Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Banjir Trumon Tengah Meluas, Pengungsi Bertambah

Banjir Trumon Tengah Meluas, Pengungsi Bertambah
Minat|Asia Tenggara

Banjir meluas, penanganan harus mengikuti kondisi lapangan

Banjir Trumon Tengah adalah luapan sungai akibat hujan lebat yang merendam permukiman dan jalan, memaksa warga mengungsi serta membutuhkan penanganan darurat dan pemantauan berkelanjutan. Banjir mulai terjadi pada Rabu, 28 Oktober 2026, setelah hujan berintensitas tinggi membuat Sungai Lae Soraya—yang juga dikenal sebagai Sungai Gelombang—dan Krueng Trumon Raya meluap. Genangan merendam Gampong Lhok Raya dan Cot Bayu di Kecamatan Trumon Tengah, lalu dilaporkan memasuki Gampong Padang Harapan di Kecamatan Trumon. Perluasan wilayah terdampak menunjukkan bahwa penanganan tidak bisa hanya bertumpu pada kondisi satu gampong atau perkiraan air akan segera surut. Hingga Jumat sore, banjir Aceh Selatan belum sepenuhnya reda dan perkembangan debit sungai masih menentukan tingkat risiko bagi warga.

Menurut laporan Pusdalops BPBD Aceh Selatan, banjir berdampak pada 81 keluarga dan menyebabkan 132 warga dari 37 keluarga mengungsi hingga Jumat sore. Perbedaan angka dalam laporan pada hari-hari sebelumnya mencerminkan perubahan pendataan dan kondisi di lapangan: laporan Kamis mencatat 102 orang mengungsi dari dua gampong, sementara laporan awal penanganan di Lhok Raya menyebut 46 jiwa telah menuju tempat aman. Karena itu, angka terbaru perlu menjadi acuan sementara tanpa mengabaikan pembaruan berikutnya. Jumlah pengungsi Lhok Raya dalam laporan Jumat tercatat 76 jiwa dari 23 keluarga; 56 warga lain dari 14 keluarga berasal dari Cot Bayu.

Banjir Trumon Tengah Meluas, Pengungsi Bertambah

Genangan mengganggu jalan dan memaksa warga mencari tempat aman

Dampak banjir tidak berhenti di dalam rumah. Air menggenangi badan jalan dan menghambat mobilitas, sementara tinggi genangan berbeda antargampong. Di Lhok Raya, air mulai surut, tetapi jalan lintas gampong masih terendam sekitar 20–30 sentimeter. Di Cot Bayu, air di jalan mencapai sekitar 60 sentimeter dan masuk ke permukiman setinggi 10–20 sentimeter. Sementara itu, genangan mulai memasuki rumah dan perkampungan di Padang Harapan; 21 keluarga atau 82 jiwa di sana tercatat terdampak. Angka dan perbedaan kondisi ini memperlihatkan mengapa kabar bahwa air surut di satu lokasi tidak boleh dianggap sebagai tanda seluruh kawasan aman.

Warga mencari perlindungan di Posko Kompi Brimob Trumon, tempat pendidikan Al-Qur’an, dan rumah kerabat yang lebih aman. Di antara warga yang mengungsi dari Lhok Raya terdapat lansia, balita, dan anak-anak, sehingga kebutuhan tempat berlindung dan bantuan dasar perlu menjadi perhatian khusus. Personel gabungan TNI, Polri, dan BPBD membantu evakuasi serta pemindahan barang penting dari rumah terdampak. Luapan juga menggenangi kebun dan lahan pertanian, memperluas dampak di luar permukiman. Pemantauan debit sungai harus terus berjalan karena ketinggian air berpotensi bertambah jika aliran kembali meningkat.

Banjir Trumon Tengah Meluas, Pengungsi Bertambah

Tim darurat dan dapur lapangan menopang warga

Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS mengerahkan tim penanganan darurat dan menghadirkan dapur lapangan setelah banjir melanda Lhok Raya pada Rabu, 28 Oktober. BPBD dan Dinas Sosial menurunkan personel untuk membantu warga, mendata kebutuhan, dan memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi. Unsur TNI turut memantau keadaan dan membantu evakuasi bila diperlukan. Dapur lapangan banjir penting karena sebagian warga belum bisa kembali ke rumah, sehingga penyediaan makanan menjadi bagian langsung dari respons, bukan pelengkap. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan TNI, Polri, BPBD, Dinas Sosial, dan unsur terkait untuk menangani dampak serta memenuhi kebutuhan warga.

Respons cepat memberi dukungan awal, tetapi ukuran keberhasilannya ada pada kesinambungan: pendataan yang diperbarui, bantuan yang sesuai kebutuhan, dan kesiapan menghadapi kemungkinan air naik lagi. BPBD terus memantau genangan serta mengidentifikasi kebutuhan, sedangkan kondisi Cot Bayu yang sebelumnya masih mencatat debit tinggi menjadi alasan untuk tidak menghentikan kewaspadaan hanya karena air mulai surut di Lhok Raya. Pemerintah daerah menyatakan kondisi lapangan akan diperbarui; warga pun perlu mengikuti informasi petugas dan berhati-hati terhadap hujan di wilayah hulu. Kesimpulannya, penanganan banjir Trumon Tengah harus bergerak seiring perubahan air: evakuasi dan kebutuhan dasar hari ini, pemantauan serta pembaruan data sepanjang keadaan belum aman.

Banjir Trumon Tengah Meluas, Pengungsi Bertambah

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!