Padel atau Pickleball? Mana yang Lebih Fun? Cek Bedanya di Lapangan, Raket, dan Aturan Main!

generated by AI.
Padel dan Pickleball. Dua nama ini sedang naik daun, hadir sebagai alternatif seru buat yang bosan main tenis atau pingpong. Sekilas memang mirip—sama-sama pakai paddle atau raket padat tanpa senar dan bolanya sama-sama dipukul. Tapi, kalau sudah masuk lapangan, cerita di balik keduanya benar-benar berbeda.
Yuk, kita bedah perbedaannya dengan santai, biar nggak salah kostum saat diajak main!
Melihat ke Lapangan: Dinding Kaca vs Zona Kitchen
sumber gambar: Nikola Stojadinovic via iStock
Perbedaan paling mencolok ada di rumah mereka, yaitu lapangan.
Padel lahir dari modifikasi lapangan tenis di Meksiko pada akhir 1960-an. Ciri khasnya: lapangan berukuran $20 \times 10$ meter yang dikelilingi dinding kaca. Dinding ini bukan cuma pajangan, tapi bagian aktif dari permainan. Bola yang memantul dari dinding masih bisa dimainkan. Ini membuat rally jadi panjang, intens, dan penuh strategi memantulkan bola di sudut yang tak terduga. Padel adalah permainan yang sangat mengandalkan reaksi cepat dan biasanya dimainkan berpasangan (ganda).
Sementara itu, Pickleball lahir di Amerika Serikat sekitar tahun 1965 sebagai permainan keluarga. Lapangannya jauh lebih kecil, ukurannya identik dengan lapangan bulu tangkis ganda, dan tidak memiliki dinding. Uniknya, ada area khusus di depan net yang disebut “Kitchen Zone” (atau Non-Volley Zone). Di zona ini, pemain dilarang memukul bola langsung (voli). Aturan ini memaksa pemain untuk sabar, menjaga posisi, dan mengandalkan pukulan pendek nan cermat, terutama drop shot yang menjatuhkan bola tepat di depan net.
generated by AI.
Peralatan: Bola Plastik Berlubang Melawan Bola Tenis Bertekanan Rendah
Di tangan, perbedaan alat keduanya juga terasa.
Raket Padel (padel bat) lebih besar, tebal, dan memiliki lubang-lubang di permukaannya untuk mengurangi hambatan udara saat diayun. Bolanya mirip seperti bola tenis, tapi tekanan udaranya sengaja dibuat lebih rendah, sehingga pantulannya lebih kalem. Ini sangat pas untuk memanfaatkan pantulan dari dinding kaca.
Sedangkan Pickleball menggunakan paddle yang lebih kecil, biasanya berbentuk persegi panjang, dan padat. Bola Pickleball terbuat dari plastik ringan dan berlubang (mirip wiffle ball). Lubang ini bertujuan agar laju bola jauh lebih lambat dan pantulannya rendah di lapangan kecil. Alhasil, permainan Pickleball terasa lebih low-impact dan ramah bagi pemula atau mereka yang ingin olahraga tanpa terlalu banyak berlari kencang.
sumber gambar: picklepacific.com via Google
Skor dan Vibe Permainan
Sistem skor Padel mengadopsi penuh sistem skor tenis (15, 30, 40, deuce). Ini cocok buat yang sudah familiar dengan olahraga raket klasik.
Sedangkan Pickleball punya sistem skor yang unik: poin hanya bisa didapat oleh tim yang sedang melakukan servis. Permainan akan terus berlanjut sampai salah satu tim mencapai 11 poin dengan selisih dua.
Pilih mana? Kalau Padel menawarkan tantangan strategi dan fisik yang lebih intens dengan dinamika dinding yang seru, Pickleball unggul sebagai olahraga sosial yang lebih mudah dipelajari, low-impact, dan punya vibe yang sangat fun untuk dimainkan semua usia.
Intinya, keduanya sama-sama menjanjikan keringat dan tawa. Tinggal pilih, mau coba seru-seruan dengan dinding kaca, atau adu skill halus di Kitchen Zone?
Tim Padel:
Tim Pickleball:





