Samsung Tetap Dominan di Pasar Ponsel Lipat Menjelang Pesaing Apple

Samsung Tetap Dominan di Pasar Ponsel Lipat Menjelang Pesaing Apple
Minat|Memilih dan Membeli Ponsel

Samsung Sudah di Garis Depan Saat Apple Baru Menghitung Langkah

Pasar ponsel foldable adalah segmen smartphone premium dengan layar yang dapat dilipat, yang menggabungkan fungsi ponsel dan tablet dalam satu perangkat, dan kini menjadi arena persaingan utama produsen besar yang berlomba memimpin inovasi, pengalaman pengguna, dan pangsa pasar global secara agresif. Di titik ini, posisi terdepan dipegang smartphone lipat Samsung. Perusahaan Korea Selatan tersebut diperkirakan menguasai 32% pangsa pengiriman smartphone lipat dunia pada 2026, menjadikannya pemimpin pasar yang sulit digoyang dalam jangka pendek. Sementara Apple baru bersiap masuk lewat iPhone lipat, Samsung sudah tujuh tahun mengasah lini Galaxy Z. Itulah mengapa Co-CEO Roh Tae-moon dengan percaya diri menegaskan bahwa keahlian teknologi dan pemahaman pelanggan yang dibangun selama tujuh tahun “tidak bisa dikejar dalam semalam”. Ini bukan sekadar kepercayaan diri, tetapi pesan ke pasar: Samsung merasa sudah satu generasi di depan sebelum pertarungan dimulai.

Samsung Tetap Dominan di Pasar Ponsel Lipat Menjelang Pesaing Apple

Pasar Ponsel Foldable Melebar, Apple Datang Sebagai Katalis, Bukan Pengguling

Secara makro, angin pasar sedang bertiup ke arah smartphone lipat. Pengiriman ponsel pintar lipat global diperkirakan tumbuh 21% secara tahunan pada 2026, didorong minat pada perangkat premium, persaingan brand besar, dan masuknya Apple yang diprediksi menjadi katalis baru. Namun katalis bukan berarti pengguling. Bahkan bos Samsung menegaskan bahwa ponsel layar lipat sudah mencapai kematangan teknologi dan pasar, serta menyebut semakin banyak pemain sebagai tanda produk ini telah menjadi arus utama, dengan potensi pertumbuhan yang terus berlanjut. Di sinilah posisi unggul Samsung di pasar ponsel foldable terasa krusial: ketika kategori memasuki fase mainstream, konsumen cenderung memilih nama yang sudah terbukti. Apple akan menambah sorotan, tetapi sorotan itu juga akan memantul kembali ke Galaxy Z, yang sudah hadir dan dapat dibeli lebih dulu ketimbang iPhone lipat release yang masih berupa rumor jadwal.

Galaxy Z Fold 8: Desain ‘Paspor’ Sebagai Jawaban Awal untuk iPhone Lipat

Strategi produk Samsung terlihat jelas di Galaxy Z Fold 8. Smartphone lipat Samsung ini hadir dengan model baru bergaya “paspor” yang lebih lebar, berbeda dengan seri Z Fold sebelumnya yang cenderung memanjang. Form factor ini bukan kebetulan; bocoran iPhone lipat menunjukkan pendekatan desain lipat bergaya buku yang serupa, dan rumor menyebut perangkat itu akan diperkenalkan pada sebuah acara September mendatang bersamaan dengan lini iPhone reguler. Artinya, Samsung sengaja lebih dulu memosisikan Galaxy Z Fold 8 sebagai standar de facto untuk format ini. Dengan begitu, ketika iPhone lipat release akhirnya terjadi, konsumen sudah punya referensi nyata tentang seperti apa pengalaman foldable “paspor” yang matang. Dalam persaingan Samsung vs Apple lipat, waktu rilis lebih awal memberi Samsung kesempatan menguasai persepsi sebelum Apple ikut bicara desain dan ekosistem.

Samsung Tetap Dominan di Pasar Ponsel Lipat Menjelang Pesaing Apple

Harga, AI, dan Pasar Domestik: Tiga Senjata Samsung Menjaga Dominasi

Samsung tidak hanya mengandalkan head start teknologi, tetapi juga strategi harga yang agresif dan diferensiasi fitur. Untuk pasar domestik, perusahaan menurunkan harga Galaxy Z Fold 8 dengan kapasitas 256 GB menjadi sekitar Rp26,9 juta, lebih murah sekitar Rp1,2 juta dibanding generasi sebelumnya, sementara Galaxy Z Fold 8 Ultra dan Galaxy Z Flip 8 tetap menempati segmen premium dengan harga sekitar Rp30,4 juta dan Rp19,8 juta. Roh Tae-moon menjelaskan, dengan mempertimbangkan pentingnya pasar Korea, harga di sana dibuat lebih terjangkau dibanding pasar lain. Di sisi fitur, tiga ponsel lipat Galaxy Z terbaru kini ditenagai AI Gemini milik Alphabet, menandai ekspansi besar pertama sejak model perdana 2019. Kombinasi teknologi layar lipat matang, kecerdasan buatan, dan penyesuaian harga lokal adalah pesan jelas: Samsung berniat mempertahankan basis pengguna kuat sebelum iPhone Fold tiba.

Apa Artinya Bagi Pengguna Saat iPhone Fold Datang?

Bagi pengguna, kehadiran Apple di segmen ini berarti pilihan lebih banyak dan tekanan kompetitif yang menguntungkan. Rumor menyebut iPhone lipat pertama akan dirilis pada sebuah acara September, meski Apple dan mitra perakitnya belum mengonfirmasi waktu peluncuran maupun kesiapan produksi massal. Sementara itu, smartphone lipat Samsung sudah memasuki fase penjualan: lini Galaxy Z terbaru akan diluncurkan bertahap mulai 7 Agustus dengan periode pemesanan awal yang dibuka sebelum tanggal tersebut. Dalam jangka pendek, pengguna yang ingin mencicipi ponsel foldable hari ini punya alasan kuat melirik Galaxy Z Fold 8, karena itu satu-satunya produk “paspor” yang nyata. Dalam jangka menengah, masuknya Apple berpotensi memicu inovasi lebih cepat pada software, ekosistem aplikasi, dan mungkin penyesuaian harga di kedua kubu. Dominasi Samsung mungkin bertahan, tetapi konsumenlah yang pada akhirnya menang.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!