Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Transformasi TPA Tamangapa dan Strategi Baru Pengelolaan Sampah Makassar

Transformasi TPA Tamangapa dan Strategi Baru Pengelolaan Sampah Makassar
Minat|Asia Tenggara

Dari Gunungan Sampah ke Controlled Landfill: Makassar Mengubah Arah

Transformasi TPA Tamangapa Makassar adalah proses mengubah tempat pembuangan berbasis open dumping menjadi fasilitas pengelolaan sampah berkelanjutan dengan sistem controlled landfill yang lebih tertib, terkontrol, dan terintegrasi dengan pemanfaatan gas metana sebagai sumber energi terbarukan untuk masyarakat kota. Wajah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa di Antang kini perlahan berubah; area yang dulu identik dengan tumpukan sampah, bau menyengat, dan penataan semrawut mulai digarap ulang dan ditata lebih rapi. Langkah ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi koreksi arah atas cara kota ini memperlakukan sampah. Pemerintah kota terang-terangan menyatakan ingin meninggalkan pola open dumping menuju pengelolaan yang lebih terkendali melalui controlled landfill dan selanjutnya sanitary landfill, dengan kewajiban menutup timbunan sampah menggunakan tanah urug.

Transformasi TPA Tamangapa dan Strategi Baru Pengelolaan Sampah Makassar

Operasi Baru di TPA Tamangapa: Infrastruktur Pengelolaan Limbah yang Mulai Serius

Transformasi TPA Tamangapa tidak bisa dibaca hanya sebagai merapikan gunungan sampah; ini adalah pembangunan ulang infrastruktur pengelolaan limbah kota. Wali Kota Munafri Arifuddin alias Appi meninjau langsung pembenahan TPA Tamangapa di Antang, Kecamatan Manggala, pada Rabu 16/9/2026, naik hingga ke area puncak untuk melihat progres penataan kawasan dan pengelolaan sampah. Di lapangan, timbunan mulai ditutup dengan tanah merah; langkah yang bukan hanya memperbaiki tampilan, tetapi juga mengurangi bau, mengendalikan hama, dan menata timbunan agar lebih aman. Bersamaan dengan itu, akses fisik ke TPA diperkuat: pekerjaan telah sampai tahap pembuatan tiang pancang untuk jalan utama, plus beberapa jalur alternatif dari sisi barat, kanan kawasan, hingga akses poros Samata dari selatan. Inilah fondasi fisik controlled landfill system yang sesungguhnya.

Gas Metana: Dari Ancaman Lingkungan Menjadi Energi Rumah Tangga

Keputusan paling visioner dalam transformasi TPA Tamangapa adalah mengubah gas metana dari masalah menjadi solusi energi. Di area timbunan, dipasang pipa-pipa sebagai saluran untuk mengeluarkan gas metana hasil penguraian sampah. Tanpa pengendalian, gas ini berbahaya: akumulasinya meningkatkan risiko kebakaran dan ledakan, ancaman langsung bagi pekerja TPA dan warga sekitar. Namun alih-alih membiarkan risiko itu, pemerintah menyiapkan proyek percontohan pemanfaatan gas metana di kawasan TPA Tamangapa. Gas yang dialirkan melalui pipa tidak hanya membebaskan rongga dalam timbunan, tetapi direncanakan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan bakar memasak di rumah masing-masing. Ke depan, proyek ini akan diperluas dengan pembangunan jaringan instalasi yang mampu menangkap dan menyalurkan gas metana secara lebih optimal.

Menghindari Warisan Kota Jorok: Sampah sebagai Isu Peradaban

Transformasi TPA Tamangapa adalah pernyataan politis dan moral: kota ini tidak mau lagi mewariskan citra kota jorok kepada generasi berikutnya. Appi menekankan bahwa persoalan sampah bukan hanya teknis, melainkan menyangkut “kelas” kota; ia tidak ingin generasi mendatang mewarisi kota yang kotor, jorok, dan tidak sehat. Ia juga menegaskan, “Hari ini pemerintah kota berkomitmen bagaimana mewariskan kota yang bersih, kota yang sehat, kota yang indah. Sampah ini menjadi sumber dari seluruh persoalan-persoalan hidup yang bisa berakibat fatal, kalau kita tidak kelola dengan baik”. Artinya, pengelolaan sampah berkelanjutan diposisikan sebagai syarat dasar kualitas hidup, bukan pelengkap pembangunan. Transformasi TPA Tamangapa menjadi controlled landfill dan pengembangan pemanfaatan gas metana adalah instrumen untuk memastikan sampah tidak lagi menjadi sumber krisis kesehatan dan lingkungan di masa depan.

Tanggung Jawab Bersama: Tanpa Perubahan Perilaku Warga, TPA Modern pun Kewalahan

Meski TPA Tamangapa berbenah, pemerintah kota sadar satu hal: tanpa perubahan perilaku warga, semua infrastruktur pengelolaan limbah akan kewalahan. Pembenahan TPA dan program pemilahan sampah mulai diterapkan sejak Agustus 2026 sebagai bagian dari penataan sistem persampahan secara keseluruhan. Namun Appi menegaskan, persoalan sampah tidak akan selesai hanya dengan membangun TPA yang modern; pengelolaan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah ingin mendorong masyarakat mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya agar beban TPA terus berkurang. Pengelolaan sampah berkelanjutan hanya mungkin terjadi jika kesadaran warga sejalan dengan kapasitas teknis pemerintah: mulai dari kebiasaan memilah, mengurangi, hingga mendukung pemanfaatan gas metana yang sedang dikembangkan. Tanpa itu, controlled landfill system yang sedang dibangun berisiko kembali jatuh menjadi open dumping dalam wajah baru.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!