sebelumnya bahkan dapat dibaca sebagai pertanda awal arah ini. Namun, hasil akhirnya akan bergantung pada tafsir para tamu dan rumah mode: busana kasual yang dirancang dengan niat bisa terasa berani, sedangkan tampilan biasa tanpa gagasan berisiko tampak sekadar kurang istimewa.
Pameran menguji gagasan, bukan sekadar pakaian
Pameran ini direncanakan menampilkan sekitar 230 kostum, sebagian besar dari koleksi museum yang sudah ada. Met Gala dijadwalkan berlangsung pada 3 Mei 2027; pameran dibuka untuk umum pada 9 Mei 2027 dan berlangsung hingga 9 Januari 2028. Skala tersebut memberi ruang untuk menunjukkan bahwa kesederhanaan sebuah pakaian tidak sama dengan kesederhanaan proses kreatifnya.
Perubahan tema setelah kontroversi Galliano tetap menyisakan pertanyaan tentang cara lembaga mode merespons tekanan publik. Namun, tema baru ini tidak harus dibaca sebagai mundur dari provokasi: ia memindahkan provokasi dari sosok desainer ke cara kita menilai pakaian dan kerja di baliknya. Jika karpet merah mampu menerjemahkan gagasan itu dengan imajinasi, Met Gala dapat membuktikan bahwa busana sehari-hari pun layak menjadi pusat perhatian.






