Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Jalan Tanete-Tanaberu 56,8 Km Mengubah Ritme Bulukumba

Jalan Tanete-Tanaberu 56,8 Km Mengubah Ritme Bulukumba
Minat|Asia Tenggara

Jalan Tanete-Tanaberu: Dari Lubang ke Tulang Punggung Mobilitas

Jalan Tanete-Tanaberu Bulukumba adalah ruas jalan provinsi sepanjang 56,8 kilometer yang menghubungkan Tanete di Kecamatan Bulukumpa dengan Tanah Beru di Kecamatan Bontobahari, dan saat ini menjadi contoh nyata bagaimana perbaikan jalan daerah mampu mengubah mobilitas warga, distribusi barang, serta denyut ekonomi kawasan pesisir secara menyeluruh dan terukur.

Inti transformasinya jelas: ketika infrastruktur jalan Sulawesi Selatan ditangani serius lewat proyek MYP Sulsel Paket 1, kehidupan sehari-hari ikut berubah. Ruas yang dulu penuh lubang, sempit, dan menguras waktu kini berangsur mulus dan melebar setelah ditangani proyek tahun jamak Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Ini bukan sekadar program fisik, tetapi keputusan politik yang berpihak pada mobilitas warga Bulukumba yang selama ini bergantung pada jalur pesisir untuk bekerja, berdagang, dan mengangkut hasil bumi. Tanpa jalan yang layak, setiap perjalanan adalah kerugian waktu dan biaya; dengan aspal yang rata, tiba-tiba ruang gerak sosial-ekonomi menjadi jauh lebih luas.

Jalan Tanete-Tanaberu 56,8 Km Mengubah Ritme Bulukumba

Aspal Mulus, Bahu Lebar: Bukti Konkret, Bukan Janji

Perubahan di jalan Tanete-Tanaberu terasa pada hal paling dasar: kenyamanan dan rasa aman di atas motor atau bak truk. Permukaan jalan yang sebelumnya dipenuhi lubang kini telah rata, mengurangi risiko kecelakaan sekaligus tekanan fisik dan mental pengendara. Bahu jalan yang dibangun memperlebar badan jalan sehingga kendaraan dapat melintas lebih leluasa; ini perubahan yang langsung terlihat mata dan dirasakan rem, bukan sekadar angka pada laporan proyek.

Pengalaman Sudiano, petani yang saban hari melewati ruas ini, menjadi cermin situasi banyak warga. Sebelum perbaikan, lubang di sepanjang jalan membuat dirinya kerap datang terlambat ke tempat kerja. Sekarang ia menyebut jalannya “sudah mulus sekali dan sangat mendukung aktivitas sehari-hari”, sembari menegaskan bahwa pelebaran jalan membuatnya lebih tenang berkendara. Di sinilah poin pentingnya: kualitas infrastruktur tak diukur dari seremoni peresmian, melainkan dari berapa menit keterlambatan yang hilang dan berapa rasa cemas yang berkurang tiap perjalanan.

Jalan Tanete-Tanaberu 56,8 Km Mengubah Ritme Bulukumba

Dampak Ekonomi: Ketika Aspal Mengalirkan Rupiah

Jika mobilitas adalah darah, maka jalan Tanete-Tanaberu adalah salah satu pembuluh utama ekonomi pesisir Bulukumba. Jalur ini merupakan akses utama untuk pergerakan penduduk dan pengangkutan barang di kawasan pesisir, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perdagangan. Ketika truk dan pickup tidak lagi merayap menghindari lubang, distribusi barang dan pangan otomatis lebih cepat, lebih terukur, dan lebih murah dari sisi operasional.

Pemerintah provinsi menyatakan bahwa kondisi jalan yang semakin baik diharapkan dapat mempercepat distribusi barang dan pangan, memangkas waktu tempuh, serta menghemat penggunaan bahan bakar kendaraan. Di lapangan, ini berarti lebih banyak rit perjalanan per hari untuk sopir, lebih sedikit kerusakan kendaraan, dan harga yang lebih kompetitif bagi pelaku usaha kecil. Bagian menariknya, ruas Tanete-Tanaberu masuk dalam Paket I MYP yang mencakup koridor hingga Tana Beru dengan anggaran Rp500 miliar—tanda bahwa perbaikan satu ruas sebenarnya merupakan strategi jaringan, bukan proyek tunggal yang berdiri sendiri.

MYP Sulsel dan Konektivitas Regional: Bulukumba Tidak Lagi di Pinggir

Proyek MYP Sulsel bukan program tambal-sulam, melainkan upaya menyusun ulang peta konektivitas regional. Ruas Tanete-Tanaberu dan Sinjai–Kajang disebut sebagai jalan kewenangan provinsi yang ditingkatkan bertahap, bagian dari Paket MYP 2025–2027 yang diarahkan untuk memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus membuka akses bagi kawasan yang sebelumnya sulit dijangkau. Dengan kata lain, Bulukumba tidak lagi dianggap ujung, tetapi simpul dalam jaringan pergerakan orang dan barang.

Gubernur menegaskan bahwa sejumlah ruas jalan dalam program MYP mulai memberikan manfaat bagi warga dan pada prinsipnya semua pekerjaan berjalan on the track, dengan beberapa ruas sudah dinikmati masyarakat, khususnya yang memiliki volume lalu lintas harian cukup tinggi. Namun di balik apresiasi yang pantas, ada catatan penting: perbaikan fisik hanya tahap awal. Tanpa perawatan berkala, kualitas jalan akan kembali turun dan manfaat ekonomi menguap. Harapan Sudiano agar peningkatan jalan disertai perawatan jangka panjang adalah pengingat bahwa kebijakan infrastruktur harus diperlakukan sebagai layanan publik berkelanjutan, bukan proyek tiga tahun lalu selesai dicoret dari daftar.

Kesimpulan: Aspal Mulus Harus Diikuti Konsistensi Politik

Perbaikan jalan Tanete-Tanaberu Bulukumba menunjukkan satu pelajaran kunci: ketika pemerintah daerah menaruh perhatian serius pada infrastruktur jalan Sulawesi Selatan, dampaknya langsung terasa pada mobilitas warga Bulukumba dan dinamika ekonomi pesisir. Aspal mulus dan badan jalan yang melebar bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan pergeseran kualitas hidup—dari perjalanan yang penuh lubang menuju hari kerja yang lebih pasti dan hemat biaya.

Namun transformasi 56,8 kilometer ini hanya akan bermakna jangka panjang jika diikuti konsistensi politik anggaran dan manajemen pemeliharaan. Proyek MYP Sulsel sudah membuktikan bahwa pendekatan tahun jamak mampu memberi hasil terukur dalam perbaikan jalan daerah; tugas berikutnya adalah memastikan jalan ini tetap layak dilalui lima, sepuluh, hingga dua puluh tahun ke depan. Jika keberlanjutan terjaga, Tanete–Tanaberu bisa menjadi contoh bagaimana satu ruas jalan mampu menggeser pusat gravitasi pembangunan dari kota besar ke pesisir yang selama ini menunggu giliran.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!