Gambaran Umum: Dua SUV Listrik Cina yang Fokus pada Rasa Berkendara
Leapmotor B10 dan Leapmotor C10 adalah SUV listrik Cina yang dirancang bukan hanya untuk memamerkan fitur kabin canggih, tetapi untuk memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan, nyaman, dan efisien, dengan teknologi baterai dan motor listrik modern serta ruang kabin lapang yang menargetkan pengguna harian dan keluarga yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa mengorbankan rasa percaya diri di balik kemudi. Inti perbandingan Leapmotor B10 review dan Leapmotor C10 review adalah satu hal: kedua SUV listrik Cina ini berusaha mematahkan stereotip bahwa EV asal Cina hanya unggul di fitur, tapi biasa saja saat dikemudikan. B10 menonjol lewat dinamika berkendara yang membuat pengemudi senyum sendiri selama tiga hari pengujian, sementara C10 menekankan fleksibilitas karakter setir, kabin lega, dan pendinginan kabin yang efektif. Kalau selama ini perbandingan kendaraan listrik di segmen compact SUV terasa mirip-mirip, kehadiran dua model ini mulai menggeser standar, terutama bagi mereka yang peduli pada rasa kemudi, bukan sekadar lembar spesifikasi.

Rasa Kemudi dan Dinamika: B10 Lebih Emosional, C10 Lebih Adaptif
Leapmotor B10 membuktikan bahwa SUV listrik Cina bisa fun to drive. Selama tiga hari pengujian, karakter pengendaliannya terasa jauh lebih hidup dibanding banyak EV Cina lain yang cenderung empuk dan aman tapi kurang menghibur. Struktur Cell-to-Chassis 2.0 membuat baterai menjadi bagian rangka, menurunkan pusat gravitasi, mengurangi gejala limbung, dan sekaligus melapangkan kabin hingga 17,5%. Ditambah penggerak roda belakang (RWD) dengan distribusi bobot 50:50 dan sasis yang disetel di Balocco, Italia oleh teknisi yang juga menangani Maserati, B10 memberi rasa percaya diri saat menikung dan stabil di kecepatan tinggi. C10 mengambil pendekatan berbeda: bukan mengejar sensasi Eropa, melainkan memberi pilihan karakter kemudi. Tiga mode bobot setir—Comfort, Standard, dan Sport—memungkinkan pengemudi menyesuaikan rasa setir dengan preferensi pribadi, dari ringan hingga firm. Ini bukan sekadar gimmick; dalam sesi uji berkendara, perbedaan karakter setir terasa jelas dan membantu pengemudi menemukan kompromi ideal antara santai dan responsif. Menariknya, C10 juga memakai RWD dengan tenaga motor 165 kW dan torsi 360 Nm, sehingga secara teknis punya potensi dinamika yang kuat, meski fokus impresi awal lebih ke kenyamanan dan kemudahan adaptasi.
Kabin, Kenyamanan, dan Kepraktisan: Ruang Nyata, Bukan Sekadar Gimik
Di dalam kabin, B10 terasa lebih matang daripada banyak SUV listrik Cina lain di kelas harga serupa. Kualitas rakitan eksterior dan interior memberi kesan premium: pintu menutup mantap, panel rapi, dan material kabin terasa solid. Desain dasbor mengutamakan fungsi lewat konsep Persona Panel, yaitu slot modular yang bisa diisi aksesori, koleksi, atau diubah menjadi nampan praktis. Warna abu-abu tua memang terkesan polos, tapi justru menjadi kanvas kosong bagi pemilik yang ingin memberi sentuhan personal. Posisi duduk pengemudi mudah diatur berkat rentang setelan setir dan jok yang luas, membuat perjalanan jauh minim kompromi. C10 menjawab kebutuhan keluarga lewat dimensi yang lebih besar: panjang 4.739 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.680 mm. Ruang baris pertama dan kedua terasa lapang saat diuji, memberi keleluasaan bagi pengemudi dan penumpang untuk duduk nyaman. Selain itu, ruang bagasi yang lega dan AC yang terasa dingin menjadi poin penting untuk penggunaan harian di iklim panas. "SUV listrik ini juga menawarkan kenyamanan kabin dan sejumlah fitur yang menunjang penggunaan sehari-hari, mulai dari pengaturan bobot setir hingga ruang bagasi yang lega." Di sini, C10 jelas bermain di ranah fungsionalitas keluarga, sementara B10 lebih menggoda mereka yang peduli pada rasa berkendara tanpa mengorbankan kenyamanan dasar.
Teknologi Baterai, Motor Listrik, dan Performa Nyata
Kedua model ini mengandalkan teknologi baterai motor listrik yang mencerminkan kemajuan rekayasa EV Cina. B10 memakai baterai LFP 67,1 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 516 km (NEDC) atau 434 km (WLTP), dan mendukung DC fast charging hingga 168 kW yang mampu mengisi dari 30% ke 80% dalam sekitar 17 menit. Motor listriknya menghasilkan 160 kW (sekitar 215–218 dk) dan torsi 240 Nm, cukup untuk akselerasi 0–100 km/jam sekitar 8 detik dan kecepatan puncak 170 km/jam yang dibatasi elektronik. Dalam praktik, respons motor membuat selap-selip di tol dan menyalip di jalan raya terasa ringan dan tanpa drama. C10 membawa paket teknis yang sedikit lebih bertenaga di atas kertas: motor listrik 165 kW (sekitar 221 dk) dan torsi 360 Nm, juga menyalurkan tenaga ke roda belakang melalui sistem RWD. Baterai 69,9 kWh diklaim mampu menempuh 503 km berdasarkan standar NEDC, dengan catatan jarak tempuh aktual akan bergantung pada kondisi jalan, kecepatan, penggunaan AC, dan gaya berkendara. Dalam uji berkendara, fokus impresi lebih banyak pada karakter setir dan kenyamanan kabin, tetapi angka tenaga dan torsi menunjukkan bahwa C10 punya cadangan performa yang cukup untuk membawa keluarga tanpa terasa loyo. Di segmen compact SUV listrik, B10 dan C10 berhadapan dengan lawan-lawan seperti BYD Atto 3, Geely EX5, MG S5 EV, Chery Omoda E5, dan Aion V, namun keduanya menawarkan kombinasi teknologi dan rasa kemudi yang berbeda dari pola umum.
Harga, Kelemahan Bersama, dan Putusan: Pilih Berdasarkan Cara Anda Berkendara
Dengan harga Rp479.000.000 (OTR Surabaya), Leapmotor B10 yang sudah dirakit lokal menawarkan paket yang sulit diabaikan: kualitas rakitan yang solid, dinamika RWD yang menyenangkan, dan teknologi baterai yang kompetitif. Ia bukan SUV listrik yang hanya enak dipamerkan di showroom, tetapi juga enak dikendarai setiap hari. C10 belum dibahas detail soal harga dalam sumber, namun posisinya jelas diarahkan sebagai SUV keluarga dengan dimensi besar, tenaga kuat, dan kenyamanan kabin yang menonjol. Keduanya tetap membawa kelemahan umum: tidak ada mobil yang sempurna, dan pengguna harus menerima kompromi antara fitur melimpah, desain kabin yang mungkin terasa polos, serta ketergantungan pada infrastruktur pengisian cepat yang belum merata. Pada akhirnya, perbandingan kendaraan listrik di sini bukan soal angka di brosur, melainkan soal gaya hidup. Kalau prioritasmu fitur sebanyak-banyaknya, rival lain di segmen compact SUV listrik bisa jadi lebih menarik. Tapi jika kamu ingin SUV listrik Cina yang mengubah standar rasa berkendara, B10 dan C10 layak masuk daftar test drive teratas, dengan karakter yang cukup berbeda untuk memenuhi kebutuhan pengemudi dan keluarga.
- Beli Leapmotor B10 jika kamu mengutamakan rasa kemudi RWD yang seimbang antara fun to drive dan nyaman harian, serta menghargai kualitas rakitan solid dengan harga Rp479.000.000.
- Lewati Leapmotor B10 jika fokusmu adalah fitur kabin paling melimpah di kelasnya dan kamu kurang peduli pada karakter pengendalian yang lebih emosional.
- Beli Leapmotor C10 jika kamu mencari SUV listrik keluarga dengan kabin lapang, ruang bagasi lega, AC dingin, dan setir yang bisa disesuaikan karakter bobotnya.
- Lewati Leapmotor C10 jika kamu menginginkan desain kabin yang lebih ekspresif daripada fungsional, atau belum siap menerima kompromi jarak tempuh aktual yang bergantung pada gaya berkendara dan penggunaan AC.






