Ponsel Lipat Jadi Medan Tempur Baru antara Oppo, Samsung, dan Apple
Pasar ponsel lipat terbaru adalah segmen smartphone premium dengan layar yang dapat dilipat ke dalam atau ke luar, menggabungkan fungsi ponsel dan tablet dalam satu perangkat, dan kini menjadi arena persaingan strategis antara produsen besar yang ingin menguasai inovasi bentuk, pengalaman layar, serta ekosistem aplikasi kelas atas. Dalam beberapa tahun ke depan, persaingan pasar foldable diperkirakan jauh lebih ketat seiring rencana Oppo menghadirkan ponsel lipat format lebar pada kuartal pertama 2027. Perangkat ini digadang siap menantang Samsung Galaxy Z Fold dan potensi iPhone lipat dari Apple. Oppo ponsel lipat yang tengah diuji internal disebut membawa layar utama sekitar 7,6 inci dan cover screen 5,5 inci, menempatkannya langsung di jantung segmen foldable wide. Kehadiran Oppo di lini ini menjadikan persaingan tidak lagi sekadar duel Samsung–Apple, melainkan pertarungan multi-pemain dengan strategi produk yang semakin agresif.
Strategi Chipset Ganda Samsung: Menjaga Marjin di Tengah Persaingan
Samsung merespons tekanan persaingan dengan mengubah strategi chipset smartphone pada lini ponsel lipatnya. Galaxy Z Flip8 tidak lagi memakai satu jenis prosesor global, melainkan dua varian: Exynos 2600 untuk sebagian pasar, dan Snapdragon generasi terbaru untuk wilayah lain. Menurut laporan The Bell yang dikutip, seri Galaxy Z Flip dianggap sebagai lini di mana desain dan portabilitas lebih penting daripada kinerja absolut, sehingga penggunaan chipset internal lebih masuk akal untuk mengendalikan biaya produksi. Menurut sumber divisi Mobile Experience Samsung, “Seri Galaxy Z Flip adalah lini produk di mana pelanggan memprioritaskan desain dan portabilitas daripada kinerja tertinggi.” Langkah ini sekaligus mendukung bisnis semikonduktor Samsung, karena Exynos 2600 juga diperkirakan hadir di Galaxy S26 dan S26+ di beberapa pasar. Dengan strategi ini, Samsung berharap tetap agresif di persaingan pasar foldable tanpa mengorbankan profitabilitas.
Galaxy Z Fold 8 Ultra dan Fold 8 Wide: Pertahanan Samsung di Kelas Premium
Selain Flip, lini Samsung Galaxy Z Fold menjadi benteng utama melawan Oppo ponsel lipat dan ancaman Apple. Tiga model yang diduga sebagai Galaxy Z Fold 8 Ultra, Fold 8 Wide, dan Flip 8 sudah lolos sertifikasi TKDN dengan nilai sekitar 36,1%, mengisyaratkan peluncuran yang kian dekat. Galaxy Z Fold 8 Wide dikabarkan mengusung layar utama sekitar 7,6 inci Dynamic AMOLED 120Hz dengan rasio lebih mendekati persegi, bodi sekitar 4,3 mm saat dibuka, dan bobot kurang lebih 201 gram. Varian Ultra diproyeksikan menjadi puncak lini Samsung Galaxy Z Fold, dengan layar utama sekitar 8 inci Dynamic LTPO AMOLED 2X 120Hz, crease yang lebih minim, kamera utama 200 MP, ultrawide 50 MP, telephoto dengan zoom optik 3x, RAM hingga 16 GB, dan penyimpanan hingga 1 TB. Spesifikasi ini menegaskan posisi Samsung sebagai tolok ukur teknis di segmen ponsel lipat terbaru.

Amunisi Oppo: Foldable Wide Berbekal Snapdragon 8 Elite Gen 6
Di sisi lain, Oppo menyiapkan jawaban langsung terhadap Samsung Galaxy Z Fold melalui perangkat lipat wide yang saat ini masih dibocorkan dengan nama spekulatif Find N7 atau varian “Wide”. Ponsel lipat terbaru Oppo ini diperkirakan memakai chipset kelas atas Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 6, menempatkannya di jajaran flagship premium. Layar utama sekitar 7,6 inci dan layar luar 5,5 inci dirancang untuk menonjolkan produktivitas dan konsumsi konten saat perangkat dibuka maupun ditutup. Oppo juga mempertimbangkan dua pemasok panel, Samsung Display dan BOE, serta mengembangkan engsel baru untuk mengurangi bekas lipatan di layar. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Oppo tidak sekadar mengikuti tren, melainkan berusaha mengungguli kompetitor dalam hal kualitas layar dan kenyamanan penggunaan. Jika dieksekusi tepat pada awal 2027, perangkat ini berpotensi menggerus loyalitas pengguna foldable Samsung di segmen layar lebar.
Perspektif Investor: Foldable Jadi Motor Pertumbuhan Baru
Masuknya Oppo ke persaingan pasar foldable bersama Samsung dan kemungkinan Apple mengirim sinyal kuat bahwa kategori ponsel lipat telah melewati tahap eksperimen. Dengan inovasi seperti strategi chipset ganda di Galaxy Z Flip8, kehadiran Galaxy Z Fold 8 Ultra dan Fold 8 Wide, serta rencana Oppo menghadirkan perangkat wide bertenaga Snapdragon 8 Elite Gen 6, ekosistem teknologi lipat tampak semakin matang. Bagi investor, dinamika ini menggambarkan segmen dengan potensi pertumbuhan tinggi: rantai pasok layar lipat, engsel, dan chipset kelas atas mendapat permintaan baru. Produsen display seperti Samsung Display dan BOE ikut tersorot karena dipertimbangkan sebagai pemasok utama panel foldable Oppo. Jika Apple benar-benar masuk dengan iPhone lipat, persaingan tiga arah dengan Samsung Galaxy Z Fold dan Oppo ponsel lipat akan membuat segmen ini menjadi salah satu pusat inovasi paling menarik di industri smartphone.

