Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Banjir Trumon Meluas, Anak-anak Jadi Prioritas di Pengungsian

Banjir Trumon Meluas, Anak-anak Jadi Prioritas di Pengungsian
Minat|Asia Tenggara

Dampak meluas, kebutuhan warga makin mendesak

Banjir Trumon adalah bencana luapan sungai yang merendam permukiman di Kecamatan Trumon dan Trumon Tengah, memaksa sebagian warga meninggalkan rumah dan menghadapi kebutuhan darurat selama air belum surut. Banjir Aceh Selatan ini meluas dari dua desa menjadi tiga dan berdampak pada 794 jiwa; air setinggi sekitar 30 sentimeter hingga lebih dari satu meter telah menggenangi kawasan itu selama enam hari. Luapan Sungai Lae Soeraya dan Krueng Trumon Raya menunjukkan bahwa situasi tidak cukup ditangani sebagai evakuasi sesaat: perlindungan dan layanan dasar harus berjalan selama warga belum bisa pulang. Dampak tersebar di Gampong Padang Harapan, Lhok Raya, dan Cot Bayu. Sebanyak 124 warga Lhok Raya telah dievakuasi ke posko Kompi C Brimob, sementara warga Cot Bayu mengungsi ke rumah kerabat, lembaga pendidikan, dan tempat lain. Sebagian warga Padang Harapan masih bertahan di rumah, sehingga pemantauan kondisi mereka tetap penting.

Banjir Trumon Meluas, Anak-anak Jadi Prioritas di Pengungsian

Kesehatan pengungsi perlu dijaga setiap saat

Di lokasi pengungsian Kompi Brimob, Gampong Ie Jerineh, tenaga medis UPTD Puskesmas Ladang Rimba bersama Dokkes Polres Aceh Selatan memeriksa 140 pengungsi Trumon. Pemeriksaan ini penting karena tinggal di tempat penampungan dapat memperberat keluhan, sementara kebutuhan medis tidak berhenti setelah proses evakuasi. Keluhan yang ditemukan mencakup ISPA, dermatitis, hipertensi, gastritis, dan gout arthritis. Sebagian warga memerlukan penanganan lanjutan dan dirujuk ke Puskesmas Ladang Rimba, bukan hanya diberi obat di posko. Tenaga kesehatan dan personel Dokkes tetap bersiaga hingga malam hari, langkah yang patut dipertahankan selama warga masih mengungsi. Kesehatan pengungsi harus diperlakukan sebagai bagian utama respons bencana, dengan pemantauan berkelanjutan dan jalur rujukan yang jelas, bukan sekadar pemeriksaan satu kali.

Banjir Trumon Meluas, Anak-anak Jadi Prioritas di Pengungsian

Bantuan anak dan dukungan psikologis bukan pelengkap

Pada Selasa sore, 3 November 2026, Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah meninjau posko di Mako Brimob Kompi 3 Yon C Pelopor dan menyerahkan bantuan kebutuhan pokok. Paket yang disalurkan mencakup beras, minyak goreng, mi instan, telur, susu anak, popok bayi, makanan ringan, selimut, dan kelambu. Kehadiran kebutuhan khusus bayi dan anak menunjukkan arah bantuan yang tepat: pengungsi tidak boleh dipandang sebagai kelompok seragam, sebab kebutuhan mereka berbeda menurut usia dan kondisi. Kapolres juga berdialog dengan warga dan memberikan trauma healing kepada anak-anak untuk membantu mengurangi rasa takut serta kecemasan akibat bencana. Bantuan korban banjir semacam ini perlu disertai perhatian psikologis, karena rasa aman anak tidak pulih hanya dengan tersedianya makanan dan tempat tidur. Penyaluran yang mengikuti kebutuhan nyata di posko lebih berarti daripada bantuan yang berhenti pada seremoni.

Banjir Trumon Meluas, Anak-anak Jadi Prioritas di Pengungsian

Respons harus berlanjut sampai warga aman pulang

Perkembangan di Trumon memperlihatkan dua tugas yang harus berjalan bersamaan: memenuhi kebutuhan dasar dan mencegah kondisi warga memburuk selama banjir belum surut. Pemeriksaan medis, rujukan ke puskesmas, bantuan untuk bayi dan anak, serta trauma healing sudah membentuk respons yang lebih utuh daripada sekadar membagikan bahan pangan. Namun, keberlanjutan menjadi ukurannya: petugas perlu terus memantau warga di posko maupun mereka yang masih tinggal di rumah, sementara kebutuhan pengungsi perlu ditinjau sesuai perubahan keadaan. Banjir telah berlangsung enam hari, dan sebagian warga masih jauh dari rumah yang aman. Karena itu, kesiapsiagaan tenaga kesehatan hingga malam hari dan dukungan yang menjangkau semua lokasi pengungsian harus tetap menjadi prioritas. Kesimpulannya, penanganan banjir Trumon baru memadai jika kesehatan, kebutuhan khusus anak, dan dukungan mental tetap tersedia sampai warga dapat kembali dengan aman.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!