Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Stadion Teladan Medan: Mengejar Target Tanpa Mengorbankan Kualitas

Stadion Teladan Medan: Mengejar Target Tanpa Mengorbankan Kualitas
Minat|Asia Tenggara

Stadion Teladan Medan: Lebih dari Sekadar Mengejar Tenggat Waktu

Revitalisasi Stadion Teladan Medan adalah proyek infrastruktur olahraga yang bertujuan mengubah stadion kebanggaan kota menjadi fasilitas publik yang aman, nyaman, dan layak menampung berbagai kegiatan olahraga maupun hiburan, dengan penekanan kuat pada kualitas konstruksi, detail finishing, serta penataan kawasan sekitarnya agar benar-benar siap digunakan masyarakat luas secara berkelanjutan. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Rico Tri Putra Waas, pesan yang paling tegas bukan sekadar “selesai tepat waktu”, melainkan “selesai dengan baik”. Ia menekankan kepada para pekerja revitalisasi stadion untuk memperhatikan kualitas pekerjaan karena menyangkut keselamatan dan daya tahan bangunan. Sikap ini penting, mengingat publik sudah terlalu lama menunggu rampungnya pembangunan fasilitas publik yang seharusnya menjadi pusat aktivitas olahraga kota. Mengejar tenggat tanpa standar yang jelas hanya akan mengulang kesalahan proyek mangkrak: bangunan berdiri, tetapi kepercayaan warga runtuh.

Target 12 November 2026: Ambisi Baru untuk Proyek Lama

Pemerintah kota menetapkan target penyelesaian revitalisasi Stadion Teladan Medan yang dibiayai dari APBD pada 12 November 2026. Rico Tri Putra Waas bahkan menjelaskan bahwa ada dua tahap target: akhir Oktober dan kemudian November 2026, yang menjadi acuan tim di lapangan. Kutipan yang layak dicatat: “Saya mendorong seluruh pekerjaan selesai tepat waktu, tanpa mengabaikan keamanan, detail, dan kualitas finishing.” Pernyataan ini menempatkan tenggat waktu sebagai alat disiplin, bukan alasan untuk menutup mata terhadap cacat pekerjaan. Di sisi lain, bagian proyek infrastruktur olahraga yang dibiayai APBN, seperti tribun, tangga, dan sejumlah akses lainnya, masih tertinggal dan membuat pemerintah kota harus terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum. “Kami kejar. APBN ini yang kami kejar terus karena memang biayanya banyak, besar,” tegas Rico. Artinya, keberhasilan proyek ini bergantung pada sinkronisasi serius antara pemerintah daerah dan pusat.

Kualitas Konstruksi: Dari Tangga yang Tidak Rata hingga Fasad yang Belum Rapi

Penekanan pada kualitas bukan retorika kosong; Wali Kota turun langsung meninjau detail pekerjaan revitalisasi stadion. Ia menemukan perbedaan ketinggian pada tangga, bagian tangga yang mengalami kerusakan, hingga jalur masuk yang dinilai belum optimal. Pekerjaan fasad yang menjadi tanggung jawab pemerintah kota, akses stadion, dan fasilitas lainnya juga dinilai masih membutuhkan pembenahan lebih baik. Temuan ini menunjukkan bahwa problem utama bukan hanya keterlambatan, tetapi standar pengerjaan yang belum konsisten. Dalam proyek pembangunan fasilitas publik sebesar Stadion Teladan Medan, tangga yang tidak rata bukan sekadar kekurangan estetika, melainkan potensi bahaya. Karena itu, Rico meminta seluruh pihak yang terlibat melakukan pengawasan berskala agar pekerjaan sesuai ketentuan. Di sini, pengawasan kualitas konstruksi menjadi penentu apakah revitalisasi stadion akan berakhir sebagai kebanggaan baru atau sekadar monumen dari proses yang tergesa-gesa.

Dari Megah ke Aman dan Nyaman: Dampak Nyata bagi Warga

Rico berulang kali mengingatkan bahwa stadion tidak cukup hanya terlihat megah secara fisik, tetapi harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang nantinya datang menyaksikan berbagai kegiatan di dalamnya. Ini adalah koreksi penting terhadap pola pikir proyek infrastruktur olahraga yang sering terjebak pada tampilan luar. Bagi warga, manfaat nyata baru terasa ketika akses masuk jelas, tangga tidak membahayakan, fasilitas bersih, dan kawasan sekitar tertata. Karena itu, selain pembangunan fisik, ia menginstruksikan dinas terkait dan jajaran kewilayahan untuk menertibkan parkir liar di sekitar Stadion Teladan serta memastikan kebersihan dan penataan kawasan tetap terjaga. Fokus pada kebersihan dan ketertiban menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas publik tidak berhenti di dinding beton dan kursi tribun, tetapi meluas ke pengalaman sehari-hari pengguna. Stadion Teladan Medan diharapkan menjadi ruang kota yang hidup, bukan sekadar bangunan besar yang jarang dipakai.

Pelajaran dari Target Mundur dan Pentingnya Mengawal Proyek

Proyek revitalisasi Stadion Teladan Medan sudah hampir lima tahun belum rampung 100 persen. Di masa kepemimpinan sebelumnya, target penyelesaian sempat ditetapkan pada Desember 2024, lalu mundur ke April 2025 karena kendala teknis, namun hingga awal Oktober 2026 proyek tetap belum selesai. Rekam jejak penundaan ini menjadi peringatan keras bahwa tenggat tanpa pengawasan dan akuntabilitas hanya menghasilkan janji kosong. Rico Waas meminta seluruh pihak yang terlibat terus mengawal pembangunan hingga seluruh pekerjaan benar-benar selesai. Ia menegaskan bahwa saat akan diserahterimakan kepada pemerintah kota, stadion harus dalam kondisi baik, aman, dan layak digunakan. Seruan “Mari kawal hingga stadion kebanggaan Medan benar-benar selesai dengan baik” seharusnya tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi ajakan bagi warga, DPRD, dan aparat teknis untuk aktif memantau. Jika pengawasan kualitas konstruksi dijalankan konsisten, target 12 November 2026 bukan sekadar angka di kalender, melainkan titik balik kepercayaan publik terhadap pembangunan fasilitas publik.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!