Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Puragraph dan PURANA Rayakan Warisan Minang dalam Busana Sirkular

Puragraph dan PURANA Rayakan Warisan Minang dalam Busana Sirkular
Minat|Pertunjukan Busana

Renjana Perca: Ketika Rumah Gadang Masuk Runway

Puragraph Vol. II | Minang dan Purana Re:Made adalah kolaborasi fashion show Grand Indonesia yang menggabungkan koleksi busana Minang bernafaskan arsitektur Rumah Gadang dengan konsep ekonomi sirkular fashion, menjadikan panggung mode sebagai ruang perayaan warisan budaya dan keberlanjutan yang saling menguatkan, bukan saling meniadakan. Kolaborasi Puragraph PURANA ini digelar pada 19 Agustus 2026 di Main Atrium, East Mall Level 1 sebagai bagian dari retrospektif ulang tahun Purana ke-17 bertajuk "Grand Indonesia – Purana17: Renjana Perca". Diperagakan oleh 8 model wanita dan 2 model pria, koleksi ini tidak sekadar memamerkan potongan busana, tetapi mengirim pesan jelas: mode lokal harus berani mengambil posisi politik budaya dan lingkungan. Di tengah dominasi tren global, tampilnya estetika Minangkabau sebagai pusat narasi menunjukkan bahwa akar budaya masih dapat menjadi sumber gagasan paling relevan untuk masa kini.

Puragraph Vol. II | Minang: "A Home You Carry With You"

Kekuatan utama koleksi busana Minang yang digarap Puragraph ada pada keberanian meminjam bahasa arsitektur Rumah Gadang dan menjadikannya bahasa sehari-hari lewat busana. Di bawah arahan lead designer Maritza Anjali, siluet atap Minangkabau yang ikonik diterjemahkan menjadi potongan berstruktur tegas, dekonstruktif, namun tetap dapat dikenakan sebagai liveable art. Filosofi sandhang, pangan, papan diterjemahkan ke dalam ide "a home you carry with you", menjadikan setiap lapisan pakaian bukan sekadar dekorasi tubuh, melainkan metafora atap yang menaungi dan memberi rasa pulang di mana pun pemakainya berada. Menurut Maritza Anjali, busana ini "dirancang agar terasa seperti ‘a home you carry with you’—sebuah rasa memiliki yang menyertai kemanapun Anda pergi". Pilihan palet monokrom dan siluet basic yang bersih terasa sebagai sikap: budaya tidak harus tampil klise atau eksotis, ia bisa hadir minimalis, tajam, dan kontemporer, selama niat penghormatannya jelas.

Purana Re:Made: Kemewahan Haute Couture yang Sirkular

Jika Puragraph mengangkat dimensi emosional "rumah" pada tubuh, Purana Re:Made mengingatkan bahwa rumah ekologis kita adalah bumi, dan fashion punya tanggung jawab langsung atasnya. Di tangan Kika Puspitasari, arsip kain perca Purana dari 2009 hingga 2025 dirangkai ulang menjadi busana statement unik yang meredefinisi gagasan zero-waste luxury. Di sini, ekonomi sirkular fashion bukan jargon manis, melainkan proses konkret: sisa tekstil yang biasanya berakhir sebagai limbah diperlakukan bak material haute couture, dipilih, disusun, dan dikerjakan dengan keahlian kriya sehingga setiap potong menjadi one-of-a-kind. Komitmen ini diperkuat kepemimpinan Nonita Respati dan Andarina Sumarno yang memelopori pelestarian budaya berdampingan dengan kemewahan berkelanjutan. Sikap Purana Re:Made tegas: kemewahan masa kini bukan tentang kemegahan baru, tetapi tentang bagaimana kita menghormati apa yang sudah ada, termasuk sisa bahan yang sering diremehkan.

Grand Indonesia sebagai Ruang Dialog Budaya dan Keberlanjutan

Menempatkan peragaan busana ini di Grand Indonesia bukan sekadar pilihan lokasi; ia menjadikan mal sebagai ruang dialog budaya dan keberlanjutan yang terbuka untuk publik luas. Tema "Renjana Perca" menjalar melampaui runway ke pameran multi-zona yang dapat dieksplorasi hingga 23 Agustus 2026 di Main Atrium, Lobby Shinta, hingga area depan Azko East Mall. Kehadiran instalasi, busana, dan narasi sirkular di tengah arus konsumsi harian adalah pernyataan politis: desainer lokal Indonesia berhak dan mampu mengisi ruang komersial dengan gagasan kritis, bukan hanya produk. Koleksi Puragraph Vol. II: Minang yang kini tersedia di Purana Store Central Department Store Ground Floor menutup lingkaran ini: pengunjung dapat menyentuh, mencoba, dan mengadopsi nilai-nilai yang baru saja mereka lihat di panggung. Mode di sini tidak berhenti sebagai tontonan sesaat, melainkan ajakan untuk mengubah cara kita berpakaian dan berpikir.

Lebih dari Sekadar Fashion Show: Blueprint Masa Depan Mode Lokal

Peragaan kolaboratif Puragraph PURANA di Grand Indonesia menegaskan bahwa masa depan mode lokal Indonesia bergantung pada keberanian merajut tiga hal sekaligus: warisan budaya, gagasan desain, dan tanggung jawab ekologis. Dengan mengangkat Minangkabau sebagai inspirasi, menjadikan Rumah Gadang sebagai struktur konseptual, dan mengolah kain perca arsip menjadi kemewahan sirkular, keduanya menyusun blueprint yang layak ditiru desainer lokal Indonesia lain: akar kuat, desain tajam, limbah minimal. Pameran yang tersebar di berbagai zona mal dan dukungan berlapis dari mitra lintas sektor menunjukkan bahwa gerakan ini sudah melewati tahap eksperimen; ia menjadi gerakan kebudayaan yang serius. Pada akhirnya, Renjana Perca menawarkan pertanyaan yang tak nyaman tetapi penting: jika kain perca bisa diangkat setinggi ini, apa alasan kita masih memproduksi limbah baru tanpa konsep? Jawabannya ada pada pilihan kita sebagai pelaku dan penikmat mode.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!