Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Program Literasi Keuangan BNI Masuk 172 Sekolah Rakyat

Program Literasi Keuangan BNI Masuk 172 Sekolah Rakyat
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Literasi keuangan sekolah: menanamkan cara berpikir uang sejak dini

Literasi keuangan sekolah adalah upaya sistematis untuk mengenalkan konsep uang, menabung, dan mengelola keuangan kepada siswa melalui kegiatan belajar yang terstruktur, berbasis praktik nyata, dan relevan dengan kehidupan sehari‑hari, sehingga kebiasaan finansial yang sehat dapat tumbuh sejak usia dini dan bertahan hingga dewasa. Dalam konteks ini, langkah PT Bank Negara Indonesia Tbk meluncurkan Program BNI Sahabat Sekolah Rakyat patut dibaca sebagai pernyataan sikap terhadap masa depan generasi muda. Alih‑alih sebatas promosi produk perbankan, program ini menempatkan edukasi finansial anak sebagai fondasi karakter. Dengan memperluas literasi keuangan ke 172 Sekolah Rakyat, BNI mengirim pesan jelas: melek finansial bukan tambahan kurikulum, melainkan kebutuhan dasar di era ekonomi yang kian menantang.

Empat pilar Sahabat Sekolah Rakyat: menabung bukan lagi soal celengan

Program BNI Sahabat Sekolah Rakyat dibangun di atas empat pilar: Cerdas Belajar, Cerdas Mengelola Keuangan, Cerdas Sekolah, dan Peduli Bersama. Di sinilah literasi keuangan sekolah keluar dari ruang kelas dan masuk ke kehidupan nyata. Melalui pilar Cerdas Mengelola Keuangan, siswa mendapat pengenalan cara mengelola keuangan dengan pendekatan yang dekat dengan kebutuhan sehari‑hari dan dapat diterapkan langsung di lingkungan sekolah maupun di rumah. Kutipan penting yang layak digarisbawahi: “Program ini dirancang untuk memberikan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa sekaligus memperluas pengalaman belajar di lingkungan sekolah,” ujar Sekretaris Perusahaan BNI, Okki Rushartomo. Program menabung siswa tidak lagi berhenti pada celengan; mereka belajar bahwa rekening bank, ID card yang dapat dipindai, dan buku tabungan adalah bagian dari ekosistem finansial yang bisa mereka akses bahkan sebelum bekerja.

Menabung sejak sekolah dasar: pengalaman nyata mengubah cara pandang uang

Implementasi di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulawesi Selatan menunjukkan bagaimana edukasi finansial anak menjadi pengalaman konkret, bukan teori kering. Siswa diajak mempraktikkan langsung pembukaan rekening, penggunaan buku tabungan, dan memahami bahwa menabung dapat dimulai meski belum memiliki penghasilan tetap. Seorang siswi mengaku baru tahu bahwa pelajar yang belum bekerja pun bisa punya rekening dan mulai menabung untuk tujuan jangka panjang seperti biaya kuliah. Kesaksian guru yang melihat antusiasme ketika siswa mencoba memindai ID card dan melihat nominal tabungan mereka menegaskan satu hal: begitu anak melihat uangnya tercatat dan bertumbuh, menabung berubah dari kewajiban menjadi kebiasaan yang dipilih. Di titik ini, program menabung siswa menjelma jadi latihan disiplin, perencanaan masa depan, dan rasa percaya diri atas mimpi mereka.

Ekspansi ke 172 sekolah: ambisi sosial perbankan yang tidak boleh setengah hati

Keputusan BNI memperluas program literasi keuangan Sahabat Sekolah Rakyat ke 172 Sekolah Rakyat menunjukkan ambisi sosial yang patut diapresiasi sekaligus dikritisi agar tetap konsisten. Direktur Kelembagaan BNI, Eko Setyo Nugroho, menegaskan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk membekali siswa dengan hal‑hal praktis, membangun kebiasaan belajar, dan memahami pengelolaan keuangan sejak dini. Sepanjang September hingga November 2026, ekspansi ini akan dijalankan melalui kolaborasi yang menyentuh langsung kebutuhan siswa dan lingkungan sekolah. Sebagai badan usaha milik negara dalam ekosistem sosial yang menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai prioritas, BNI memposisikan Sekolah Rakyat BNI sebagai kanal untuk menyentuh kebutuhan dasar generasi muda, termasuk kemampuan mengelola uang secara bijak. Namun komitmen semacam ini baru bernilai jangka panjang jika program tidak berhenti sebagai kampanye beberapa bulan, melainkan menjadi gerakan yang rutin, diukur dampaknya, dan disesuaikan dengan konteks lokal tiap sekolah.

Mengapa literasi finansial anak perlu dikaitkan dengan agenda kesejahteraan

Dimensi paling menarik dari ekspansi Sekolah Rakyat BNI adalah kaitannya dengan agenda kesejahteraan sosial. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya membangun kesejahteraan yang menuntut kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa negara tidak bisa bekerja sendiri; pengentasan kemiskinan perlu partisipasi seluruh potensi masyarakat. Dalam kerangka itu, kehadiran BNI sebagai lembaga keuangan yang bergerak di literasi keuangan sekolah menjadi sumber kesejahteraan sosial yang spesifik: mengurangi kebutaan finansial sejak usia sekolah. Ketika anak memahami hubungan antara keputusan sederhana hari ini—menabung, mencatat pengeluaran—dan masa depan mereka, program literasi keuangan tidak lagi sekadar CSR. Ia berubah menjadi intervensi struktural untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi: mengajarkan mengelola uang sebelum mereka terjebak pada utang dan konsumsi tak terencana.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!