Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Tujuh Awak Kapal Dilepas, Penyidikan Ketamin Fokus pada Satu Tersangka

Tujuh Awak Kapal Dilepas, Penyidikan Ketamin Fokus pada Satu Tersangka
Minat|Asia Tenggara

Pembebasan berdasarkan bukti, bukan jabatan

Kasus ketamin adalah perkara pidana yang menuntut penyidik membuktikan bukan hanya keberadaan narkotika, tetapi juga pengetahuan dan niat orang yang dituduh terlibat. Prinsip itu menjelaskan mengapa tujuh awak kapal dibebaskan, sementara penyidikan pada MT Global 168 berpusat pada seorang manajer kapal. Bareskrim menyatakan tidak menemukan mens rea atau bukti keterlibatan tujuh WNI yang semula diamankan, sehingga mereka dikembalikan dan tetap berstatus saksi. Keputusan ini penting: berada di kapal yang membawa barang terlarang tidak otomatis membuktikan setiap awak mengetahui muatan atau ikut menyelundupkannya. Menyamakan posisi seluruh orang di kapal mungkin terlihat praktis, tetapi berisiko mengaburkan perbedaan peran dan bukti. Dalam perkara sebesar ini, pemisahan tersebut bukan pembebasan dari pemeriksaan, melainkan konsekuensi dari belum terbuktinya unsur pidana pada para awak.

Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Cahyo Hutomo, mengonfirmasi pada 26 Oktober 2026 bahwa tujuh WNI itu telah dikembalikan; mereka direkrut melalui agen untuk mengangkut minyak, bukan narkoba.

Tujuh Awak Kapal Dilepas, Penyidikan Ketamin Fokus pada Satu Tersangka

Kronologi penangkapan dan muatan yang disita

Kapal tanker berbendera Mongolia itu dilaporkan berlayar dari Malaysia sebelum disergap petugas di perairan Belawan, Sumatera Utara, pada 21 Oktober 2026. Dalam operasi gabungan, aparat mengamankan delapan orang: satu warga Taiwan berinisial YCY dan tujuh WNI. Penggeledahan menemukan 58 karung ketamin HCL dengan berat bruto 1,16 ton, selain alat komunikasi dan kapal MT Global 168. Nilai ekonomi barang bukti tersebut diperkirakan mencapai Rp3,48 triliun. Angka itu menggambarkan besarnya perkara, tetapi tidak dengan sendirinya menetapkan siapa yang bertanggung jawab. Di sinilah pemeriksaan peran menjadi penentu: jumlah barang dan skala operasi menjelaskan keseriusan kasus, sedangkan pembuktian terhadap setiap orang harus bertumpu pada tindakan, pengetahuan, dan kendalinya atas muatan.

Penangkapan dilakukan tim gabungan Polri, BNN, Bea Cukai, Ditpolair Baharkam Polri, dan Polda Sumut; tujuh awak kemudian dilepaskan, sedangkan YCY ditetapkan sebagai tersangka tunggal.

Tujuh Awak Kapal Dilepas, Penyidikan Ketamin Fokus pada Satu Tersangka

Mengapa penyidikan mengarah kepada YCY

Penyidik membedakan posisi awak dari YCY berdasarkan dugaan kendali, bukan semata-mata kebangsaan atau jabatan di kapal. YCY disebut sebagai manajer kapal yang mengendalikan pengiriman dan memiliki keterkaitan langsung dengan ketamin saat barang itu berada di kapal. Menurut keterangan penyidik, kapal sempat diperlambat dan diarahkan menuju Thailand, lalu berbelok ke Laut Andaman, kawasan yang berbatasan dengan Pulau Sumatera. Perubahan rute itu menimbulkan dugaan kapal akan melakukan pemindahan muatan antarkapal atau ship-to-ship. Sebaliknya, tugas tujuh WNI disebut sebatas menjalankan pelayaran dan mengikuti instruksi manajer; mereka direkrut untuk mengangkut minyak dan tidak mengetahui keberadaan ketamin. Bareskrim juga menyebut calon awak berusia tua direkrut agar lebih mudah dikendalikan. Rangkaian keterangan ini menjadi dasar penyidik memusatkan dugaan pada YCY, bukan bukti bahwa seluruh detail jaringan telah terungkap.

YCY, warga Taiwan berusia 43 tahun, menjadi satu-satunya tersangka, sementara tujuh awak berstatus saksi karena penyidik menyatakan tidak menemukan niat jahat pada mereka.

Pekerjaan penyidikan belum selesai

Pembebasan awak kapal tidak menutup kasus penyelundupan ketamin. YCY telah dipindahkan ke Rutan Bareskrim Polri di Jakarta untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, sementara penyidik masih menelusuri asal-usul ketamin yang dibawa MT Global 168. Penelusuran itu penting untuk menguji apakah pengiriman ini berdiri sendiri atau terkait pihak lain, tetapi sumber keterangan yang tersedia belum menetapkan jawaban ataupun tersangka tambahan. Karena itu, status tersangka tunggal harus dibaca sebagai hasil pemeriksaan sejauh ini, bukan kesimpulan bahwa seluruh jalur penyelundupan sudah terpetakan. Ukuran keberhasilan berikutnya bukan menambah jumlah orang yang ditahan, melainkan memperkuat bukti tentang kendali atas muatan dan menelusuri asal barang. Untuk saat ini, keputusan melepaskan tujuh WNI konsisten dengan keterangan bahwa mereka tidak mengetahui muatan; fokus perkara berada pada dugaan peran langsung YCY.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!