KuybeliKuybeli

BPOM Targetkan TikTok: Perang Terbuka Lawan Kosmetik Ilegal

BPOM Targetkan TikTok: Perang Terbuka Lawan Kosmetik Ilegal
Minat|Makeup

Gelombang Kosmetik Ilegal di TikTok: Masalahnya Bukan Sekadar Tautan

Kosmetik ilegal TikTok adalah produk perawatan dan kecantikan yang dijual melalui fitur e-commerce dan live shopping TikTok tanpa izin edar resmi, sering kali mengandung bahan berbahaya, dipromosikan dengan klaim hasil instan, serta memanfaatkan celah pengawasan di ranah digital sehingga berpotensi merugikan kesehatan dan menipu konsumen yang berbelanja daring tanpa verifikasi informasi produk terlebih dahulu. Operasi intensifikasi pengawasan BPOM bukan sekadar razia tautan; ini sinyal keras bahwa ekosistem belanja kecantikan di platform digital sudah kebanjiran produk kecantikan palsu. Dalam periode 11–22 Mei, BPOM mengidentifikasi 9.042 tautan penjualan kosmetik ilegal yang tidak memenuhi ketentuan dengan nilai ekonomi hampir Rp268,7 miliar. Angka ini menunjukkan satu hal: algoritma yang mendorong konten viral sedang berbenturan dengan regulasi keamanan konsumen, dan sejauh ini regulasi tertinggal.

BPOM Targetkan TikTok: Perang Terbuka Lawan Kosmetik Ilegal

Mengapa TikTok Jadi Episentrum Pelanggaran

TikTok tidak tiba-tiba disorot; ia menjadi target utama BPOM karena skala bisnis kecantikan di platform ini luar biasa besar. Kategori perawatan dan skincare di e-commerce TikTok mencatat pendapatan sekitar Rp35,61 triliun dengan pertumbuhan 79,73 persen, menempati urutan pertama di antara kategori produk lain. Di tengah euforia ini, lebih dari 50 persen pelanggaran yang ditemukan BPOM terjadi di TikTok. Fitur live shopping yang lincah dan persuasif menjelma panggung sempurna bagi penjual nakal: sekali siaran, ribuan penonton, ribuan pesanan. Besarnya arus uang membuka celah bagi kosmetik ilegal dan produk kecantikan palsu yang tidak memenuhi ketentuan untuk menumpang laris. Selama enam bulan patroli siber, nilai ekonomi kosmetik ilegal yang diperdagangkan di TikTok diperkirakan mencapai sekitar Rp260 miliar. Selama platform lebih fokus pada engagement daripada verifikasi, angka ini berpotensi terus naik.

Operasi Penegakan BPOM: Dari Patroli Siber ke Gudang Fisik

BPOM operasi penegakan terhadap kosmetik ilegal TikTok menunjukkan pola baru pengawasan: menyasar dunia siber dan dunia nyata sekaligus. Dari total 9.617 tautan penjualan yang diperiksa, 9.042 direkomendasikan untuk diturunkan (take down) karena melanggar ketentuan. Mayoritas pelanggaran—sekitar 95,24 persen—berupa penjualan kosmetik tanpa izin edar, sisanya terkait bahan berbahaya dan produk yang tidak sesuai definisi kosmetik. Tautan ilegal ini banyak terdeteksi dikirim dari DKI Jakarta, Medan, dan Tangerang, menunjukkan jaringan distribusi yang terorganisir. Langkah BPOM tidak berhenti pada layar: inspeksi dilakukan ke 190 sarana produksi dan distribusi, dan 128 di antaranya dinyatakan tidak memenuhi ketentuan. Dari operasi fisik ini, ditemukan 2.205 item kosmetik ilegal setara 2,1 juta pieces dengan nilai ekonomi Rp35,8 miliar. Langkah tegas berupa rekomendasi take down ke kementerian terkait dan kerja sama dengan asosiasi e-commerce penting, tetapi belum cukup tanpa komitmen pengelola platform untuk menyaring penjual dari hulu.

Risiko Nyata bagi Konsumen: Kulit Jadi Korban Eksperimen

Di balik angka-angka fantastis, dampak paling nyata dari produk kecantikan palsu adalah pada kulit dan tubuh konsumen. Mayoritas tautan melanggar karena menjual kosmetik tanpa izin edar, yang artinya kandungan dan keamanannya belum dinilai otoritas. Sebagian bahkan mengandung bahan berbahaya. Di live shopping, produk semacam ini dibungkus narasi dramatis: "hasil putih dalam tiga hari", "hilang jerawat seketika". Kepala BPOM mengingatkan agar masyarakat tidak tergiur janji hasil instan dari produk yang belum jelas keamanannya. Ketika kulit rusak atau terjadi reaksi alergi berat, penjual bisa dengan mudah lenyap dari platform, sementara konsumen menanggung biaya kesehatan. Masalahnya, algoritma cenderung mempromosikan konten yang memicu rasa ingin coba, bukan konten edukasi keamanan. Kalau konsumen ikut arus tanpa sikap kritis, mereka sedang menjadikan tubuh sendiri sebagai kelinci percobaan dari bisnis abu-abu bernilai ratusan miliar.

Cara Membeli Kosmetik Aman di Era Live Shopping

Di tengah derasnya kosmetik ilegal TikTok, cara membeli kosmetik aman harus menjadi kebiasaan, bukan sekadar slogan. BPOM mendorong prinsip CEK KLIK sebagai panduan praktis sebelum checkout. Konsumen perlu: 1. Cek kemasan: pastikan utuh, tidak penyok, tidak ada modifikasi mencurigakan. 2. Cek label: baca komposisi, produsen, dan klaim; waspadai janji hasil instan. 3. Cek izin edar: cari nomor registrasi BPOM di kemasan dan konfirmasi melalui situs atau aplikasi resmi. 4. Cek kedaluwarsa: jangan gunakan produk yang masa pakainya lewat. Selain itu, kritisi pola promosi: jika penjual lebih mengandalkan testimoninya sendiri daripada bukti izin edar, itu bendera merah. Belanja di marketplace atau kanal resmi brand yang punya rekam jejak jelas jauh lebih aman dibanding mengikuti rekomendasi spontan di sesi live. Pada akhirnya, klik membeli adalah keputusan personal; konsumen perlu mengimbanginya dengan klik untuk mengecek.

Kuybeli Take

Gelombang Kosmetik Ilegal di TikTok: Masalahnya Bukan Sekadar TautanKosmetik ilegal TikTok adalah produk perawatan dan kecantikan yang dijual melalui fitur e-co...

, Kuybeli editorial

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!