Antrean solar bukan sekadar soal panjang barisan
Antrean solar subsidi adalah penumpukan kendaraan di SPBU ketika permintaan melampaui pasokan yang tersedia atau distribusi terlambat, sehingga akses pengisian terganggu dan dampaknya meluas ke lalu lintas maupun waktu warga. Di Kota Jambi, kendaraan diesel mengular di beberapa SPBU untuk memperoleh solar subsidi, dengan antrean di kawasan Broni dan Simpang UPCA, Telanaipura, bahkan memakan sebagian badan jalan. Wali Kota Jambi Maulana mengatakan jumlah kendaraan yang menunggu telah melampaui kapasitas, sementara keterlambatan pengiriman membuat sebagian pengemudi bertahan sampai malam. Ini bukan masalah yang bisa dibereskan hanya dengan meminta pengendara bersabar: saat antrean meluber ke jalan, warga lain ikut menanggung akibatnya melalui arus lalu lintas yang terganggu. Penanganan harus menyasar pasokan dan tata kelola penyaluran sekaligus.
Di Jambi, harga dan pengawasan ikut menekan pasokan
Keterlambatan pengiriman disebut sebagai pemicu langsung penumpukan di Jambi, tetapi bukan satu-satunya tekanan. Maulana juga menyoroti dugaan penyalahgunaan barcode pembelian solar subsidi, sementara perbedaan harga antara solar subsidi dan Pertamina Dex diduga mendorong konsumen beralih ke BBM bersubsidi. Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Amran, sependapat bahwa jarak harga yang jauh dapat mendorong perpindahan konsumen. Dampaknya, kuota solar subsidi menghadapi tekanan dari permintaan yang meningkat, sementara kendaraan yang antre sudah melampaui kapasitas SPBU. Pemerintah kota menyatakan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, sedangkan pengawasan penyaluran berada pada Pertamina. Artinya, solusi Jambi perlu mencakup ketepatan pengiriman dan pemeriksaan penyaluran, bukan hanya memperpanjang antrean atau memindahkan lokasi kendaraan.
Bengkalis mengandalkan kuota dan jalur distribusi
Kelangkaan BBM Bengkalis dan Rupat berlangsung selama beberapa bulan dan mencakup Pertalite serta solar. Warga kerap mengantre pada sore hari, menunggu lama untuk mendapatkan BBM bersubsidi. Berbeda dari Jambi, masalah di wilayah pulau ini secara jelas dikaitkan dengan kuota yang kurang dan kendala transportasi yang menunda kedatangan mobil tangki. Setelah meninjau sejumlah SPBU, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Pertamina Riau menyatakan kesediaan membantu mengatasi kesulitan pasokan. Rencana dukungannya mencakup penambahan kuota saat kebutuhan meningkat atau kondisi mendesak, serta bantuan biaya penyeberangan mobil tangki dengan kapal Ro-Ro. Jika pasokan tambahan dibutuhkan di luar jadwal penyeberangan normal, Pertamina juga bersedia menanggung biaya penyeberangan atau mencarter kapal Ro-Ro agar mobil tangki dapat segera menyeberang.
Dua penyebab, dua prioritas penanganan
Perbedaan utama antara kedua wilayah terletak pada titik hambatan dan respons yang disiapkan. Di Jambi, antrean solar tampak menonjol sebagai persoalan kapasitas SPBU, keterlambatan pengiriman, tekanan permintaan akibat selisih harga, dan dugaan penyalahgunaan barcode. Di Bengkalis dan Rupat, hambatan distribusi pulau serta kecukupan kuota menjadi fokus; langkah yang diumumkan berupa penambahan kuota ketika pasokan tidak mencukupi dan bantuan agar truk tangki dapat menyeberang. Perbandingan ini menunjukkan bahwa satu resep tidak cukup: tambahan pasokan perlu berjalan seiring pengawasan penyaluran di Jambi, sementara Bengkalis membutuhkan distribusi yang lebih tanggap terhadap kendala penyeberangan. Bagi warga, ukuran keberhasilan bukan janji koordinasi, melainkan berkurangnya waktu menunggu dan pulihnya akses BBM tanpa antrean yang mengganggu jalan.






