Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

UMKM MotoGP Mandalika Raup Rp 4,2 Miliar: Bukti Strategi Pasar Lintas Negara Berhasil

UMKM MotoGP Mandalika Raup Rp 4,2 Miliar: Bukti Strategi Pasar Lintas Negara Berhasil
Minat|Asia Tenggara

MotoGP Mandalika: Dari Ajang Balap Menjadi Mesin Pertumbuhan UMKM

UMKM MotoGP Mandalika adalah ekosistem pelaku usaha mikro dan kecil yang memanfaatkan gelaran balap internasional di Sirkuit Mandalika sebagai panggung penjualan, promosi, dan ekspansi pasar hingga level regional melalui dukungan lembaga keuangan dan program kemitraan BUMN. Di Mandalika, ajang balap bukan lagi sekadar hiburan; ia berubah menjadi mesin pertumbuhan penjualan UMKM dan transaksi lintas negara. Fakta bahwa transaksi gabungan UMK binaan dan official merchandise mencapai Rp 4,2 miliar menunjukkan bahwa ketika event besar dipadukan dengan strategi keuangan digital dan kurasi produk lokal, dampaknya bisa eksponensial bagi ekonomi setempat.

UMKM MotoGP Mandalika Raup Rp 4,2 Miliar: Bukti Strategi Pasar Lintas Negara Berhasil

Lompatan 207 Persen: UMK Binaan Pertamina Naik Kelas

Angka Rp 4,2 miliar bukan sekadar statistik; ini sinyal bahwa pola lama pameran UMKM yang sepi transaksi mulai ditinggalkan. Sebanyak 30 UMK binaan ikut Festival Pertamina Energizing Indonesia di area belakang Grandstand A, menawarkan kuliner, kerajinan, produk kecantikan hingga layanan pijat refleksi kepada penonton balap. Hasilnya, bazar UMK mencatat penjualan lebih dari Rp 800 juta, sementara official merchandise menyumbang sekitar Rp 3,4 miliar, dengan kenaikan 207 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 260 juta. "Penjualan bazar UMK naik 207 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 260 juta". Ini bukan pertumbuhan organik biasa; ini loncatan kelas yang lahir dari kurasi, lokasi strategis, dan arus pengunjung internasional yang tertangkap dengan baik.

Peran Bank Indonesia Lombok: QRIS Cross Border sebagai Jembatan Pasar Regional

Pertumbuhan penjualan UMKM di Mandalika tidak mungkin terjadi tanpa infrastruktur pembayaran yang modern. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lombok memanfaatkan MotoGP Mandalika untuk memudahkan UMKM lokal melakukan transaksi lintas negara melalui QRIS Cross Border. Dengan konektivitas ke enam negara—Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok—wisatawan bisa membayar di merchant QRIS Indonesia memakai aplikasi pembayaran dari negara asal mereka. Ini menghapus hambatan klasik: keterbatasan uang tunai dan repotnya penukaran valuta. Data menunjukkan, sepanjang Januari–Agustus, transaksi QRIS Cross Border di NTB mencapai 79.938 transaksi dengan nominal Rp 26,8 miliar. Angka ini menegaskan bahwa digitalisasi pembayaran bukan slogan, melainkan pintu nyata menuju peluang pasar regional bagi UMKM.

Sinergi BI dan BUMN: Dari Booth Lokal ke Pasar Regional

Kekuatan utama skema UMKM MotoGP Mandalika adalah sinergi: Bank Indonesia Lombok mengurus infrastruktur transaksi, sementara BUMN seperti Pertamina mengurasi UMK binaan dan menyediakan festival tematik. Booth UMKM binaan di kawasan sirkuit memperkenalkan kopi, kuliner khas, hingga kerajinan kepada pengunjung domestik dan mancanegara. Di sisi lain, festival UMK menjadi kanal untuk memperluas pasar produk lokal dan memastikan multiplier effect bagi masyarakat sekitar. Program edukasi QRIS Cross Border di bandara dan area sirkuit, termasuk kolaborasi dengan perbankan, membuat wisatawan dan pelaku usaha merasakan langsung kemudahan pembayaran digital lintas negara. Kombinasi kurasi produk, dukungan pembiayaan, dan teknologi pembayaran inilah yang membuka peluang pasar regional yang sebelumnya terasa jauh bagi pelaku usaha mikro.

Momentum yang Tak Boleh Hilang: Mandalika sebagai Laboratorium Ekonomi Lokal

MotoGP Mandalika sudah terbukti menjadi katalis pertumbuhan ekonomi lokal dan ekspansi bisnis UMKM. Interaksi langsung antara pelaku usaha dan wisatawan mancanegara—dari penikmat kopi hingga pengunjung yang memuji lengkapnya produk UMK dan harga yang terjangkau—membentuk hubungan jangka panjang, bukan sekadar transaksi sesaat. Harapan pelaku usaha agar kesempatan seperti ini berlangsung setiap tahun sangat masuk akal: tanpa kontinuitas, efek eksponensial bisa menguap begitu saja. Penjualan masih berlanjut di booth bandara hingga beberapa hari setelah balapan usai, menandakan bahwa momentum tidak berhenti di garis finis. Mandalika sudah menjadi laboratorium kebijakan: jika pola sinergi BI, perbankan, dan BUMN ini direplikasi ke event lain, UMKM lokal di berbagai daerah berpeluang nyata menembus pasar regional.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!