GIIAS Semarang Jadi Panggung Strategis Ekspansi Pasar Jawa Tengah
Leapmotor B10 dan C10 adalah duo SUV listrik yang digunakan Leapmotor sebagai alat ekspansi merek ke pasar Jawa Tengah melalui GIIAS Semarang, dengan menonjolkan kombinasi teknologi cerdas, harga SUV listrik terjangkau, dan pengalaman berkendara yang nyaman untuk menarik konsumen yang mulai melirik elektrifikasi sebagai mobil harian. Kehadiran Leapmotor di GIIAS Semarang jelas bukan sekadar ikut pameran, melainkan langkah terukur untuk membangun basis pengguna di luar kota besar. Pameran yang digelar di Muladi Dome Undip Tembalang pada 30 September–4 Oktober memperlihatkan B10 dan C10 sebagai "wajah" Leapmotor untuk ekspansi pasar Jawa Tengah, lengkap dengan sesi test drive agar masyarakat bisa merasakan langsung karakter berkendara dan teknologi yang ditawarkan. Pernyataan CEO distributor nasional, Tan Kim Piauw, menegaskan ambisi ini: kehadiran di Semarang adalah bagian dari upaya memperluas jangkauan brand sambil memperkenalkan intelligent electric vehicle ke publik Jawa Tengah.

SUV Listrik Leapmotor B10: Rakitan Lokal, Teknologi Serius
SUV listrik Leapmotor B10 menjadi kartu utama Leapmotor untuk mengisi segmen SUV listrik terjangkau, bukan hanya karena spesifikasinya, tetapi terutama karena statusnya sebagai model rakitan lokal di Purwakarta yang menekan biaya dan memberi kesan lebih dekat dengan pasar. B10 dikembangkan melalui kolaborasi global dengan Stellantis dan kini sudah dirakit di PT National Assemblers Plant 3 sejak Agustus, menjadikannya salah satu model pertama Leapmotor yang diproduksi di sini. Di atas kertas, B10 memakai motor listrik PMS 160 kW atau sekitar 218 PS, penggerak roda belakang, akselerasi 0–100 km/jam 8 detik, serta baterai 67,1 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 516 km metode NEDC. Dengan desain kompak dan minimalis, kabin berteknologi tinggi, layar besar, panoramic sunroof, serta 16 fitur ADAS, B10 jelas diarahkan sebagai SUV listrik harian yang terasa modern namun tetap masuk akal bagi keluarga muda yang mengutamakan nilai guna.
Teknologi Cell-to-Chassis dan Pengisian Cepat 17 Menit: Nilai Jual Utama
Keunggulan Leapmotor B10 tidak berhenti pada performa; teknologi menjadi senjata utama untuk meyakinkan calon pengguna di Jawa Tengah bahwa SUV listrik bisa praktis dan aman. B10 dibekali teknologi Cell-to-Chassis 2.0, di mana baterai diintegrasikan langsung ke struktur sasis. Pendekatan ini diklaim meningkatkan efisiensi ruang, kekakuan bodi, dan keselamatan, sekaligus menunjukkan bahwa Leapmotor tidak sekadar "menaruh baterai" di bawah lantai. Lebih penting lagi, isu waktu pengisian yang kerap jadi alasan orang ragu beralih ke listrik dijawab cukup agresif. B10 mendukung DC fast charging hingga 168 kW, dengan pengisian 30–80 persen diklaim hanya sekitar 17 menit. Kalimat yang pantas dikutip di sini: "Pengisian baterai 30–80 persen diklaim sekitar 17 menit melalui DC atau sekitar tiga jam menggunakan AC 7 kW." Bagi pengguna di Jawa Tengah yang mobilitas hariannya didominasi rute antarkota pendek dan komuter, kombinasi teknologi Cell-to-Chassis dan pengisian cepat 17 menit ini membuat B10 jauh lebih realistis sebagai mobil utama, bukan sekadar kendaraan kedua.
Harga Khusus dan Posisi B10–C10 di Segmen SUV Listrik Terjangkau
Strategi Leapmotor di GIIAS Semarang jelas mengincar persepsi harga SUV listrik terjangkau. Selama pameran, B10 ditawarkan dengan harga khusus Rp507 juta, sementara C10 dipatok Rp626 juta. Di tengah pasar yang SUV listriknya banyak bermain di harga lebih tinggi, angka tersebut menempatkan B10 sebagai pintu masuk relatif menarik, terutama mengingat perakitan lokal dan paket fitur yang cukup lengkap. C10 sendiri menyasar segmen SUV lebih besar dengan orientasi kenyamanan keluarga: baterai 69,9 kWh, tenaga maksimum 165 kW, torsi 360 Nm, jarak tempuh hingga 503 km, panoramic sunroof 2,1 m², electric tailgate, NFC card, serta kursi depan dengan pemanas dan ventilasi. Penyetelan sasis melibatkan tim engineering di Balocco, Italia, dan rating keselamatan 5-Star Euro NCAP menempatkan C10 sebagai pilihan yang lebih premium namun tetap di bawah banyak pesaing impor. Lewat kombinasi B10 sebagai opsi terjangkau dan C10 sebagai pilihan keluarga, Leapmotor mencoba mengisi dua celah penting di segmen SUV listrik.
Dari Semarang ke Jaringan Dealer: Langkah Lanjut Ekspansi Jawa Tengah
GIIAS Semarang hanyalah permulaan; strategi Leapmotor di Jawa Tengah terlihat berlapis. Setelah pameran berakhir, masyarakat tetap bisa mengenal produk melalui jaringan dealer resmi di Semarang yang disiapkan untuk memperkuat akses terhadap penjualan dan layanan purna jual. Pendekatan ini penting: tanpa kehadiran dealer dan dukungan servis, SUV listrik secanggih apa pun akan sulit dipercaya sebagai mobil harian. Dengan lebih dari 1,6 juta kendaraan yang sudah dikirim secara global hingga Agustus dan pengiriman bulanan mencapai 103.129 unit, Leapmotor datang bukan sebagai pemain amatir, melainkan merek yang sudah menguji produknya di berbagai pasar. Kehadiran program Lifetime Battery Warranty untuk pemilik pertama B10 semakin memperkecil kekhawatiran soal umur baterai, salah satu isu klasik yang sering menghambat adopsi mobil listrik. Jika strategi harga, teknologi Cell-to-Chassis, pengisian cepat 17 menit, dan dukungan dealer berjalan konsisten, Jawa Tengah berpotensi menjadi salah satu basis penting Leapmotor di segmen SUV listrik kompak dan keluarga.






