Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

ANW dan Stella Rissa: Dua Tafsir Alam dan Cahaya dalam Busana

ANW dan Stella Rissa: Dua Tafsir Alam dan Cahaya dalam Busana
Minat|Pertunjukan Busana

Busana sebagai pengalaman untuk diamati

DEWI Fashion Knights adalah perhelatan mode yang mempertemukan karya desainer terpilih melalui presentasi runway, pameran, dan living mannequin, sehingga busana dapat dibaca sebagai rancangan sekaligus pengalaman visual. Edisi 2026 berlangsung di Museum Nasional Indonesia pada 2 November sebagai salah satu momen puncak dan penutup Jakarta Fashion Week 2027. Acara tahunan Majalah DEWI ini menandai 35 tahun dokumentasi gaya hidup, budaya, dan mode, dengan lima desainer dan label dipresentasikan dalam tiga format. Di antara pilihan itu, ANW dan Stella Rissa menawarkan kontras yang menarik: ANW meminta kita mengamati perubahan cahaya pada kain, sementara Stella memperluas busana menjadi percakapan tentang alam, seni, dan perhiasan. Bukan sekadar dua koleksi bertema alam, keduanya menunjukkan bagaimana cara presentasi dapat mengubah cara kita melihat sebuah karya.

ANW membuat cahaya bergerak bersama busana

Koleksi ANW, The Study of Light, Refraction, and Shadow, berangkat dari pertanyaan tentang bagaimana cahaya mengubah pandangan terhadap suatu objek. Koleksi ini memadukan manipulasi kain, teknik cyanotype, bordir, dan ornamen kaca daur ulang dengan konstruksi diagonal khas label tersebut. Organza, tulle, dan mesh menciptakan lapisan transparan yang berganti antara memperlihatkan dan menyamarkan tubuh; lipatan serta draperi asimetris memberi siluet kesan cair. Ornamen floral dari kaca daur ulang, hasil kolaborasi dengan seniman kaca Ivan Bestari, menangkap dan membiaskan cahaya, lalu membentuk kilau dan bayangan. Presentasi living mannequin di Museum Nasional Indonesia menjadi pilihan yang tepat: saat model bergerak, pantulan, jatuh kain, dan bayangan ikut berubah. Koleksi ini lebih kuat sebagai pengamatan yang terus bergeser daripada sebagai gambar busana yang berhenti pada satu sudut pandang.

Mother Earth Stella Rissa: couture sebagai dialog

Mother Earth Stella Rissa mengambil jalur berbeda. Terinspirasi perjalanan Stella menjelajahi pulau-pulau di Indonesia, presentasi ini mengolah lanskap dan perairan Nusantara menjadi gaun couture dengan siluet skulptural, warna, tekstur, dan struktur organik. Silk chiffon, organdy, silk sateen, linen, serta scuba crepe dimanipulasi dan diperkaya ornamen eksperimental. Namun busana bukan satu-satunya pusat perhatian: kolaborasi dengan seniman Galuh Anindita menghadirkan topeng skulptural dari kulit sapi dan kuningan, sementara MAHIJA melengkapi tampilan dengan perhiasan, termasuk topeng berlapis emas dan batu permata. Alas kaki rancangan khusus dari Rajnikania menyatukan penampilan. Perpaduan couture, seni, dan perhiasan membuat gagasan alam terasa lebih luas daripada inspirasi motif. Karya-karya ini juga mengangkat perubahan dan kerapuhan: keindahan alam bukan sesuatu yang boleh dianggap akan selalu ada.

ANW dan Stella Rissa: Dua Tafsir Alam dan Cahaya dalam Busana

Dua cara membaca alam

Perbedaan ANW dan Stella Rissa terletak pada titik masuk mereka. ANW memusatkan perhatian pada cara material menangkap, membiaskan, dan mengubah cahaya; living mannequin membuat proses itu terlihat melalui gerakan. Stella Rissa memulai dari kekayaan bentuk alam, lalu mempertemukan busana couture dengan karya seni dan perhiasan untuk berbicara tentang ingatan serta sesuatu yang dapat menghilang. Yang satu menekankan persepsi—apa yang tampak bergantung pada sudut dan cahaya—sedangkan yang lain menempatkan alam sebagai warisan yang perlu dijaga. Karena itu, format presentasi bukan sekadar wadah bagi koleksi, melainkan bagian dari maknanya. Keduanya memperlihatkan bahwa mode dapat menyampaikan gagasan tanpa harus menyamakan bahasa visual.

Pada akhirnya, kekuatan DEWI Fashion Knights terletak pada ruang yang diberikan bagi pendekatan berbeda untuk berdampingan. ANW mengajak pengunjung memperhatikan perubahan kecil pada kain, refleksi, dan bayangan; Stella Rissa merangkai couture, seni, serta perhiasan menjadi renungan tentang keindahan dan kerapuhan alam. Kedua koleksi tidak menawarkan satu definisi tunggal tentang alam, dan justru itu yang membuat perbandingannya bernilai: presentasi busana dapat menjadi pameran material, pengalaman bergerak, maupun narasi yang mengundang perenungan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!