Keseharian naik kelas
Met Gala 2027 adalah acara penggalangan dana Costume Institute yang tema pamerannya mengajak publik melihat busana sehari-hari sebagai bahan bagi imajinasi dan penciptaan mode kelas atas. Arah itu terasa lebih menarik daripada sekadar mengulang kemewahan karpet merah: jeans, kaus, dan jaket yang akrab dipakai diberi ruang sebagai gagasan, bukan hanya pakaian pelengkap. Met mengumumkan tema pameran pengganti lebih dari dua bulan setelah retrospektif John Galliano yang semula direncanakan dibatalkan. Bertajuk extraOrdinary: Fashion and the Poetics of the Everyday, pameran ini menelusuri cara desainer mentransformasi pakaian biasa sekaligus bagaimana pemakaian, padu padan, dan perawatan memberi makna pada busana. Pergeseran ini bukan berarti gaun malam kehilangan tempat; yang berubah adalah pusat perhatian. Keseharian kini punya peluang menjadi bahasa utama mode, bukan sekadar kontras bagi kemewahan.

Dari jeans hingga bahan yang tak terduga
Tema extraOrdinary dibangun melalui dua sudut pandang. “Familiar Forms” menyoroti bentuk yang mudah dikenali, seperti jeans, kaus, jaket pengendara motor, dan jas hujan, lalu menampilkan cara desainer mengubah siluet serta simbolismenya. Sweatshirt dan jaket puffer juga masuk dalam cakupan eksplorasi. Sementara itu, “Common Matter” mengarahkan pandangan ke bahan yang kerap dianggap biasa atau sekali pakai—kertas, aluminium, dan plastik—serta kemungkinan mengolahnya menjadi busana. Pilihan ini memperluas definisi kecanggihan: keterampilan mode tidak hanya terlihat pada bahan mewah atau bentuk spektakuler, tetapi juga pada kemampuan mengubah sesuatu yang familier menjadi sesuatu yang mengejutkan. Pameran diperkirakan memuat sekitar 230 kostum, sebagian besar dari koleksi museum.

Karpet merah tak harus seragam
Dampak paling menarik dari tema ini mungkin terasa pada cara tamu membaca undangan karpet merah. Kode berpakaian untuk Met Gala 2027 belum diumumkan, sehingga belum ada dasar untuk memastikan jeans atau kaus akan mendominasi. Namun, tema pameran memberi alasan kuat bagi para tamu dan desainer untuk menafsirkan pakaian akrab dengan pendekatan konseptual, bukan sekadar datang dalam gaun malam yang megah. Pakaian sehari-hari dapat tampil sebagai ilusi, permainan bentuk, atau komentar tentang kebiasaan berpakaian. Gagasan itu selaras dengan contoh desain denim trompe-l’œil Matthieu Blazy untuk Bottega Veneta yang disebut dalam materi pameran. Menurut Andrew Bolton, “Hal-hal biasa tidak pernah sesederhana yang terlihat.” Kalimat itu merangkum peluang tema ini: karpet merah bisa tetap glamor tanpa menjadikan kemegahan sebagai satu-satunya ukuran kreativitas.

Perubahan tema dengan latar kontroversi
Perubahan ini juga membawa konteks yang tak bisa dipisahkan dari pameran itu sendiri. Rencana retrospektif Galliano ditarik setelah donor dan kritikus menyampaikan keberatan atas pernyataan antisemit dan anti-Asia yang pernah dilontarkan desainer tersebut. Karena itu, pilihan tema baru bukan hanya pergeseran estetika dari fantasi teatrikal menuju pakaian sehari-hari; ia menandai upaya institusi untuk melanjutkan agenda pameran melalui gagasan yang berbeda. Pameran dijadwalkan dibuka untuk umum pada 9 Mei 2027, setelah Met Gala pada 3 Mei, dan berlangsung hingga 9 Januari 2028. Dengan menempatkan busana sehari-hari di pusat perhatian, Met menawarkan sudut pandang yang lebih dekat dengan pengalaman berpakaian, sekaligus menantang anggapan bahwa mode penting hanya ketika tampil luar biasa. Kesimpulannya, tema ini tidak membatalkan kemewahan Met Gala—ia meminta kemewahan itu menemukan makna baru dalam hal-hal yang biasa.





