Debut GIIAS: SUV listrik Stellantis yang langsung menyerang dua segmen
Leapmotor B10 dan C10 adalah dua SUV listrik baru yang masuk pasar melalui ajang mobil listrik GIIAS 2026, memadukan teknologi baterai jarak jauh, sentuhan rekayasa Eropa dari Stellantis, dan strategi harga agresif untuk menarik konsumen yang mulai melirik kendaraan ramah lingkungan sebagai alternatif nyata terhadap SUV bensin konvensional. Masuknya merek asal China ini bukan sekadar penambahan pilihan, tetapi upaya jelas untuk mengubah peta persaingan di segmen SUV listrik yang tumbuh paling pesat di pasar otomotif saat ini. Alih-alih bermain aman dengan satu model, Leapmotor langsung memperkenalkan Leapmotor B10 SUV listrik dan C10, masing-masing menyasar kebutuhan berbeda: ringkas untuk mobilitas harian dan lebih besar untuk kenyamanan keluarga. Langkah ini menunjukkan ambisi: membangun persepsi kuat sejak awal bahwa merek baru pun bisa menawarkan rekayasa global, bukan hanya harga murah.

Leapmotor B10: Teknologi listrik, rasa Eropa, dan jarak tempuh yang menenangkan
Leapmotor B10 SUV listrik jelas diposisikan sebagai tulang punggung strategi awal merek ini. Motor listrik Permanent Magnet Synchronous menghasilkan tenaga 218 hp dan torsi 240 Nm, dipasangkan dengan baterai 67,1 kWh yang sanggup menempuh hingga 516 km menurut pengujian NEDC. Kemampuan jelajah ini membuat B10 relevan bukan hanya untuk perjalanan harian di kota, tetapi juga lintas kota tanpa kecemasan berlebihan soal pengisian daya. Lebih menarik lagi, teknologi Cell-to-Chassis 2.0 mengintegrasikan sel baterai ke struktur kendaraan agar bobot turun dan efisiensi naik. Di dalam, material berstandar OEKO-TEX, kain arang bambu, dan perekat berbahan dasar air menunjukkan bahwa pendekatan "Human-Centric Tech" bukan slogan kosong, melainkan perhatian nyata pada kesehatan dan kenyamanan kabin. Ditambah layar sentuh 14,6 inci dan panel instrumen 8,8 inci yang digerakkan prosesor Snapdragon 8155, B10 menawarkan paket teknologi yang pada praktiknya terasa cukup matang untuk kelasnya.

Harga Leapmotor B10: Diskon agresif sebagai senjata penetrasi pasar
Di pasar yang sudah dijejali mobil listrik asal China, Leapmotor sadar bahwa spesifikasi kuat saja tidak cukup; harga Leapmotor B10 dibuat menjadi senjata utama. Di Jakarta, harga OTR ditetapkan Rp499.000.000 dengan penawaran spesial Rp449.000.000 untuk 500 pembeli pertama di GIIAS 2026. Di Semarang, harga normal on the road adalah Rp507 juta, tetapi selama Indomobil Expo Semarang, 500 pelanggan pertama mendapat harga Rp457 juta, atau potongan Rp50 juta dari banderol normal. Penawaran ini jelas bukan promosi kosmetik, melainkan strategi untuk mengumpulkan basis pengguna awal dan mendorong kepercayaan pada merek baru. Seperti disampaikan manajemen, perusahaan ingin menjangkau konsumen yang membutuhkan teknologi canggih tanpa harus membayar terlalu mahal. Pendekatan agresif ini memberi pesan ke pemain mapan: era SUV listrik berteknologi global dengan harga yang menekan mulai hadir, dan konsumen kini punya alasan kuat untuk menunda membeli model lama.

Kolaborasi dengan Stellantis: Rasa Eropa yang jadi pembeda di tengah banjir SUV listrik
Di tengah banyaknya mobil listrik baru, label "SUV listrik Stellantis" pada Leapmotor B10 menjadi diferensiasi penting. Sasis kendaraan ini disetel bersama tim engineering Stellantis di fasilitas Balocco, Italia, dengan fokus pada pengendalian stabil, nyaman, dan menyenangkan. Artinya, konsumen tidak hanya membeli data spesifikasi, tetapi juga pengalaman berkendara yang dibentuk oleh rekayasa Eropa yang sudah teruji di merek lain di bawah ekosistem Stellantis. Kolaborasi ini memperkuat citra bahwa B10 bukan sekadar produk murah asal Tiongkok, melainkan SUV listrik yang memadukan inovasi baterai dengan pengetahuan global tentang dinamika kendaraan. Di sisi lain, integrasi tinggi — lebih dari 65 persen komponen utama dikembangkan dan diproduksi sendiri — memberi Leapmotor kendali terhadap kualitas dan biaya. Kombinasi kontrol teknologi internal dan tuning global adalah resep cerdas: menekan biaya sambil menjaga rasa berkendara yang mampu menantang SUV listrik yang lebih dulu hadir.
Dua model, banyak kota: strategi ekspansi agresif dan tantangan ke depan
Masuk lewat GIIAS sebagai mobil listrik GIIAS 2026 dengan B10 dan C10 menunjukkan bahwa Leapmotor memilih jalur panggung besar untuk debut. B10 menyasar pengguna lima penumpang yang butuh SUV listrik ringkas untuk mobilitas harian, sementara C10 dengan dimensi lebih besar dibidik ke segmen yang mengutamakan ruang kabin lega dan kenyamanan lebih premium. Setelah membuka diler pertama di Pantai Indah Kapuk, ekspansi cepat ke Jawa Tengah lewat Indomobil Expo Semarang pada 4–9 Agustus menjadi sinyal jelas strategi penetrasi regional yang agresif. Penawaran harga khusus di Semarang bukan sekadar gimmick, tetapi cara langsung menguji respons pasar di kota yang dinilai punya potensi besar adopsi kendaraan listrik. Bersama jaringan Indomobil dan ekosistem Stellantis yang juga menaungi merek lain, Leapmotor berupaya membangun jaringan purnajual yang menyentuh berbagai kota, karena tanpa layanan kuat, penetrasi harga akan rapuh. Pertumbuhan pengiriman global hingga 101.267 unit pada Juli, naik 102 persen tahun ke tahun, menegaskan bahwa strategi ini bukan eksperimen lokal belaka, melainkan bagian dari ekspansi internasional yang sedang melaju cepat. Tantangannya: mempertahankan kualitas dan layanan ketika angka penjualan terus naik.







