Acara PAUD Komunitas: Laboratorium Hidup Pola Asuh Sehat
Acara PAUD komunitas adalah kegiatan bersama yang melibatkan anak usia dini, guru, orang tua, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengembangkan gerakan anak usia dini yang aktif, menyenangkan, serta menanamkan nilai pola asuh sehat dan kesadaran gadget anak secara kolektif melalui pengalaman langsung yang berulang dan terstruktur. Di GOR Serbaguna Sidoarjo, sebanyak 2.559 anak usia kelompok bermain berkumpul dalam perayaan HUT ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kabupaten Sidoarjo untuk menari, bermain, dan merayakan dunia PAUD yang penuh warna. Ini bukan sekadar pesta ulang tahun organisasi, melainkan contoh konkret bagaimana komunitas PAUD dapat mengubah isu abstrak seperti tumbuh kembang sehat menjadi praktik nyata. Ketika ribuan anak bergerak bersama, pesan tentang kesehatan, kedekatan emosional, dan batasan digital menjadi terasa, terlihat, dan mudah diingat oleh semua yang hadir.

Gerakan Anak Usia Dini: Menari Bersama Sebagai Investasi Kesehatan
Hal paling mencolok dari perayaan HIMPAUDI ini adalah skala gerakan anak usia dini yang tampak di lantai GOR. Bunda PAUD Sidoarjo, dr. Hj. Sriatun Subandi, tidak berdiri jauh di panggung; ia turun langsung, menari dan bermain bersama ribuan balita yang memenuhi arena. Gerakan serentak ini lebih dari hiburan. Aktivitas fisik PAUD yang terstruktur – berlari kecil, mengikuti irama, meniru gerak guru – melatih koordinasi motorik, kemampuan mengikuti instruksi, dan rasa percaya diri. Ketika pemimpin daerah, kepala dinas pendidikan, dan perwakilan organisasi hadir dan ikut bergerak, mereka mengirimkan satu pesan: aktivitas fisik bukan pelengkap, tetapi jantung pendidikan anak usia dini yang berkualitas, inklusif, dan menyenangkan. Perayaan HIMPAUDI menunjukkan bahwa gerak aktif dapat menjadi bahasa bersama yang dipahami anak, guru, dan orang tua tanpa perlu penjelasan panjang.

Sinergi Guru–Orang Tua: Tumbuh Kembang Tidak Bisa Dikerjakan Sendiri
Acara berskala besar seperti ini menegaskan satu kenyataan: tidak ada pihak yang bisa mengurus tumbuh kembang anak sendirian. Di tengah kemeriahan tema “Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan dan Kesetaraan Guru PAUD”, dr. Sriatun mengajak semua pihak untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dan dunia usaha demi ekosistem PAUD yang lebih kokoh. Pernyataan ini relevan karena pendidikan anak usia dini berlangsung ganda: di rumah dan di sekolah. Ia menekankan perlunya komunikasi berkelanjutan antara guru dan orang tua agar pendampingan di rumah selaras dengan pembelajaran di kelas, sehingga terbentuk generasi yang tangguh, cerdas, dan berakhlak mulia. Ketika komunitas berkumpul dalam satu acara PAUD komunitas, sinergi ini tidak lagi sekadar slogan; orang tua melihat cara guru berinteraksi, guru mendengar kekhawatiran keluarga, dan keduanya bisa menyusun pola asuh yang saling mendukung.
Kesadaran Gadget Anak: Menghentikan Kebiasaan Gawai sebagai "Penolong Instan"
Di balik tawa dan tarian, perayaan HIMPAUDI ini membawa pesan tegas tentang kesadaran gadget anak. dr. Sriatun mengingatkan para wali murid bahwa gawai tidak boleh dijadikan “alat penenang” setiap kali anak rewel tanpa pendampingan, karena anak belum mampu menyaring konten sesuai usia mereka. Dengan bahasa sederhana, ia mengajak orang tua untuk mendampingi penggunaan gawai dan membatasi durasi layar secara tegas agar tidak berlebihan. Pesan ini penting mengingat pesatnya perkembangan teknologi yang membuat anak semakin dekat dengan perangkat elektronik. Disampaikan dalam forum besar, isu yang sering dianggap “urusan rumah masing-masing” berubah menjadi perhatian publik. Komunitas PAUD berperan sebagai ruang saling mengingatkan: normal baru yang dibangun bukan anak diam karena layar, melainkan anak aktif bergerak, bermain, dan berkomunikasi dengan manusia di sekelilingnya.
Peran Komunitas PAUD: Dari Perayaan Menuju Gerakan Kolektif
Rangkaian lomba untuk para pendidik – dari pembawa acara hingga dirijen – mungkin tampak sebagai selingan meriah, tetapi sesungguhnya menunjukkan ekosistem yang hidup. Selama 21 tahun perjalanan, HIMPAUDI dinilai konsisten mendukung peningkatan kualitas layanan dan pendidikan anak usia dini, sekaligus mengumpulkan para pendidik, pengelola satuan PAUD, dan orang tua dalam satu gerakan. Ketika Bunda PAUD memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru dan orang tua, ia menegaskan bahwa tanpa komunitas, sulit membentuk generasi unggul. Inilah kekuatan acara PAUD komunitas: ia membangun kesadaran kolektif tentang pola asuh yang sehat, menghubungkan kebijakan dengan praktik di lapangan, dan memberi ruang bagi sektor publik maupun dunia usaha untuk terlibat. Perayaan HIMPAUDI Sidoarjo membuktikan bahwa gerakan anak usia dini yang aktif, sinergi guru–orang tua, dan kesadaran digital bisa tumbuh dari satu titik: komunitas yang mau berkumpul dan bergerak bersama.






