Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Banjir Musim Hujan: Ujian bagi Normalisasi Sungai dan Drainase

Banjir Musim Hujan: Ujian bagi Normalisasi Sungai dan Drainase
Minat|Asia Tenggara

Persiapan harus terlihat di lapangan

Normalisasi sungai adalah upaya memulihkan kapasitas aliran dengan membersihkan hambatan dan endapan agar air dapat mengalir lebih lancar, terutama saat hujan deras. Bagi Palembang, langkah ini bukan pekerjaan rutin yang bisa dinilai dari daftar program saja: hasilnya harus terasa di jalan dan permukiman ketika hujan turun. Pemerintah Kota Palembang mempercepat pencegahan banjir musim hujan dengan memusatkan perhatian pada 12 titik genangan di jalan protokol serta pemeliharaan 114 anak sungai di kawasan permukiman. Pada 26 Oktober 2026, Wali Kota Ratu Dewa meminta jajaran PUPR dan para asisten memeriksa langsung kondisi di lapangan, bukan hanya mengandalkan paparan rencana. Dorongan itu beralasan: pemeriksaan sebelumnya menemukan anak sungai yang belum dibersihkan dan sedimen yang belum diangkat. Tanpa menuntaskan temuan tersebut sebelum curah hujan meningkat, target mengurangi genangan air Palembang berisiko berhenti sebagai janji.

Banjir Musim Hujan: Ujian bagi Normalisasi Sungai dan Drainase

Membersihkan saluran saja belum cukup

Pada 26 Oktober 2026, beberapa tim Dinas PUPR bekerja serentak menormalisasi dan membersihkan anak sungai di lima kecamatan: Alang-Alang Lebar, Sukarami, Ilir Barat I, Sako, dan Ilir Timur II. Pekerjaan mencakup pengangkatan sampah serta pembersihan eceng gondok dan vegetasi yang menghambat aliran. Sebarannya penting, sebab genangan bukan semata persoalan jalan protokol; kapasitas saluran di kawasan permukiman ikut menentukan derasnya air menuju hilir. Namun, data prioritas perlu dijelaskan dengan cermat. Pemkot menyebut 12 titik genangan, sementara daftar ruas yang dirujuk dalam laporan lain memuat 11 titik. Angka itu tidak otomatis bertentangan karena cakupan pencatatannya bisa berbeda, tetapi pemerintah sebaiknya menerangkan lokasi dan status setiap titik. Warga perlu tahu apakah kawasan mereka masuk penanganan dan kapan pekerjaan ditargetkan selesai. Infrastruktur drainase kota baru memberi manfaat jika bersih, terpantau, dan dirawat secara berkelanjutan.

Pengawasan perlu tepat sasaran

Normalisasi sungai Palembang akan lebih meyakinkan bila pemerintah membuka hasil pemeriksaan lapangan: lokasi yang sudah ditangani, saluran yang masih tersumbat, dan pekerjaan yang belum tuntas. Pemkot berharap pembersihan serta pengangkatan sedimen selesai sebelum curah hujan meningkat; Ratu Dewa menyatakan, “Mudah-mudahan ketika masuk musim hujan, ini sudah clear semua sehingga tidak ada masalah lagi dan genangan banjir sudah bisa kita atasi.” Pengawasan oleh wakil rakyat juga relevan, tetapi penting untuk tidak mencampuradukkan wilayah. Informasi tentang Ketua Komisi C DPRD Reza Teguh Wibowo yang berencana meninjau pengerukan sungai merujuk pada pekerjaan di Kelurahan Pangeranan dan Pejagan, Bangkalan, bukan Palembang. Ia menyebut peninjauan akan dilakukan setelah kembali dari rapat di Jakarta. Itu bukan bukti adanya tinjauan Komisi C di Palembang. Kesimpulannya, pencegahan banjir musim hujan di kota ini harus bertumpu pada pekerjaan yang selesai, pemeriksaan yang transparan, dan pemeliharaan rutin—bukan sekadar pengerahan tim menjelang hujan.

Banjir Musim Hujan: Ujian bagi Normalisasi Sungai dan Drainase

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!